Pewarta Nusantara
Add Post Menu

Chelsea

Seka one Seka one
3 minggu yang lalu

Eden Hazard, mantan bintang Chelsea dan Real Madrid yang Pensiun pada 2023 di usia 32 tahun, baru-baru ini berbagi cerita hidupnya yang kini jauh dari gemerlap sepak bola profesional. Ia mengaku menjalani hari-hari biasa seperti "sopir taksi" yang santai, fokus pada keluarga dan golf daripada rutinitas latihan ketat.


Hazard tinggal di Belgia bersama istri dan anak-anaknya, menghabiskan waktu bermain golf hampir setiap hari, bahkan ikut turnamen amal. "Saya bangun siang, main golf, pulang, dan itu saja. Mirip sopir taksi, bukan pesepakbola lagi," ujarnya dalam wawancara terkini, menekankan kebebasan tanpa tekanan kompetisi.

Meski karir akhirnya di Real Madrid kurang memuaskan karena cedera, Hazard puas dengan pencapaiannya di Chelsea (2x Premier League) dan timnas Belgia. Ia menolak tawaran klub lain pasca-pensiun, lebih memilih hidup tenang dan sesekali tampil di acara nostalgia.

Seka one Seka one
1 bulan yang lalu

Alejandro Garnacho, mantan pemain Manchester United yang kini bermain untuk Chelsea, menyindir klub lamanya di media sosial jelang laga Chelsea vs Arsenal di Piala Carabao. Ia unggah pernyataan meremehkan kesulitan bermain di Old Trafford, dengan kalimat "Semua orang tahu betapa sulitnya bermain di sana. Jika Manchester United bisa menang di Emirates, kami juga bisa," yang memicu backlash fans Setan Merah.


Chelsea kalah 2-0 dari Arsenal pada 4 Februari 2026, tersingkir dari turnamen, sehingga sindiran Garnacho langsung dibalas fans MU dengan ejekan "karma dibayar cash" di X dan Instagram. Banyak meme beredar sindir Garnacho yang gagal dan masa sulitnya di MU sebelum pindah pada 2025 akibat konflik dengan pelatih Ruben Amorim.


Sindiran ini muncul pasca kegagalan Garnacho di MU, di mana ia minim menit bermain musim 2025/26 dan dikucilkan setelah reaksi frustasi di final Europa League. Kini di Chelsea, performanya belum impresif, tambah kontroversi ini.

Seka one Seka one
1 bulan yang lalu

Liam Rosenior, pelatih Chelsea, membalas kritik pedas Paul Merson setelah tim tersingkir dari semifinal Piala Liga (Carabao Cup) oleh Arsenal dengan agregat 4-2 pada 3 Februari 2026. Chelsea kalah 1-0 di leg kedua Emirates Stadium, dengan Merson menampilkan taktik pasif Rosenior yang gagal memberikan defisit 3-2 dari leg pertama.

Paul Merson, analis Sky Sports dan eks gelandang Arsenal, menyebut Chelsea bermain "second gear" tanpa keberanian, seperti melawan tim kasta rendah meski punya skuad mumpuni. Ia menilai pemain Chelsea keluar lapangan dengan penyesalan karena tak "give it a go," dan memprediksi kemarahan fans jika tak lolos.


Rosenior menanggapi: "I've be a pundit, it's easy," tekanan kritik mudah dari studio dengan melihat ke belakang, sementara pelatih menghadapi risiko—kalah agresif disebut gila, kalah membela disebut berpura-pura. Ia memuji semangat pemain seperti Cole Palmer dan Estevao meski cedera, serta menyebut kekalahan akibat margin halus saat serangan akhir.​

Arsenal mencetak gol tunggal di babak kedua saat Chelsea "throw the kitchen sink," mengakhiri puasa final Piala Liga enam tahun. Jamie Redknapp tambah kritik soal hilangnya pola permainan Chelsea di akhir.

