Pewarta Nusantara
Add Post Menu

Liga Champions

Seka one
1 bulan yang lalu
Drama Kartu Merah Mourinho Warnai Kemenangan Madrid atas Benfica

Drama Kartu Merah Mourinho Warnai Kemenangan Madrid atas Benfica

Drama Kartu Merah Mourinho Warnai Kemenangan Madrid atas Benfica
News

Real Madrid baru saja mengalahkan Benfica dengan skor meyakinkan di babak play-off Liga Champions 2025-2026, meski laga penuh drama termasuk kartu merah Jose Mourinho.

Di leg pertama play-off pada 18 Februari 2026 di Estadio da Luz, Real Madrid menang 1-0 berkat gol jarak jauh indah Vinicius Jr, meski Benfica dominan awal dan sempat tekan keras. Ini balasan dari kekalahan dramatis 2-4 di fase liga (Januari 2026) di mana Benfica comeback dengan penalti, gol cepat Schjelderup, dan sundulan kiper Trubin di injury time.

Jose Mourinho, pelatih Benfica, dikartu merah karena protes keras ke wasit atas keputusan penalti dan VAR; situasi panas setelah dua kartu merah total di laga fase liga sebelumnya. Kemenangan ini jadi modal kuat Madrid menuju leg kedua di Bernabeu (26 Februari), cukup imbang untuk lolos 16 besar.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Seka one
2 bulan yang lalu
Jose Mourinho Sebut Gol Trubin Bukan Kebetulan

Jose Mourinho Sebut Gol Trubin Bukan Kebetulan

Jose Mourinho Sebut Gol Trubin Bukan Kebetulan
News

Jose Mourinho menciptakan momen epik di Liga Champions 2025-2026 saat melatih Benfica melawan Real Madrid, di mana kiper Anatoliy Trubin mencetak gol sundulan dramatis di menit akhir. Kemenangan 4-2 ini mengirim Benfica ke babak playoff sambil menyingkirkan Real Madrid dari posisi aman.

Benfica unggul 3-2 tapi masih kalah selisih gol dari Marseille, sehingga Mourinho memerintahkan kiper Trubin maju ke kotak penalti lawan pada tendangan bebas menit 97-98. Trubin melompat tinggi menyundul umpan silang tepat ke gawang kosong Real Madrid, memastikan skor 4-2.

Mourinho memuji gol Trubin sebagai "momen bersejarah" yang bukan kebetulan, karena kiper itu pernah mencoba hal serupa saat lawan Porto. Ia menyebutnya luar biasa untuk prestise dan ekonomi Benfica, serta merayakannya dengan lari emosional di pinggir lapangan.

Benfica finis peringkat 14 dengan 9 poin tambahan, lolos playoff, sementara Real Madrid turun ke posisi 9 dengan 15 poin dan tersingkir dari fase grup utama. Dua kartu merah Madrid (Raul Asencio dan Rodrygo) memperburuk nasib mereka.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Seka one
2 bulan yang lalu
Mourinho Sindir Mantan Klub: Pelatih Muda Tanpa Prestasi, Kejutan Nyata

Mourinho Sindir Mantan Klub: Pelatih Muda Tanpa Prestasi, Kejutan Nyata

Mourinho Sindir Mantan Klub: Pelatih Muda Tanpa Prestasi, Kejutan Nyata
News

Jose Mourinho melontarkan Sindiran Pedas kepada mantan klubnya, termasuk Manchester United dan Real Madrid, atas keputusan merekrut pelatih muda tanpa rekam jejak prestasi signifikan. Kritik ini disampaikan pelatih Benfica saat konferensi pers usai kekalahan dari Juventus di Liga Champions pada 22 Januari 2026.

Sindiran Mourinho menyasar empat klub besar yang pernah ia latih: Manchester United (Michael Carrick, 44 tahun, interim), Real Madrid (Alvaro Arbeloa, 43 tahun, interim), Chelsea (Liam Rosenior, 41 tahun), dan Inter Milan (Cristian Chivu, 45 tahun). Ia menyebut penunjukan pelatih "tanpa sejarah dan prestasi" di klub elit sebagai "kejutan nyata", berbeda dengan klub Italia seperti AC Milan atau Juventus yang memilih pelatih berpengalaman.

