Banjir

Dua titik tanggul Sungai Tuntang di Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, jebol pada Senin sore 16 Februari 2026 sekitar pukul 15.00 WIB akibat debit air tinggi pasca-hujan deras.
Luapan air genangi Dukuh Dempel (Desa Pilangwetan) dan Dukuh Wareng (Desa Kebonagung) setinggi 1 meter, lumpuhkan total Jalan Raya Semarang-Purwodadi hingga Grobogan, terdampak 277 rumah (838 jiwa) dan 30 ha sawah.
BPBD Demak evakuasi warga, dua dukuh terisolir sementara; tanggul Wareng pernah jebol tahun lalu, Bupati pertimbangkan naikkan status tanggap darurat.

BNPB melaporkan 11 daerah di Aceh dan Sumatra Barat masih memperpanjang status tanggap darurat akibat bencana Banjir bandang dan longsor sejak akhir Desember 2025. Status ini berlaku hingga awal Januari 2026 untuk memfasilitasi penanganan darurat, dengan Kabupaten Agam khusus mengalami longsor susulan.
Daftar Daerah
- Sumatra Barat: Kabupaten Agam (hingga 5 Januari 2026, kini transisi pemulihan).
- Aceh:
- Pidie (hingga 5 Januari 2026).
- Pidie Jaya.
- Bireuen (hingga 6 Januari 2026).
- Aceh Utara.
- Bener Meriah (hingga 6 Januari 2026).
- Aceh Timur.
- Aceh Tengah.
- Nagan Raya.
- Gayo Lues (hingga 31 Desember 2025).
- Aceh Tamiang (hingga 6 Januari 2026).
Risiko Lanjutan
Potensi longsor susulan di Agam dipicu hujan sedang berkepanjangan, sementara Aceh fokus evakuasi dan distribusi logistik.
Curug Silawe di Magelang, Jawa Tengah, mengalami Banjir akibat musim hujan deras saat ini. Wisatawan diminta berhati-hati karena debit udara meningkat drastis di kawasan air terjun ini.
Kondisi Terkini
Lokasi masih aman dikunjungi per 2 Januari 2026, namun banjir lokal terjadi karena curah hujan tinggi, membuat aliran sungai deras. Pihak yang berwenang menyarankan untuk menghindari bermain di sungai atau trekking saat hujan lebat untuk mencegah longsor atau banjir bandang.
Sejarah dan Risiko
Curug Silawe di Desa Sutopati, Kecamatan Kajoran, rentan banjir musiman di kaki Gunung Sumbing, dengan kejadian wisatawan terseret air sebelumnya di Magelang. Pantau update BMKG dan dinas pariwisata setempat sebelum berkunjung.
Video: Tiktok/Irfansaja42

Banjir susulan di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, dipicu oleh hujan deras pada 25 Desember 2025, yang menyebabkan luapan Sungai Meureudu dan sungai lainnya. Banjir ini merendam belasan gampong di tiga kecamatan, yaitu Meurah Dua, Meureudu, dan Bandar Dua, mengganggu aktivitas warga serta merendam permukiman hingga ketinggian 2 meter di beberapa titik.aceh.antaranews+4
Respons Penanganan
Petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) dan BPBD Pidie Jaya telah disiagakan untuk memantau situasi, melakukan evakuasi warga ke lokasi aman, serta menunggu air surut. Tidak ada laporan korban jiwa, meski jumlah pengungsi dan dampak masih didata oleh otoritas setempat.instagram+1youtube
Wilayah Terdampak
- Kecamatan Meurah Dua, Meureudu, dan Bandar Dua menjadi pusat Banjir utama.
- Desa-desa seperti Alue Sane, Alue Ketapang, Alue Me, Gahru, dan Babah Krung terendam parah.aceh.inews
- Akses jalan di beberapa kawasan terputus, termasuk posko pengungsian yang ikut terdampak.youtube+1
- https://aceh.antaranews.com/berita/398398/bpbd-banjir-kembali-rendam-pidie-jaya
- https://www.instagram.com/reel/DSruRnqklpv/
- https://www.tempo.co/politik/begini-kondisi-pidie-jaya-setelah-kembali-dilanda-banjir-2102109
- https://www.fokusmedan.com/2025/12/24/banjir-kembali-melanda-pidie-jaya-aceh/
- https://www.youtube.com/watch?v=kgxhTBrpFbg
- https://www.detik.com/jogja/berita/d-8276513/banjir-kembali-rendam-sejumlah-wilayah-di-aceh
- https://kumparan.com/kumparannews/banjir-kembali-rendam-permukiman-di-pidie-jaya-belasan-gampong-terdampak-26VJXfr6W5f
- https://www.youtube.com/watch?v=pI-HZ6cqzhM
- https://video.tribunnews.com/news/898215/banjir-susulan-pidie-jaya-aceh-capai-2-meter-warga-panik-terjebak-evakuasi-berlangsung-dramatis
- https://aceh.inews.id/berita/banjir-susulan-terjang-pidie-jaya-aceh-warga-di-bantaran-sungai-diminta-mengungsi
Video: Tirto

