Arsenal

Liam Rosenior, pelatih Chelsea, membalas kritik pedas Paul Merson setelah tim tersingkir dari semifinal Piala Liga (Carabao Cup) oleh Arsenal dengan agregat 4-2 pada 3 Februari 2026. Chelsea kalah 1-0 di leg kedua Emirates Stadium, dengan Merson menampilkan taktik pasif Rosenior yang gagal memberikan defisit 3-2 dari leg pertama.
Paul Merson, analis Sky Sports dan eks gelandang Arsenal, menyebut Chelsea bermain "second gear" tanpa keberanian, seperti melawan tim kasta rendah meski punya skuad mumpuni. Ia menilai pemain Chelsea keluar lapangan dengan penyesalan karena tak "give it a go," dan memprediksi kemarahan fans jika tak lolos.
Rosenior menanggapi: "I've be a pundit, it's easy," tekanan kritik mudah dari studio dengan melihat ke belakang, sementara pelatih menghadapi risiko—kalah agresif disebut gila, kalah membela disebut berpura-pura. Ia memuji semangat pemain seperti Cole Palmer dan Estevao meski cedera, serta menyebut kekalahan akibat margin halus saat serangan akhir.
Arsenal mencetak gol tunggal di babak kedua saat Chelsea "throw the kitchen sink," mengakhiri puasa final Piala Liga enam tahun. Jamie Redknapp tambah kritik soal hilangnya pola permainan Chelsea di akhir.

FA (Football Association) sedang memantau insiden selebrasi Matheus Cunha setelah Manchester United menang dramatis 3-2 atas Arsenal pada 25 Januari 2026 di Emirates Stadium, Liga Inggris pekan ke-23.
MU bangkit dari ketinggalan via gol bunuh diri Lisandro Martinez (29') dengan balasan Bryan Mbeumo (37'), Patrick Dorgu (50'), lalu Cunha mencetak gol penentu di menit ke-87 atau 88 usai Mikel Merino menyamakan skor (84'). Kemenangan ini membawa MU ke posisi 4 klasemen (48 poin), sementara Arsenal tetap puncak (50 poin).
Selebrasi Cunha pasca-gol krusialnya dilaporkan menarik perhatian FA untuk diselidiki lebih lanjut, meski detail spesifik insiden belum terungkap luas di laporan awal. Laga penuh drama dengan 5 gol, termasuk peluang emas Arsenal yang gagal dimanfaatkan.

Gabriel Martinelli dari Arsenal disorot dan dikecam luas karena mendorong Conor Bradley, bek Liverpool yang sedang cedera lutut, agar keluar dari lapangan saat injury time laga imbang 0-0 pada 8 Januari 2026. Insiden ini terjadi di Emirates Stadium, memicu keributan antarpemain Liverpool dan kartu kuning untuk Martinelli.
Kronologi Insiden
Bradley terjatuh salah tumpuan usai membuang bola, meringis kesakitan memegang lutut, lalu ditandu keluar; Martinelli justru melempar bola ke badannya dan mendorong punggungnya untuk percepat permainan. Pemain Liverpool seperti Szoboszlai bereaksi marah, menyebutnya memalukan.
Respons Publik
Gary Neville dan Roy Keane mengkritik keras sebagai "disgraceful", sementara Arne Slot khawatir cedera serius tapi memahami Martinelli tak sadar tingkat keparahan. Martinelli minta maaf via Instagram, klaim tak tahu Bradley cedera parah, dan FA memutuskan tak beri hukuman tambahan.
Pewarta Nusantara - Pekan ini, Liga Inggris menghadirkan deretan pertandingan seru yang dapat disaksikan secara langsung melalui SCTV, Moji TV, dan layanan streaming Vidio. Sejumlah laga menarik siap memanjakan pecinta sepak bola, termasuk Brentford melawan Liverpool serta Arsenal kontra Aston Villa.
Brentford vs Liverpool: Misi Kurangi Jarak dengan Arsenal
Liverpool dijadwalkan bertandang ke markas Brentford dengan target utama meraih kemenangan penuh. Tambahan tiga poin menjadi krusial bagi tim asuhan Jürgen Klopp untuk memangkas jarak dari Arsenal, yang masih kokoh di puncak klasemen.
Meski Brentford kerap tampil mengejutkan, performa konsisten Liverpool sepanjang musim ini membuat mereka lebih diunggulkan untuk menguasai pertandingan.