Mourinho menyoroti pencapaiannya sendiri, seperti tiga trofi di Manchester United yang dianggap "bencana" oleh sebagian pihak, untuk membandingkan standar penilaian. Pernyataan ini muncul di tengah situasi sulit klub-klub tersebut musim 2025-2026, termasuk pemecatan Ruben Amorim di United dan Xabi Alonso di Madrid.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Gunawan Prasetio
1 tahun yang lalu
Raphinha Yakin Barcelona dan Manchester City Bertemu di Final Liga Champions

Raphinha Yakin Barcelona dan Manchester City Bertemu di Final Liga Champions

News

Pewarta Nusantara, 17 Januari 2025 – Gelandang serang Barcelona, Raphinha, mengungkapkan keyakinannya terhadap peluang besar timnya untuk mencapai puncak kompetisi Liga Champions musim 2024/2025. Pemain asal Brasil tersebut memprediksi bahwa Barcelona akan bertemu Manchester City dalam partai Final Liga Champions yang dinantikan.

Sebagai salah satu pilar utama tim Catalan musim ini, Raphinha telah menunjukkan performa luar biasa dengan mencetak 19 gol dan mencatatkan 19 assist dalam 27 laga. Optimismenya semakin bertumbuh setelah Barcelona mendominasi fase grup dengan lima kemenangan dari enam pertandingan, yang membawa mereka ke puncak klasemen grup.

Prediksi Final: Duel Dua Raksasa Eropa

Ketika ditanya mengenai prediksinya, Raphinha menjawab dengan penuh percaya diri, "Saya percaya final Liga Champions musim ini akan mempertemukan Barcelona dan Manchester City." Pernyataan tersebut mencerminkan ambisi besar pemain yang didatangkan dari Leeds United pada 2022 itu.

Meski demikian, Raphinha menyadari jalan menuju final tidak akan mudah. Barcelona harus menghadapi lawan-lawan tangguh di fase gugur untuk mewujudkan prediksi tersebut.

Statistik Mengesankan Barcelona dan Manchester City

Barcelona di bawah arahan Hansi Flick tampil gemilang dengan mencatatkan 21 gol dalam kompetisi sejauh ini, menjadikan mereka salah satu tim paling produktif. Di sisi lain, Manchester City, yang berada di posisi kedua grup mereka, juga dianggap sebagai salah satu kandidat kuat juara.

Dengan performa ini, tidak mengherankan jika banyak pihak, termasuk Raphinha, memprediksi duel seru antara kedua tim di partai final.

Ujian Berikutnya: Laga Melawan Benfica

Namun, sebelum melangkah lebih jauh, Barcelona harus terlebih dahulu menghadapi Benfica pada 22 Januari 2025. Laga tandang ini menjadi momen krusial untuk menjaga momentum tim dan memperkuat posisi mereka di kompetisi.

Raphinha bersama timnya kini fokus memberikan yang terbaik, demi mengukir sejarah baru bagi Barcelona di Liga Champions musim ini.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Gunawan Prasetio
2 tahun yang lalu
Kembalinya Arsenal ke Panggung Liga Champions: Aaron Ramsdale Siap Mengejutkan Dunia Sepak Bola!

Kembalinya Arsenal ke Panggung Liga Champions: Aaron Ramsdale Siap Mengejutkan Dunia Sepak Bola!

News

Pewarta Nusantara, Sepak Bola - Arsenal Sudah Lama Absen dari Liga Champions, Aaron Ramsdale Tidak Sabar Menghadapi Tim Raksasa dan Kecil di Eropa.

Arsenal telah menghadapi absen yang cukup lama dari panggung Liga Champions. Terakhir kali The Gunners berpartisipasi dalam kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa adalah pada musim 2016-17.

Namun, semangat dan ambisi untuk kembali berkompetisi di level tertinggi sepak bola Eropa terus membara di antara para pemain, termasuk sang kiper, Aaron Ramsdale.

Dalam wawancara dengan TNT Sports, Aaron Ramsdale menyatakan rasa tak sabarnya untuk merasakan atmosfer pertandingan Liga Champions.

Menurutnya, seluruh tim sudah sangat bersemangat dan tak sabar untuk tampil di stadion-stadion megah dan menghadapi tim-tim elit.