Seka one Seka one
1 bulan yang lalu

Jose Mourinho melontarkan Sindiran Pedas kepada mantan klubnya, termasuk Manchester United dan Real Madrid, atas keputusan merekrut pelatih muda tanpa rekam jejak prestasi signifikan. Kritik ini disampaikan pelatih Benfica saat konferensi pers usai kekalahan dari Juventus di Liga Champions pada 22 Januari 2026.

Sindiran Mourinho menyasar empat klub besar yang pernah ia latih: Manchester United (Michael Carrick, 44 tahun, interim), Real Madrid (Alvaro Arbeloa, 43 tahun, interim), Chelsea (Liam Rosenior, 41 tahun), dan Inter Milan (Cristian Chivu, 45 tahun). Ia menyebut penunjukan pelatih "tanpa sejarah dan prestasi" di klub elit sebagai "kejutan nyata", berbeda dengan klub Italia seperti AC Milan atau Juventus yang memilih pelatih berpengalaman.

Mourinho menyoroti pencapaiannya sendiri, seperti tiga trofi di Manchester United yang dianggap "bencana" oleh sebagian pihak, untuk membandingkan standar penilaian. Pernyataan ini muncul di tengah situasi sulit klub-klub tersebut musim 2025-2026, termasuk pemecatan Ruben Amorim di United dan Xabi Alonso di Madrid.

Pole Vox Pole Vox
2 bulan yang lalu

Chelsea menjadi satu-satunya klub di dunia yang secara resmi berhak menyandang gelar **FIFA Club World Cup Champions** hingga 2029. Status eksklusif itu diberikan langsung oleh FIFA sebagai bentuk pengakuan terhadap juara edisi 2021—turnamen terakhir dengan format lama—di mana Chelsea mengalahkan Palmeiras 2-1 pada partai final.

Keputusan FIFA ini tak lepas dari perubahan besar format Piala Dunia Antarklub. Mulai 2025, turnamen tersebut akan dirombak menjadi kompetisi empat tahunan dengan 32 tim, menyerupai format Piala Dunia antarnegara. Chelsea, sebagai juara terakhir era lama, diberi legitimasi historis untuk tetap menggunakan titel juara dunia klub hingga edisi baru benar-benar bergulir dan menghasilkan pemenang resmi pertama.

Situasi ini sekaligus menjelaskan mengapa Paris Saint-Germain (PSG), meski menorehkan prestasi internasional, belum berhak atas gelar serupa. Pada 2024, PSG menjuarai **FIFA Intercontinental Cup** setelah menundukkan Real Madrid melalui adu penalti. Namun, FIFA menegaskan bahwa turnamen tersebut merupakan ajang transisi, bukan pengganti penuh Piala Dunia Antarklub.

Dalam klasifikasi FIFA, **Club World Cup** ditempatkan sebagai gelar paling prestisius, sementara **Intercontinental Cup** diposisikan sebagai kejuaraan antar benua—jembatan menuju format baru. Artinya, status juara Intercontinental Cup tidak memberikan hak simbolik dan historis setara dengan gelar juara dunia klub.

Mulai 2025, seluruh klub elite dunia, termasuk para juara Liga Champions Eropa dan kandidat kuat seperti PSG, wajib mengikuti format baru Club World Cup jika ingin menyandang gelar juara dunia klub secara resmi. Tidak ada lagi jalur pintas atau klaim transisi.

Chelsea pun menikmati keistimewaan tambahan: klub asal London itu diizinkan mengenakan **badge khusus juara dunia** di jersey mereka hingga 2029. PSG, sebaliknya, masih harus menunggu kesempatan tampil di turnamen besar FIFA berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2025 di Amerika Serikat.

Dengan perubahan lanskap ini, pertanyaan besar pun muncul: siapa yang akan mendominasi era baru Piala Dunia Antarklub—Chelsea dengan warisan legitimasi historisnya, atau PSG yang masih mengejar pengakuan tertinggi di pa

nggung global?

Sumber: bola_bini

Ardi Sentosa Ardi Sentosa
2 tahun yang lalu

Pewarta Nusantara, Sepak Bola - Bursa transfer musim panas 2023 telah menjadi tantangan bagi Chelsea karena kehilangan banyak gelandang berpengalaman.

