Pewarta Nusantara
Add Post Menu
Ketegangan Memuncak: Iran Ancam Balas, Trump Pilih Menahan Diri

Ketegangan Memuncak: Iran Ancam Balas, Trump Pilih Menahan Diri

Presiden AS Donald Trump menunda rencana serangan militer terhadap Iran setelah mendapat permintaan dari PM Israel Benjamin Netanyahu agar Israel punya waktu mempersiapkan pertahanan dari kemungkinan balasan Iran. Laporan ini muncul di tengah penindasan keras rezim Iran terhadap demonstran anti-pemerintah yang telah menewaskan ribuan orang.​

Ketegangan meningkat karena Trump mengancam Iran atas pembunuhan demonstran, sementara Iran balas mengancam Israel jika diserang AS. Pada 14-15 Januari 2026, Netanyahu menelepon Trump meminta penundaan karena sistem pertahanan udara Israel overload akibat konflik sebelumnya dengan Iran.​

Netanyahu khawatir Iran akan membalas dengan serangan rudal besar, sehingga Israel butuh waktu tingkatkan kesiapan militer. Sumber AS dan Israel konfirmasi panggilan itu terjadi Rabu malam, tapi Gedung Putih tak beri detail lebih lanjut.​

Trump beri sinyal de-eskalasi dengan bilang pembunuhan demonstran sudah berhenti setelah dapat jaminan, meski tetap ancam "semua opsi terbuka". Iran tutup ruang udara sementara karena takut serangan, tapi menteri luar negerinya klaim tak ada rencana eksekusi demonstran lagi.

Penulis:

Editor: Erniyati Khalida