Ramsdale percaya bahwa kehadiran Arsenal akan mengejutkan banyak pihak, mengingat para pemain mereka mungkin memiliki pengalaman pertama di kompetisi ini.

Belum banyak yang mengetahui bagaimana reaksi mereka, sehingga Arsenal bisa menjadi kejutan dalam persaingan tersebut.

Tidak hanya itu, Ramsdale juga menyampaikan keinginannya untuk bertemu dengan dua raksasa sepak bola Spanyol, Real Madrid dan Barcelona, di panggung Liga Champions.

Baginya, bermain di markas dua tim tersebut adalah sebuah kehormatan dan pengalaman yang sangat diidamkan oleh banyak pemain sepak bola.

Namun, Ramsdale juga sadar akan potensi dari tim-tim kecil lainnya, yang mungkin bisa memberikan atmosfer kandang yang mencekam.

Ia menilai bahwa melawan tim-tim kecil juga akan menjadi tantangan yang menarik dan menyenangkan bagi Arsenal.

Menjelang pengundian grup Liga Champions, peluang Arsenal untuk berada dalam satu grup dengan tim-tim raksasa terbuka lebar.

Baca Juga; Aubameyang Menuju Marseille sebagai Pengganti Sanchez

Dengan tergabung di pot B, mereka berpotensi bertemu dengan tim-tim tangguh seperti Barcelona, Bayern Munich, Paris Saint-Germain, atau AC Milan.

Bagi Arsenal, kembali ke Liga Champions adalah langkah penting dalam mengukur sejauh mana mereka bisa bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa.

Dengan semangat dan keyakinan dari para pemain, termasuk Aaron Ramsdale, The Gunners berharap bisa memberikan performa terbaik dan membuktikan diri sebagai kekuatan yang patut dihormati di panggung Eropa.

Semua penggemar sepak bola khususnya Arsenal pasti menantikan momen-momen menegangkan dan laga seru di kompetisi yang bergengsi ini. (*Ibs)

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Gunawan Prasetio
2 tahun yang lalu
Guendogan Optimistis dengan Peluang Barcelona di Liga Champions dan Siap Bermain di Mana Saja

Guendogan Optimistis dengan Peluang Barcelona di Liga Champions dan Siap Bermain di Mana Saja

News

Pewarta Nusantara, Sepak Bola - Ilkay Guendogan, pemain baru Barcelona, ​​mengungkapkan pandangannya mengenai berbagai hal dalam konferensi pers pertamanya sebagai pemain Barca. Dia berbicara tentang posisi terbaiknya dan peluang Barcelona di Liga Champions.

Meskipun Barcelona gagal melaju dari babak grup Liga Champions dan terlempar ke Liga Europa, Guendogan tetap optimistis dengan potensi tim di kompetisi tersebut.

Dia menyatakan, "Tim telah memenangkan LaLiga, kami ingin memiliki lebih banyak potensi di Liga Champions dan saya yakin kami dapat memiliki kepercayaan diri untuk melakukannya. Merupakan tanggung jawab yang sangat besar menjadi pemain Barcelona, tetapi saya yakin kami akan berhasil."

Guendogan menyadari bahwa Liga Champions adalah sebuah trofi yang sulit dan kompetitif. Berdasarkan pengalamannya, ia mengakui bahwa detail-detail kecil dapat membuat perbedaan dalam perjalanan meraih gelar.

Namun, dengan keyakinan dan pengetahuannya, Guendogan merasa bahwa ia dapat memberikan kontribusi untuk membantu Barcelona meraih kesuksesan di kompetisi tersebut.

Selain itu, Guendogan juga mengungkapkan kesiapannya untuk bermain di berbagai posisi gelandang, termasuk sebagai gelandang bertahan pengganti Sergio Busquets.

Baca Juga; Son Heung-min Tetap Setia dengan Tottenham dan Memiliki Banyak Target di Premier League

Dia menyatakan, "Saya siap menggantikan Busquets. Dalam beberapa tahun terakhir, saya telah menunjukkan bahwa saya mampu bermain dalam berbagai peran dan saya yakin saya dapat membantu di mana pun mereka membutuhkan saya."