Saat ini, lini tengah The Blues didominasi oleh pemain-pemain muda yang masih perlu mengasah kualitas mereka.

Manajer Chelsea, Mauricio Pochettino, merasa bahwa kualitas skuatnya saat ini belum sepenuhnya memuaskan.

Ia menyadari bahwa timnya membutuhkan satu gelandang berpengalaman untuk memberikan stabilitas dan kebijaksanaan di lini tengah.

"Kami merasa masih memerlukan satu gelandang baru yang berpengalaman. Saya mencari sosok yang memiliki banyak pengalaman," tegas Pochettino seperti yang dilansir oleh London Evening Standard.

"Saat ini, kami sedang berusaha keras untuk mewujudkannya. Namun, tidak hanya itu saja, kami juga sedang mencari pemain anyar di beberapa posisi lainnya," tambahnya lagi.

Sementara itu, Pochettino juga memberikan keyakinan mengenai masa depan Conor Gallagher di klub. Pelatih berpaspor Argentina ini menyatakan bahwa Gallagher masih menjadi bagian dari rencana tim untuk musim 2023-24.

"Saya telah berbicara dengan Conor sejak hari pertama kami bertemu. Dia masih memiliki peran penting dalam rencana kami untuk musim depan."

Baca Juga; Perebutan Prioritas: Romelu Lukaku vs Jonathan David dalam Bidikan Juventus untuk Menguatkan Lini Depan di Serie A

"Walaupun begitu, kita semua tahu bahwa dalam dunia sepak bola, segala kemungkinan bisa terjadi, terutama dalam Bursa Transfer. Namun, saya sangat senang dengan performa Conor dan dia masih memiliki kontrak selama dua tahun bersama kami," tutur Pochettino.

Baru-baru ini, beredar kabar bahwa Conor Gallagher akan meninggalkan Stamford Bridge. Gelandang berusia 23 tahun tersebut disebut-sebut masuk dalam radar West Ham United, yang juga tertarik untuk merekrutnya.

Meskipun demikian, Chelsea tampaknya memiliki rencana khusus untuk mempertahankan Gallagher di skuat mereka.

Performa apik yang ditunjukkan oleh gelandang muda ini membuat manajemen The Blues yakin bahwa dia memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pemain bintang di masa depan.

Kini, tinggal ditunggu bagaimana perkembangan situasi di bursa transfer dan apakah Chelsea berhasil mendatangkan gelandang berpengalaman sesuai dengan keinginan Pochettino. (*Ibs)

Gunawan Prasetio Gunawan Prasetio
2 tahun yang lalu

Pewarta Nusantara, Sepak Bola - The Blues meraih kemenangan 4-3 atas Brighton dalam laga uji coba pramusim, di mana Nicolas Jackson berhasil mencatatkan gol pertamanya untuk Chelsea.

Pelatih Chelsea, Mauricio Pochettino, memberikan pembelaan atas perekrutan Jackson dari Villarreal. Meskipun ada kekhawatiran bahwa Chelsea merekrut pemain 'one season wonder', Pochettino percaya bahwa Jackson memiliki potensi besar sebagai pemain hebat untuk klub.

Nicolas Jackson, pemain berusia 22 tahun, telah berhasil mencetak 13 gol dalam 38 pertandingan bersama Villarreal musim lalu, menandai musim keduanya bermain di level tertinggi kompetisi dalam kariernya. Chelsea merekrutnya dengan biaya sekitar 35 juta euro.

Namun, Pochettino yakin bahwa keputusan merekrut Jackson dipengaruhi oleh penilaian atas kualitas dan bakat pemain tersebut.

Pelatih ini menyadari bahwa Jackson membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan klub baru dan menghadapi persaingan di Premier League.

Baca Juga; Aston Villa Resmi Rekrut Moussa Diaby dari Leverkusen sebagai Pemain Termahal Klub

Namun, Pochettino percaya bahwa sang pemain memiliki talenta besar dan berpotensi menjadi pemain kunci bagi Chelsea di masa depan.