Warga Kecamatan Rusip Antara, Aceh Tengah, menunjukkan semangat gotong royong tinggi dengan membangun Jembatan darurat dari kayu pada 22 Desember 2025. Inisiatif ini memulihkan akses transportasi yang terputus akibat Banjir bandang dan longsor sejak akhir November 2025. Pengerjaan dilakukan secara manual tanpa alat berat, hanya mengandalkan tenaga manusia dan peralatan sederhana.
Latar Belakang Bencana
Banjir bandang dan longsor melanda Rusip Antara pada 25-27 November 2025, merusak jalan, jembatan, dan mengisolasi 16 desa termasuk 11 kampung hingga awal Desember. Akses darat lumpuh total, tertutup lumpur dan reruntuhan, sehingga warga kesulitan mendapatkan makanan, BBM, dan layanan kesehatan.
Krisis pangan memburuk karena stok beras habis, terutama bagi ibu hamil dan balita, dengan harapan bantuan udara sebagai solusi sementara.
Proses Pembangunan
Puluhan warga bekerja sama mengangkut kayu besar, memotong, dan menyusun struktur jembatan di atas aliran sungai yang rusak. Video viral di TikTok dan Instagram menunjukkan solidaritas ini, dengan setiap orang berperan tanpa menunggu bantuan eksternal.
Jembatan darurat ini menjadi jalur alternatif untuk logistik, kesehatan, dan ekonomi, mencegah isolasi total.
Dampak dan Signifikansi
Inisiatif ini mencerminkan ketangguhan masyarakat Aceh Tengah di tengah keterlambatan pemulihan infrastruktur resmi. Hingga 24 Desember 2025, semangat gotong royong tetap terlihat sebagai bentuk adaptasi lokal terhadap bencana berkepanjangan.
Video: Fakta.Indo

Delapan Perusahaan di Sumatera Disanksi Usai Diduga Picu Banjir Bandang DAS Batang Toru
Jakarta — Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menjatuhkan sanksi administratif berupa penghentian sementara operasi terhadap delapan perusahaan di Sumatera yang diduga berkontribusi terhadap banjir bandang di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru. Aktivitas perusahaan-perusahaan tersebut dinilai merusak lingkungan dan memperparah daya rusak banjir.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyatakan, keputusan sanksi diambil setelah tim kementerian melakukan pemeriksaan lapangan, pengambilan sampel lingkungan, serta analisis citra satelit. Hasil kajian awal menunjukkan adanya perubahan tutupan lahan dan aktivitas usaha yang memperburuk kondisi hidrologi di kawasan DAS Batang Toru.
“Temuan awal mengindikasikan adanya kontribusi aktivitas usaha terhadap meningkatnya risiko banjir bandang,” kata Hanif dalam keterangan resminya.
Adapun perusahaan yang dikenai sanksi administratif meliputi PT Agincourt Resources (pertambangan emas), PT Toba Pulp Lestari (industri pulp dan kertas), Sarulla Operations Ltd (panas bumi), PT Sumatera Pembangkit Mandiri Telukualui, PT Sumatera Hydro Energy atau PT North Sumatera Hydro Energy (pembangkit listrik tenaga air), PT Multi Sibolga Timber (industri kayu), serta PT Perkebunan Nusantara IV Kebun Batang Toru (perkebunan). Dari jumlah tersebut, tiga perusahaan dilaporkan telah lebih dahulu dihentikan sementara operasionalnya sejak awal Desember 2025.
KLH menegaskan sanksi ini bersifat awal dan dapat ditingkatkan. Tahap selanjutnya, kementerian akan melakukan audit lingkungan secara menyeluruh dengan melibatkan para ahli independen. Hasil audit tersebut akan menentukan langkah penegakan hukum lanjutan, mulai dari sanksi administratif paksa, gugatan perdata, hingga proses pidana apabila terbukti ada hubungan kausal langsung dengan korban jiwa.
Selain di DAS Batang Toru, KLH juga melanjutkan verifikasi lapangan di wilayah Sumatera Barat. Pemeriksaan difokuskan pada aktivitas pertambangan, perikanan, dan perkebunan sawit yang diduga berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan dan Bencana hidrometeorologi.
Data hingga Desember 2025 mencatat jumlah korban meninggal akibat rangkaian banjir di sejumlah wilayah Sumatera mencapai ratusan orang. Kondisi tersebut menegaskan urgensi penanganan tegas terhadap aktivitas usaha yang berdampak pada lingkungan, sekaligus memperkuat pengawasan terhadap pengelolaan sumber daya alam di kawasan rawan bencana.

Sembilan Desa di Sumatera Hilang Diterjang Banjir Bandang
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengonfirmasi bahwa sembilan desa di wilayah Sumatera hilang akibat banjir bandang. Wilayah permukiman yang terdampak kini berubah total menjadi aliran sungai. Pernyataan tersebut disampaikan Yandri saat berada di Surabaya, Jawa Timur, pada Senin (22/12/2025).
Yandri menjelaskan, desa-desa yang lenyap tersebut tidak lagi dapat dikenali secara fisik karena tersapu arus banjir dengan intensitas tinggi. “Ada desa yang benar-benar hilang, bukan sekadar rusak. Wilayahnya sekarang sudah menjadi sungai,” ujarnya.
Sebagian besar desa yang hilang berada di Provinsi Aceh, sementara sisanya tersebar di Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Salah satu contoh paling parah adalah Desa Sekumur di Kabupaten Aceh Tamiang. Desa tersebut dilaporkan tersapu banjir bandang dengan ketinggian air mencapai tujuh hingga sepuluh meter, menyisakan satu bangunan masjid yang masih berdiri.
Dampak bencana ini tidak hanya menghilangkan permukiman, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total korban meninggal dunia akibat rangkaian banjir dan longsor di Sumatera mencapai 1.106 orang. Selain itu, sebanyak 175 orang masih dinyatakan hilang hingga laporan terakhir. Ratusan desa lainnya mengalami kerusakan berat, mulai dari rumah warga hingga infrastruktur vital.
Menanggapi kondisi tersebut, Kementerian Desa dan PDT menyatakan fokus pada pemulihan fasilitas dasar bagi masyarakat terdampak. Upaya pemulihan meliputi penyediaan tempat tinggal sementara, perbaikan infrastruktur desa, serta pemetaan ulang wilayah yang secara geografis telah berubah akibat bencana.
Yandri menegaskan bahwa penanganan pascabencana dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah. Pemerintah juga tengah mengkaji kemungkinan relokasi bagi warga dari desa-desa yang dinilai tidak lagi layak huni karena perubahan bentang alam yang ekstrem.
Bencana banjir bandang di Sumatera ini menjadi salah satu tragedi lingkungan terbesar sepanjang 2025, sekaligus menegaskan urgensi penguatan mitigasi bencana dan penataan wilayah berbasis risiko di daerah rawan bencana.

Personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Yonif TP 853/Bawar Reje Bur (BRB) menunjukkan aksi heroik saat menyelamatkan warga yang terseret arus Banjir bandang di Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur. Peristiwa tersebut terjadi dalam rangkaian evakuasi pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025.
Banjir bandang menerjang Desa Pie Gajah setelah hujan deras mengguyur kawasan hulu sungai selama berjam-jam. Dalam situasi darurat itu, sebuah perahu kecil yang digunakan warga untuk mengambil barang berharga dilaporkan terbalik akibat derasnya arus sungai. Tiga warga terseret arus dan berada dalam kondisi membahayakan nyawa.
Melihat kejadian tersebut, empat prajurit Yonif TP 853/BRB, yakni Letda Inf Didik Wira, Serma Kamiludin, Pratu Jaya, dan Pratu Kharmansyah, tanpa ragu terjun langsung ke sungai. Dengan perlengkapan seadanya, para prajurit berusaha menembus arus deras demi menjangkau para korban.
Berkat upaya cepat dan penuh keberanian, dua warga berhasil diselamatkan dalam kondisi selamat meski mengalami kelelahan dan syok. Namun, satu korban lainnya yang diketahui merupakan mantan Kepala Desa Pie Gajah dinyatakan hilang setelah terseret arus kencang. Hingga berita ini disusun, proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan TNI, BPBD, dan warga setempat.
Komandan satuan menyatakan bahwa aksi tersebut merupakan wujud nyata komitmen TNI dalam menjalankan tugas kemanusiaan, khususnya dalam penanggulangan bencana alam. “Keselamatan rakyat adalah prioritas utama. Prajurit kami dilatih untuk selalu hadir dan bertindak cepat dalam kondisi apa pun,” ujarnya.
Selain aksi penyelamatan individual, Yonif TP 853/BRB juga terlibat aktif dalam evakuasi massal warga terdampak banjir serta pendistribusian bantuan logistik. Kehadiran prajurit di tengah masyarakat dinilai mampu mempercepat proses penanganan darurat sekaligus memperkuat hubungan antara TNI dan rakyat.
Aksi heroik tersebut terekam dalam sejumlah tayangan media dan menjadi viral di media sosial, serta dilaporkan melalui kanal resmi Kodam Iskandar Muda. Publik pun memberikan apresiasi luas atas keberanian dan pengabdian prajurit TNI dalam menghadapi bencana di Aceh Timur.
Video: jejakatual.id

Hashim Bantah Isu Prabowo Kuasai Jutaan Hektare sawit, Sebut Fitnah di Media Sosial
Jakarta — Ketua Dewan Pembina Gerakan Kristiani Indonesia Raya (Gekira), Hashim Djojohadikusumo, membantah keras tudingan yang menyebut Presiden Prabowo Subianto memiliki jutaan hektare kebun sawit di Sumatera maupun wilayah lain di Indonesia. Hashim menegaskan isu tersebut tidak benar dan merupakan fitnah yang sengaja disebarkan melalui media sosial untuk merusak reputasi presiden.
Pernyataan itu disampaikan Hashim dalam sambutannya pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Gekira yang digelar di Nusantara Ballroom NT Tower, Jakarta, Minggu (21/12/2025). Dalam kesempatan tersebut, Hashim menekankan bahwa Prabowo tidak memiliki satu hektare pun kebun sawit di mana pun di Indonesia.
“Isu itu sama sekali tidak benar. Presiden Prabowo tidak punya kebun sawit, bahkan satu hektare pun tidak ada,” kata Hashim di hadapan para kader Gekira.
Menurut Hashim, tudingan tersebut muncul seiring langkah pemerintah yang tengah menertibkan kebun sawit ilegal serta memberantas mafia sumber daya alam. Kebijakan itu, kata dia, menimbulkan ketidaknyamanan bagi kelompok-kelompok tertentu, sehingga memicu serangan balik berupa disinformasi dan fitnah di ruang digital.
Hashim menilai serangan melalui media sosial terhadap Prabowo terjadi hampir setiap hari dengan berbagai bentuk tuduhan, mulai dari isu penguasaan lahan hingga narasi lain yang tidak berdasar. Ia menyebut pola tersebut sebagai upaya sistematis untuk melemahkan kepercayaan publik terhadap pemerintah.
Dalam kesempatan itu, Hashim juga mengajak seluruh kader Gekira dan Partai Gerindra untuk aktif meluruskan informasi palsu yang beredar di masyarakat. Ia meminta para pendukung pemerintah tidak diam, tetapi menyampaikan klarifikasi secara bertanggung jawab dan berbasis fakta
“Media sosial harus disikapi dengan kritis. Jangan mudah percaya dan jangan ikut menyebarkan fitnah. Tugas kita adalah menyampaikan kebenaran,” ujar Hashim.
Ia menegaskan, perang melawan disinformasi menjadi tantangan serius di era digital, sehingga diperlukan peran aktif masyarakat untuk menjaga ruang publik tetap sehat dan berimbang.

Dubai, Uni Emirat Arab, diterjang hujan deras dan badai pada 18-20 Desember 2025, menyebabkan Banjir besar di jalanan utama serta pembatalan puluhan penerbangan.
Dampak Banjir
Ruas jalan di Dubai dan Sharjah tergenang air setinggi sungai, memaksa mobil terjebak dan warga berjalan kaki di genangan lumpur, mirip banjir April 2024 yang lumpuhkan kota.
Gangguan Penerbangan
Maskapai Emirates membatalkan 13 penerbangan di Bandara Dubai, sementara Bandara Sharjah alami penundaan massal akibat kilat dan guntur semalaman.
Respons Otoritas
Polisi Dubai minta warga tetap di rumah kecuali darurat, dengan truk pompa air dikerahkan bersihkan jalan; Pusat Meteorologi UEA beri peringatan curah hujan ekstrem sejak Kamis.