Guendogan juga menyebut bahwa Xavi telah menilai dirinya sebagai pemain serba bisa dan dia siap bergabung dengan rekan setimnya dalam berbagai posisi dan adaptasi permainan yang diperlukan.

Dengan semangat dan kesiapan Guendogan, Barcelona berharap dapat meraih sukses di Liga Champions dan memperbaiki penampilan mereka musim ini.

Guendogan ingin memberikan kontribusi maksimal dan membantu tim mencapai tujuan mereka di kompetisi bergengsi ini.

Sergio Busquets Menyambut Kehadiran Guendogan di Barcelona dan Menyuarakan Dukungannya untuk Sukses di Liga Champions

Sergio Busquets Menyambut Kehadiran Guendogan di Barcelona dan Menyuarakan Dukungannya untuk Sukses di Liga Champions

Sergio Busquets Menyuarakan Dukungannya untuk Sukses di Liga Champions - pewarta nusantara - (Foto: Daily Mail)

Sergio Busquets, gelandang veteran Barcelona, ​​menyambut kedatangan Ilkay Guendogan ke klub dan menyuarakan dukungannya terhadap ambisi tim dalam meraih sukses di Liga Champions.

Busquets mengakui bahwa Guendogan adalah pemain berkualitas yang dapat memberikan kontribusi signifikan bagi Barcelona.

Busquets menegaskan bahwa persaingan sehat di dalam tim adalah hal yang positif, karena dapat mendorong setiap pemain untuk tampil lebih baik.

Dia mengatakan, "Kedatangan Guendogan adalah tambahan yang bagus untuk tim kami. Kami butuh pemain dengan kualitas seperti dia untuk bersaing di level tertinggi. Saya senang memiliki dia di skuat kami."

Gelandang berusia 33 tahun itu juga mengungkapkan keyakinannya bahwa Guendogan akan mampu beradaptasi dengan baik di Barcelona dan memberikan kontribusi di berbagai posisi.

Baca Juga; Pulisic Diharapkan Landon Donovan Tetap di MLS, LA Galaxy Menjadi Destinasi Ideal

Dia menyebut bahwa kehadiran Guendogan akan memperkaya opsi taktis bagi pelatih dan memperkuat kedalaman skuat.

Tentang ambisi Barcelona di Liga Champions, Busquets menyatakan, "Kami tahu bahwa kompetisi ini sangat sulit, tetapi kami tidak akan menyerah. Kami selalu berusaha untuk meraih yang terbaik dan Liga Champions adalah tujuan utama kami. Kami akan bekerja keras bersama untuk meraih kesuksesan di kompetisi ini."

Sebagai salah satu pemain kunci Barcelona, ​​Busquets berkomitmen untuk memberikan dukungan dan bimbingan kepada Guendogan.

Dia berharap agar Guendogan dapat cepat beradaptasi dengan gaya bermain dan filosofi klub, serta meraih kesuksesan bersama Barcelona.

Dengan kehadiran Guendogan dan dukungan dari pemain senior seperti Busquets, Barcelona berharap dapat menghadapi tantangan Liga Champions dengan lebih percaya diri dan meningkatkan performa mereka untuk mencapai hasil yang lebih baik. (*Ibs)

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Gunawan Prasetio
2 tahun yang lalu
Diego Milito Belum Bisa Move On dari Kekalahan Inter di Final Liga Champions melawan Man City

Diego Milito Belum Bisa Move On dari Kekalahan Inter di Final Liga Champions melawan Man City

News

Pewarta Nusantara, Surabaya - Legenda Inter Milan, Diego Milito, masih terguncang dengan kekalahan mantan timnya di final Liga Champions melawan Manchester City.

Meskipun Inter kalah 0-1 melalui gol dari Rodri, pertandingan tersebut jauh dari yang diprediksi banyak orang, yang mengharapkan dominasi City.

Milito merasa bahwa Inter sebenarnya memiliki peluang untuk menang dalam pertandingan tersebut. Meskipun mereka berhasil menciptakan beberapa peluang melalui Lautaro Martinez, Federico Dimarco, dan Romelu Lukaku, namun Inter tidak berhasil menyamakan kedudukan.