Tidak hanya Jackson, laga uji coba melawan Brighton juga melihat penyerang lain seperti Mykhailo Mudryk dan Christopher Nkunku mencetak gol.

Pochettino mengakui betapa pentingnya bagi para penyerang untuk mencetak gol, karena hal ini akan meningkatkan kepercayaan diri mereka sendiri.

Pelatih ini menekankan bahwa mencetak gol adalah hal yang selalu penting dalam sepakbola, dan tim akan terus bekerja keras untuk berkembang dan menciptakan lebih banyak peluang serta mencetak gol lebih banyak lagi.

Pochettino berkomitmen untuk terus melatih tim dalam rangka menyongsong pertandingan pertama di Premier League dengan kondisi terbaik. (*Ibs)

Gunawan Prasetio Gunawan Prasetio
2 tahun yang lalu

Pewarta Nusantara, Sepak Bola - Pada Selasa (18/7) malam WIB, Chelsea mengumumkan kabar buruk bahwa Wesley Fofana mengalami cedera lutut yang serius.

Bek asal Prancis ini kemungkinan besar harus menepi hingga pertengahan 2024. Cedera ini membuat Chelsea terpaksa kembali berburu pemain untuk mengisi posisi bek sentral yang ditinggalkan oleh Fofana.

Mauricio Pochettino, manajer The Blues, menyatakan rasa kesedihannya karena Fofana merupakan pemain penting di skuat.

Saat ini, mereka hanya bisa membantu proses pemulihan sang pemain dan mencari solusi untuk mengatasi kekosongan di lini belakang.

Petualangan Fofana di London Barat memang diwarnai dengan cedera serius. Meskipun baru bergabung selama setahun, pemain berusia 22 tahun ini sudah mengalami dua kali cedera serius.

Musim lalu, Fofana mengalami cedera lutut yang membuatnya absen selama empat bulan. Namun, meski terbatas waktu bermain, ia tetap mampu menunjukkan performa gemilang dalam 20 penampilannya di berbagai kompetisi.

Dalam situasi ini, Chelsea harus mencari jalan keluar untuk mengisi kekosongan bek sentral di skuat mereka. Opsi pertama adalah mengandalkan pemain yang ada dalam skuat saat ini.

Namun, jika solusi tersebut tidak memadai, kemungkinan besar mereka akan mencari pemain baru untuk mengisi peran tersebut.

Baca Juga; Kembalinya Arsenal ke Panggung Liga Champions: Aaron Ramsdale Siap Mengejutkan Dunia Sepak Bola!

Sang pemain diharapkan bisa menjadi suksesor Thiago Silva yang telah berusia 38 tahun dan membawa kestabilan di lini belakang Chelsea.

Semoga proses pemulihan Fofana berjalan dengan baik, dan Chelsea dapat menemukan pilihan yang tepat untuk mengatasi tantangan ini dalam persiapan menghadapi musim mendatang. (*Ibs)

Gunawan Prasetio Gunawan Prasetio
2 tahun yang lalu

Pewarta Nusantara, Sepak Bola - Setelah Cesar Azpilicueta meninggalkan Chelsea dan bergabung dengan Atletico Madrid, posisi kapten klub London Biru saat ini kosong.

Namun, pemain muda Chelsea, Reece James, tampak memiliki ambisi besar untuk menjadi kapten The Blues di masa depan.

Hal ini diungkapkan oleh ayahnya, Nigel James, yang menyatakan bahwa Reece sangat mencintai Chelsea dan bercita-cita menjadi pemimpin tim.

Nigel James mengakui bahwa Reece James merupakan pemain top yang banyak diminati oleh klub-klub lain. Namun, ia menegaskan bahwa saat ini Reece adalah pemain Chelsea dan tidak melihat adanya perubahan dalam situasi tersebut.

Ayahnya juga mengungkapkan bahwa Reece telah menjadi bagian dari Chelsea sejak usia enam tahun dan memiliki ambisi yang besar untuk menjadi kapten tim.

Kehilangan ban kapten musim lalu dan mengalami cedera yang membuatnya harus keluar dari lapangan sangat menyakitkan baginya.

Baca Juga; Postecoglou Menunda Pemilihan Kapten, Berharap Harry Kane Bertahan di Tottenham

Reece James juga disebut sebagai salah satu kandidat favorit untuk menjadi kapten selanjutnya menurut laporan Evening Standard.

Namun, kandidat terkuat saat ini adalah Thiago Silva dan Kepa Arrizabalaga. Pelatih Chelsea, Mauricio Pochettino, mengungkapkan bahwa ia perlu melihat seluruh skuat terlebih dahulu sebelum memutuskan siapa yang akan menjadi kapten.

Pochettino ingin merasakan komitmen, karakter, dan kepribadian para pemain sebelum mengambil keputusan tersebut.

Masa depan Kapten Chelsea masih menjadi tanda tanya, dan Reece James tampak memiliki ambisi yang kuat untuk mengemban peran tersebut.

Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan manajemen klub dan pelatih, yang perlu melihat berbagai faktor sebelum menentukan siapa yang akan memegang ban kapten di masa depan. (*Ibs)

Gunawan Prasetio Gunawan Prasetio
2 tahun yang lalu

Pewarta Nusantara, Sepak Bola - Mykhailo Mudryk, pemain yang direkrut dengan harga fantastis sebesar 88,5 juta pounds dari Shakhtar Donetsk pada Januari lalu, mendapatkan perhatian dari pelatih Chelsea, Mauricio Pochettino.

Pochettino berkomitmen untuk membantu Mudryk mencapai potensi terbaiknya, meskipun performanya selama enam bulan pertama bersama The Blues kurang mengesankan dengan tidak mencetak gol dan hanya memberikan satu assist.

Pochettino berencana untuk meluangkan waktu untuk berbicara dan mengenal Mudryk secara lebih mendalam sebelum memulai sesi pra-musim, dengan harapan dapat merancang strategi terbaik untuk membantu pemain timnas Ukraina tersebut mencapai level yang diharapkan ketika Chelsea merekrutnya.

Selain membahas tentang Mudryk, Pochettino juga memberikan pandangannya tentang Raheem Sterling, pemain lain yang tampaknya mengalami performa yang menurun setelah bergabung dengan Chelsea dari Manchester City tahun lalu.

Sterling juga kehilangan tempat di timnas Inggris karena performa yang kurang memuaskan. Pochettino mengakui bahwa Sterling adalah pemain yang sangat bagus, namun adanya situasi dan tekanan di klub bisa membuat adaptasinya menjadi lebih sulit dan performanya tidak sejalan dengan yang ditunjukkan di klub sebelumnya.

Baca Juga; Arsenal Mengamankan Transfer Declan Rice dengan Biaya yang Mencapai Rekor Klub

Pochettino menyebut bahwa penting bagi para pemain untuk menemukan tempat mereka di tim, baik di tempat latihan maupun dalam pertandingan. Ia menegaskan bahwa pemain tidak boleh disalahkan secara langsung, melainkan perlu dipahami apa yang terjadi dan mengapa performa mereka tidak sesuai harapan.

Setelah itu, baru ada alasan untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk meningkatkan penampilan mereka. Pochettino menunjukkan komitmennya sebagai pelatih Chelsea dengan berusaha memahami dan memberikan bantuan kepada pemain seperti Mykhailo Mudryk dan Raheem Sterling yang menghadapi tantangan dalam penampilan mereka.

Pochettino menyadari pentingnya komunikasi dan pemahaman yang mendalam terhadap situasi individu para pemain guna membantu mereka mencapai potensi terbaiknya. Dalam usaha membawa Chelsea ke level yang diharapkan, Pochettino berfokus pada pembinaan dan peningkatan performa para pemain, sambil tetap memperhatikan situasi tim dan menjaga kohesi di dalam skuat. (*Ibs)