Arsenal vs Aston Villa: Laga Momentum untuk The Gunners
Arsenal kembali menemukan kepercayaan diri usai kemenangan atas Tottenham Hotspur di laga sebelumnya. Kali ini, The Gunners akan menghadapi Aston Villa yang sedang tampil impresif di bawah pelatih Unai Emery.
Arsenal bertekad menjaga momentum positif, sementara Aston Villa diprediksi memberikan perlawanan sengit demi melanjutkan tren baik mereka.
Jadwal Lengkap Liga Inggris Sabtu, 18 Januari 2025
- 19:30 WIB: Newcastle vs Bournemouth (Champions TV 5, Vidio)
- 22:00 WIB: Brentford vs Liverpool (Champions TV 5, Vidio)
- 22:00 WIB: Leicester City vs Fulham (Champions TV 6, Vidio)
- 22:00 WIB: West Ham vs Crystal Palace (Vidio)
Minggu, 19 Januari 2025
- 00:30 WIB: Arsenal vs Aston Villa (SCTV, Champions TV 5, Vidio)
- 21:00 WIB: Everton vs Tottenham (Champions TV 6, Vidio)
- 21:00 WIB: Manchester United vs Brighton (Champions TV 5, Vidio)
- 21:00 WIB: Nottingham Forest vs Southampton (Vidio)
- 23:30 WIB: Ipswich Town vs Manchester City (SCTV, Champions TV 5, Vidio)
Cara Menonton Liga Inggris
Pertandingan Liga Inggris dapat dinikmati melalui paket langganan Vidio. Berikut pilihan harga:
- Platinum 30 Hari: Rp43.290
- Platinum 1 Tahun: Rp298.590
- Diamond 30 Hari (HP & Tablet): Rp65.490
- Diamond 30 Hari (Semua Perangkat): Rp109.890
- Diamond 1 Tahun (HP & Tablet): Rp476.190
- Diamond 1 Tahun (Semua Perangkat): Rp831.390
Semua harga sudah termasuk PPN 11%. Dengan berlangganan, Anda dapat menikmati seluruh pertandingan Liga Inggris di berbagai perangkat.
Ikuti terus informasi dan berita terkini hanya di Pewarta Nusantara.
Pewarta Nusantara, 17 Januari 2025 – Manajer Manchester United, Ruben Amorim, memberikan apresiasi terhadap bakat luar biasa yang dimiliki pemain muda Alejandro Garnacho. Meski begitu, Amorim menekankan bahwa Garnacho masih perlu bekerja keras untuk menyempurnakan permainannya, terutama dalam aspek taktik dan transisi.
Garnacho Mendapatkan Perhatian dari Amorim
Dalam konferensi pers terbaru, Amorim mengungkapkan pandangannya tentang perkembangan Garnacho. “Dia adalah pemain dengan bakat luar biasa, tetapi ada beberapa hal yang harus ia tingkatkan, terutama pemahaman taktik dan kontribusi ketika tim tidak menguasai bola,” ujar pelatih asal Portugal itu.
Performa Mengesankan di Laga Melawan Arsenal
Pujian untuk Garnacho juga datang setelah penampilan gemilangnya saat menghadapi Arsenal di ajang Piala FA. Pemain muda ini memberikan assist penting untuk gol Bruno Fernandes, menunjukkan potensinya sebagai pemain kunci di masa depan.
Amorim menambahkan bahwa Garnacho terus menunjukkan progres positif di setiap sesi latihan. Dengan performa yang konsisten, ia membuka peluang besar untuk kembali mengisi posisi starter dalam laga mendatang melawan Southampton.
Dengan usia yang masih muda dan dukungan penuh dari sang manajer, Alejandro Garnacho diharapkan dapat menjadi salah satu pilar penting bagi Manchester United dalam waktu dekat.
Pewarta Nusantara, Sepak Bola - Manchester United meraih kemenangan 2-0 dalam laga uji coba melawan Arsenal di Stadion MetLife, AS.
Gol pertama dicetak pada menit ke-30 oleh kapten baru United, Bruno Fernandes, setelah menerima umpan dari Kobbie Mainoo.
Gol kedua datang tujuh menit setelahnya melalui blunder fatal dari Gabriel Magalhaes, yang dimanfaatkan dengan baik oleh Jadon Sancho.
Skor 2-0 tidak berubah sampai akhir laga, tetapi pertandingan tetap dilanjutkan hingga adu penalti, di mana Manchester United berhasil mengamankan kemenangan 5-3.