Sebagai juara Liga Champions bersama Inter pada tahun 2010, Milito merasa bahwa timnya pantas mendapatkan lebih banyak dalam pertandingan tersebut.

Dia menyebut perjalanan Inter di Liga Champions sudah luar biasa, karena sedikit yang memprediksi bahwa mereka akan mencapai final.

Baca Juga; Perang Transfer Memanas! Bournemouth Berebut Tanda Tangan Robin Gosens dari Union Berlin, Inter Milan Cari Pengganti Baru!

Milito mengakui bahwa sepak bola memang bisa menjadi kejam, dan pada hari itu keberuntungan tidak berpihak pada Inter. Meskipun Manchester City berhasil mencetak gol dan Inter tidak berhasil membawa pulang piala, Milito tetap memandang perjalanan timnya sebagai sesuatu yang luar biasa. (*Ibs)

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Gunawan Prasetio
2 tahun yang lalu
Rudi Garcia, Jurus Ajaib Napoli: Membawa Klub ke Puncak Liga Champions!

Rudi Garcia, Jurus Ajaib Napoli: Membawa Klub ke Puncak Liga Champions!

News

Pewarta Nusantara, Yogyakarta - Napoli telah membuat kejutan besar dengan penunjukan Rudi Garcia sebagai pelatih baru mereka.

Setelah menghabiskan setahun terakhir di Al Nassr, Garcia kembali ke Eropa untuk menangani tim Italia tersebut. Namun, tugasnya tidaklah mudah karena Napoli merupakan juara bertahan Serie A dan mencapai perempat final Liga Champions.

Tekanan yang dihadapi oleh pelatih asal Prancis ini akan sangat besar untuk mempertahankan gelar juara dan mengulangi kesuksesan yang pernah dicapai oleh Luciano Spalletti.

Meskipun banyak yang meragukan kemampuan Garcia, mantan asistennya, Frederic Bompard, percaya bahwa koleganya akan meraih kesuksesan bahkan melebihi apa yang telah dicapai oleh Spalletti.

Bompard bahkan berani mengatakan bahwa Garcia memiliki impian untuk memenangkan Liga Champions bersama Napoli.

"Rudi bermimpi memenangkan Liga Champions dan saya pikir dia bisa mewujudkannya di Napoli," ungkap Frederic Bompard kepada L'Equipe.

"Saya merasakan bahwa waktunya sudah tiba untuk Rudi. Ada sesuatu yang memberi saya keyakinan bahwa dia akan mengangkat trofi Liga Champions bersama Napoli," tambahnya, seorang rekan kerja Garcia selama 15 tahun.

Namun, catatan buruk Garcia di Liga Champions tidak bisa diabaikan begitu saja. Dari 32 pertandingan yang ia jalani di ajang tersebut, ia hanya meraih tujuh kemenangan.

Bahkan sepanjang karirnya, Garcia hanya berhasil lolos dari fase grup sekali. Prestasinya yang paling bersejarah terjadi saat melatih Lyon pada musim 2019-2020, di mana ia berhasil membawa timnya mencapai semifinal sebelum akhirnya dikalahkan oleh Bayern Munich dengan skor 0-3.

Kini, pertanyaan besar muncul: apakah Rudi Garcia dapat mengubah nasib Napoli dan membawa klub tersebut meraih trofi Liga Champions? Kepercayaan diri yang ditunjukkan oleh Frederic Bompard menjadi bukti bahwa ada keyakinan kuat di dalam tim Napoli bahwa Garcia adalah orang yang tepat untuk tugas tersebut.

Baca juga: Real Madrid Mengejutkan Dunia: Datangkan Joselu sebagai Bomber Baru!

Waktulah yang akan memberikan jawaban, dan para penggemar Napoli pun tidak sabar untuk melihat apakah kehadiran Garcia dapat menjadi jurus ajaib yang membawa klub ke puncak kemenangan di pentas Liga Champions.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Gunawan Prasetio
2 tahun yang lalu
Raphinha Ungkap Target Ambisius Barcelona: Juara Liga Champions Musim Depan!

Raphinha Ungkap Target Ambisius Barcelona: Juara Liga Champions Musim Depan!

News

Pewarta Nusantara, Yogyakarta - Winger Barcelona, Raphinha, mengungkapkan target tinggi yang dipasang oleh klub untuk musim depan, yaitu meraih gelar juara Liga Champions.