Bagi Bruno Fernandes, gol yang dicetaknya menjadi penting untuk kepercayaan dirinya sebagai kapten tim. Sebagai pemain yang baru ditunjuk sebagai kapten utama, dia merasa senang dapat memberikan penampilan maksimal dan mencetak gol dalam laga uji coba ini.
Bruno mengungkapkan bahwa hasil kemenangan ini adalah yang terbaik untuk tim pada hari itu. Meskipun ini masih pramusim dan ada banyak pekerjaan yang harus dikerjakan, pelatih dan tim sangat menghargai usaha mereka selama latihan dan pertandingan.
Bruno Fernandes juga menyadari bahwa ada ruang untuk perbaikan dan ingin terus berusaha menjadi lebih baik lagi.
Laga uji coba ini merupakan kesempatan bagi kedua tim untuk mengevaluasi kesiapan mereka jelang kompetisi resmi yang akan datang.
Meskipun skor akhirnya adalah yang terbaik bagi Manchester United, hasil ini tidak menutup mata atas kelemahan dan perbaikan yang perlu dilakukan tim.
Uji coba ini juga menjadi pengalaman berharga bagi para pemain untuk beradaptasi dengan peran dan strategi baru dalam tim.
Bagi Bruno Fernandes, menjadi kapten adalah tanggung jawab besar, dan dia berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaiknya untuk tim dalam setiap pertandingan mendatang. (*Ibs)
Pewarta Nusantara, Sepak Bola - Arsenal Sudah Lama Absen dari Liga Champions, Aaron Ramsdale Tidak Sabar Menghadapi Tim Raksasa dan Kecil di Eropa.
Arsenal telah menghadapi absen yang cukup lama dari panggung Liga Champions. Terakhir kali The Gunners berpartisipasi dalam kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa adalah pada musim 2016-17.
Namun, semangat dan ambisi untuk kembali berkompetisi di level tertinggi sepak bola Eropa terus membara di antara para pemain, termasuk sang kiper, Aaron Ramsdale.
Dalam wawancara dengan TNT Sports, Aaron Ramsdale menyatakan rasa tak sabarnya untuk merasakan atmosfer pertandingan Liga Champions.
Menurutnya, seluruh tim sudah sangat bersemangat dan tak sabar untuk tampil di stadion-stadion megah dan menghadapi tim-tim elit.
Ramsdale percaya bahwa kehadiran Arsenal akan mengejutkan banyak pihak, mengingat para pemain mereka mungkin memiliki pengalaman pertama di kompetisi ini.
Belum banyak yang mengetahui bagaimana reaksi mereka, sehingga Arsenal bisa menjadi kejutan dalam persaingan tersebut.
Tidak hanya itu, Ramsdale juga menyampaikan keinginannya untuk bertemu dengan dua raksasa sepak bola Spanyol, Real Madrid dan Barcelona, di panggung Liga Champions.
Baginya, bermain di markas dua tim tersebut adalah sebuah kehormatan dan pengalaman yang sangat diidamkan oleh banyak pemain sepak bola.
Namun, Ramsdale juga sadar akan potensi dari tim-tim kecil lainnya, yang mungkin bisa memberikan atmosfer kandang yang mencekam.
Ia menilai bahwa melawan tim-tim kecil juga akan menjadi tantangan yang menarik dan menyenangkan bagi Arsenal.
Menjelang pengundian grup Liga Champions, peluang Arsenal untuk berada dalam satu grup dengan tim-tim raksasa terbuka lebar.
Baca Juga; Aubameyang Menuju Marseille sebagai Pengganti Sanchez
Dengan tergabung di pot B, mereka berpotensi bertemu dengan tim-tim tangguh seperti Barcelona, Bayern Munich, Paris Saint-Germain, atau AC Milan.
Bagi Arsenal, kembali ke Liga Champions adalah langkah penting dalam mengukur sejauh mana mereka bisa bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa.
Dengan semangat dan keyakinan dari para pemain, termasuk Aaron Ramsdale, The Gunners berharap bisa memberikan performa terbaik dan membuktikan diri sebagai kekuatan yang patut dihormati di panggung Eropa.
Semua penggemar sepak bola khususnya Arsenal pasti menantikan momen-momen menegangkan dan laga seru di kompetisi yang bergengsi ini. (*Ibs)
Pewarta Nusantara, Sepak Bola - Meskipun Arsenal telah merekrut tiga pemain dengan harga yang mahal, pelatih Mikel Arteta tidak menutup kemungkinan klubnya akan melakukan lebih banyak pembelian pemain.
Dia memberikan indikasi bahwa Arsenal masih aktif di pasar transfer dan akan melihat perkembangan tim dalam beberapa minggu ke depan sebelum membuat keputusan lebih lanjut.
Ketiga pemain yang telah didatangkan oleh Arsenal adalah Kai Havertz, Jurrien Timber, dan Declan Rice. Meskipun Arsenal telah mengeluarkan dana sekitar 200 juta pounds untuk merekrut ketiganya, Arteta menyatakan bahwa masih ada waktu dan peluang bagi klub untuk melakukan lebih banyak pembelian pemain.
Dia mengatakan, "Mari kita lihat, masih banyak waktu di pasar transfer dan harapan kami juga ada pada beberapa pemain kami. Jadi kami harus melihat bagaimana perkembangannya dalam beberapa minggu ke depan."
Arteta menyadari bahwa jendela transfer masih berlangsung dan Arsenal akan tetap waspada terhadap peluang yang muncul.
Dia menegaskan bahwa klub akan mempertimbangkan pemain yang dapat memberikan kontribusi positif bagi tim, baik dalam kedatangan maupun kepergian.
Meskipun belum ada keputusan yang pasti, Arteta percaya bahwa jendela transfer masih jauh dari selesai bagi Arsenal saat ini.
Selain itu, Arteta juga membahas masa depan Folarin Balogun, pemain yang tampil mengesankan selama masa peminjamannya dengan Reims musim lalu.
Baca Juga; Guendogan Optimistis dengan Peluang Barcelona di Liga Champions dan Siap Bermain di Mana Saja
Balogun menjadi incaran Inter setelah mereka gagal merekrut Romelu Lukaku. Arteta mengungkapkan bahwa Arsenal harus mempertimbangkan dengan baik langkah terbaik yang akan diambil terkait Balogun.
Dia ingin memberikan kesempatan kepada Balogun untuk tampil dalam beberapa pertandingan lagi sebelum membuat keputusan akhir.
Arteta menegaskan bahwa Arsenal akan melihat penampilan Balogun dalam pertandingan berikutnya dan kemudian membuat keputusan terbaik untuk kepentingan klub dan perkembangan karier pemain tersebut.
Arsenal ingin memastikan langkah yang diambil sejalan dengan visi dan tujuan jangka panjang klub dalam membangun skuat yang kompetitif.
Arsenal Mengukuhkan Kedalaman Skuat dan Arteta Menjaga Kepercayaan pada Folarin Balogun

Arteta Menjaga Kepercayaan pada Folarin Balogun - pewarta nusantara - (Foto: Sunday World)
Arsenal melakukan sejumlah pembelian pemain dengan tujuan untuk mengukuhkan kedalaman skuat mereka.
Pelatih Mikel Arteta memahami pentingnya memiliki opsi yang beragam dan pemain yang berkualitas untuk menghadapi jadwal yang padat dan kompetisi yang sengit.
Dengan merekrut pemain-pemain baru, Arsenal berharap dapat meningkatkan performa tim secara keseluruhan.
Arteta menekankan pentingnya mempertahankan kepercayaan pada Folarin Balogun, seorang pemain muda berbakat yang telah menunjukkan potensinya.
Baca Juga; Son Heung-min Tetap Setia dengan Tottenham dan Memiliki Banyak Target di Premier League
Meskipun Balogun sedang menjadi incaran klub lain, Arteta ingin memberikan kesempatan kepada pemain tersebut untuk terus berkembang di Arsenal.
Dia mengungkapkan, "Kami ingin melihatnya, kami ingin merasakannya di beberapa pertandingan berikutnya... kemudian kami akan membuat keputusan terbaik."
Dalam strategi pembelian pemainnya, Arsenal juga memperhatikan faktor jangka panjang dan membangun fondasi yang kuat.
Mereka berusaha untuk tidak hanya memperoleh pemain-pemain hebat, tetapi juga mempertimbangkan kesesuaian mereka dengan filosofi dan gaya permainan klub.
Arteta berusaha memastikan bahwa setiap pemain baru yang direkrut dapat beradaptasi dengan baik dan memberikan kontribusi yang berarti.
Dalam upaya mengukuhkan kedalaman skuat, Arsenal berharap dapat menghadapi tantangan kompetisi dengan lebih baik dan memberikan opsi rotasi yang lebih baik kepada pemain.
Dengan jadwal yang padat dan berbagai kompetisi yang harus dijalani, memiliki pemain-pemain berkualitas menjadi kunci dalam menjaga performa tim tetap konsisten.
Arteta dan staf pelatih Arsenal akan terus memantau perkembangan pemain dan melakukan evaluasi secara rutin.
Mereka berkomitmen untuk mengambil keputusan terbaik yang akan menguntungkan klub dan membantu mencapai tujuan jangka panjang Arsenal.
Dengan mempertahankan kepercayaan pada pemain muda seperti Balogun dan mengembangkan potensi mereka, Arsenal berharap dapat membangun masa depan yang cerah dan kompetitif. (*Ibs)
Pewarta Nusantara, Sepak Bola - Arsenal berhasil mengalahkan Manchester City dalam perburuan pemain timnas Inggris, Declan Rice, setelah melakukan negosiasi sengit.
Kabar tersebut mengindikasikan bahwa West Ham setuju untuk menjual Rice ke Arsenal dengan biaya mencapai 100 juta pounds, menjadikannya pembelian termahal dalam sejarah Arsenal.
Jika transfer ini terkonfirmasi, Rice juga akan menjadi pemain Inggris termahal sepanjang masa, mengalahkan rekor yang sebelumnya dipegang oleh Jack Grealish. Sebelumnya, Arsenal harus bersaing ketat dengan Manchester City untuk memperebutkan Rice.
Namun, City tidak bersedia mengeluarkan jumlah uang yang sama besar dengan Arsenal, dan mereka mundur dari persaingan setelah penawaran mereka senilai 80 juta pounds ditolak oleh West Ham.
Baca Juga: Inigo Martinez Bergabung dengan Barcelona: Penguatan Baru di Lini Belakang untuk Klub Blaugrana
Dengan berhasil merekrut Rice, Arsenal telah menghabiskan dana sekitar 165 juta pounds untuk dua pemain musim panas ini, setelah sebelumnya merekrut Kai Havertz dari Chelsea dengan biaya 65 juta pounds. (Ibs)
Pewarta Nusantara, Solo - Nicolas Pepe, pemain Arsenal, mengkritik pelatih Mikel Arteta atas jarangnya kesempatan bermain yang diberikan kepadanya.
Meskipun demikian, Pepe mengungkapkan bahwa hubungannya dengan Arteta telah membaik. Pepe juga menyoroti penampilannya yang mengecewakan musim lalu, yang akhirnya membuatnya dipinjamkan ke Nice tanpa opsi permanen.
Meski kembali ke Arsenal, kemungkinan Pepe akan dilepas kembali. Dalam keterangannya, Pepe menegaskan bahwa Arteta sebenarnya memiliki kepercayaan padanya dan berusaha meningkatkan kualitas permainannya.
Pepe menyoroti perbedaan filosofi Arteta dengan apa yang dia alami sebelumnya. Ketika Arteta bergabung dengan Arsenal, dia membawa filosofi yang dia pelajari di Manchester City, dengan skuat yang memiliki kualitas dan cadangan di setiap posisi.
Pepe mengungkapkan bahwa Arteta mengidentifikasinya sebagai pemain yang memiliki potensi luar biasa dan dia berusaha membantu Pepe menggali potensi tersebut.
Namun, dalam beberapa kesempatan, Pepe merasa frustrasi karena merasa menjadi pemain pengganti, meskipun Arteta sebelumnya mengatakan bahwa dia mengandalkan Pepe.
Pepe juga merasa ada kebingungan saat Arsenal merekrut Willian, yang seharusnya bermain di posisi nomor 10 atau sayap, namun sering kali digunakan di posisi sayap untuk beberapa pertandingan berturut-turut.
Meskipun sempat berada di titik terendah, Pepe mengungkapkan bahwa hubungannya dengan Arteta sudah membaik. Mereka mulai berbicara lebih baik dan Arteta terus membantu Pepe dalam hal taktik dan kecerdasan permainan.
Arteta mendorong Pepe untuk meningkatkan aspek permainannya yang membutuhkan kecerdasan, seperti menunggu di zona tertentu dan bermain dengan lebih disiplin.
Meskipun ada perbedaan pendapat dan kesulitan awal, Pepe menegaskan bahwa Arteta selalu ingin membantunya dalam segala hal.
Kisah hubungan antara Pepe dan Arteta menunjukkan bagaimana dinamika antara pemain dan pelatih dapat berubah dari waktu ke waktu.
Meskipun awalnya terdapat ketidaksepahaman, mereka kini bekerja sama untuk mencapai potensi terbaik Pepe di Arsenal. (*Ibs)
Baca Juga: Liverpool Mendekati Kesepakatan Transfer Dominik Szoboszlai dengan RB Leipzig