Meskipun Barca berhasil menjadi juara LaLiga musim ini, mereka tampil buruk di kompetisi Eropa dengan tersingkir dari babak grup Liga Champions dan Liga Europa.

Raphinha menyampaikan keyakinannya bahwa Barcelona memiliki potensi untuk mencapai target tersebut, terutama dengan kehadiran Xavi sebagai pelatih baru yang memiliki pemahaman mendalam tentang klub.

Menurutnya, Xavi tahu bagaimana mengoptimalkan potensi para pemain dalam tim.

Selain itu, Raphinha juga membahas masa depannya di Barcelona. Meskipun ada laporan tentang kemungkinan penjualannya akibat situasi finansial klub, ia menegaskan bahwa ia akan bertahan di Barca untuk musim depan dan masa-masa mendatang.

Baca juga: Giovanni Simeone Resmi Dipermanenkan oleh Napoli: Siap Berikan Segalanya!

Raphinha menyatakan dedikasinya untuk memenuhi kontrak jangka panjangnya dan terus memberikan kontribusi lebih banyak lagi setelah beradaptasi dengan baik dalam enam bulan pertama di klub tersebut.

Dengan komitmen Raphinha dan tekad Barcelona untuk meraih sukses di panggung Eropa, harapan dan ambisi klub serta pemainnya semakin menarik perhatian para penggemar dan menjanjikan musim yang penuh semangat di masa depan. (*Ibs)

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Gunawan Prasetio
2 tahun yang lalu
Kevin De Bruyne Cedera, Fabio Capello: Manchester City Belum Tentu Juara jika Sang Gelandang Tetap Bermain!

Kevin De Bruyne Cedera, Fabio Capello: Manchester City Belum Tentu Juara jika Sang Gelandang Tetap Bermain!

News

Pewarta Nusantara, Yogyakarta - Kevin De Bruyne mengalami cedera dan harus ditarik keluar dalam pertandingan final Liga Champions antara Manchester City dan Inter Milan.

Menurut Fabio Capello, bekas pelatih AC Milan, kepergian De Bruyne justru menguntungkan Manchester City, dan jika De Bruyne tetap bermain, hasil pertandingan mungkin akan berbeda.

Capello menyatakan pendapatnya kepada Sky Sport Italia, bahwa keluarnya De Bruyne memberikan keuntungan bagi Manchester City.

Phil Foden yang menggantikannya tampil luar biasa dalam pertandingan tersebut. Capello berpendapat bahwa jika De Bruyne masih berada di lapangan, tidak bisa dipastikan bahwa hasilnya akan sama.

Ia juga mencatat bahwa satu kelemahan dari Inter Milan adalah akurasi umpan yang tidak akurat.

Meskipun banyak yang memprediksi kekalahan Inter Milan, tim tersebut berhasil tampil dengan baik dalam pertandingan.

Bahkan, Manchester City terlihat kesulitan dalam menghadapi permainan lawannya. Capello setuju dengan hal ini dan berpendapat bahwa performa Manchester City dan Inter Milan tidak terlalu berbeda.

Perbedaan utamanya terletak pada kualitas pemain yang mempengaruhi skor akhir. Capello menekankan bahwa tidak ada kesenjangan yang besar antara kedua tim tersebut, dan Inter Milan membuang terlalu banyak peluang.

Baca juga: Elkan Baggott Mengungkap Frustrasi dan Pembelajaran Selama Peminjaman ke Cheltenham: Pengalaman Berharga dalam Karirnya

Ia juga menyinggung pengalaman pahitnya sendiri ketika kalah dalam final serupa. Penampilan yang solid dari Inter Milan menggarisbawahi kemampuan tim tersebut dalam menghadapi tantangan besar dan memberikan perlawanan yang tangguh kepada Manchester City.

Tampilan laga final Liga Champions antara Manchester City dan Inter Milan menunjukkan bahwa hasil pertandingan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk cedera pemain kunci.

Pendapat Fabio Capello memberikan sudut pandang yang menarik tentang peran De Bruyne dalam pertandingan dan memperhatikan kekuatan serta kelemahan dari kedua tim yang bertanding. (*Ibs)

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap