Sumatera

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menegaskan bahwa pemerintah menjamin dan tetap mengakui hak kepemilikan tanah bagi warga Sumatera yang sertifikatnya hilang atau rusak akibat bencana banjir dan longsor baru-baru ini.
Bagi tanah musnah (hilang total), proses dimulai dengan penerbitan SK Penetapan Tanah Musnah setelah inventarisasi dan identifikasi. Sertifikat pengganti diterbitkan gratis sesuai ketentuan hukum untuk memastikan legalitas tidak hilang.
Kementerian ATR/BPN mengalokasikan Rp3,1 miliar untuk pelayanan darurat, termasuk pemindahan kantor pertanahan rusak seperti di Aceh Tamiang. Bencana juga dimanfaatkan untuk mendaftarkan tanah belum bersertifikat secara gratis.

BNPB melaporkan 11 daerah di Aceh dan Sumatra Barat masih memperpanjang status tanggap darurat akibat bencana Banjir bandang dan longsor sejak akhir Desember 2025. Status ini berlaku hingga awal Januari 2026 untuk memfasilitasi penanganan darurat, dengan Kabupaten Agam khusus mengalami longsor susulan.
Daftar Daerah
- Sumatra Barat: Kabupaten Agam (hingga 5 Januari 2026, kini transisi pemulihan).
- Aceh:
- Pidie (hingga 5 Januari 2026).
- Pidie Jaya.
- Bireuen (hingga 6 Januari 2026).
- Aceh Utara.
- Bener Meriah (hingga 6 Januari 2026).
- Aceh Timur.
- Aceh Tengah.
- Nagan Raya.
- Gayo Lues (hingga 31 Desember 2025).
- Aceh Tamiang (hingga 6 Januari 2026).
Risiko Lanjutan
Potensi longsor susulan di Agam dipicu hujan sedang berkepanjangan, sementara Aceh fokus evakuasi dan distribusi logistik.

Kisah cinta lintas negara antara Christopher John Laffy, pria asal Australia, dan Princessilia Edsha Rianto—yang juga dikenal dengan nama Edsha Bulan Kimah atau Piyin—menjadi perbincangan luas publik setelah keduanya resmi menikah pada 29 Desember 2025. Pernikahan yang digelar di Hotel South Sumatera, Kota Prabumulih, Sumatra Selatan, itu viral di media sosial karena sarat makna, prosesi adat, serta mahar bernilai fantastis.
Sorotan publik tak hanya tertuju pada besarnya mahar, tetapi juga pada sikap Christopher yang membawa seluruh keluarga besarnya dari Australia ke Indonesia. Kehadiran keluarga inti hingga kerabat dekat itu disebut sebagai bentuk penghormatan dan restu penuh kepada keluarga Princessilia, sekaligus penegasan keseriusan dalam membangun rumah tangga lintas budaya.
Perjalanan cinta keduanya berawal dari pertemuan yang terbilang tak disengaja. Saat itu, baik Christopher maupun Princessilia sama-sama berada dalam fase lelah dengan kehidupan masing-masing dan tidak memiliki ketertarikan khusus. Namun, seiring waktu, hubungan keduanya berkembang. Christopher diketahui melamar Princessilia hingga tiga kali sebelum akhirnya diterima.
Penerimaan lamaran tersebut disertai sejumlah syarat penting. Princessilia meminta Christopher untuk disunat, memeluk agama Islam, dan datang menetap ke Indonesia. Syarat itu dipenuhi seluruhnya. Christopher resmi menjadi mualaf pada Agustus 2025, sebuah keputusan yang kemudian mengantarkannya ke jenjang pernikahan.
Dalam prosesi akad nikah, Christopher menyerahkan mahar berupa uang tunai sebesar Rp1,2 miliar, satu unit rumah senilai Rp10,8 miliar, serta emas dan berlian. Seluruh mahar diserahkan secara tunai dan disaksikan langsung oleh ayah mempelai perempuan, H. Eddy Rianto.
Rangkaian acara pernikahan dimulai dengan prosesi lamaran pada 28 Desember 2025 di kediaman keluarga Princessilia. Keesokan harinya, akad nikah dan resepsi digelar dengan khidmat, disertai doa serta harapan dari keluarga dan para tamu undangan yang hadir.
Kisah pernikahan lintas benua ini semakin menyedot perhatian setelah Princessilia membagikannya melalui akun Instagram pribadinya, @princessiliaedshaa. Unggahan tersebut dengan cepat menyebar dan menuai beragam respons dari warganet, yang menilai kisah cinta Christopher dan Princessilia sebagai simbol kesungguhan, pengorbanan, dan persatuan lintas budaya.
Video: popmedia.id

Presiden Prabowo Subianto membuka awal tahun 2026 dengan pesan reflektif tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam. Pesan tersebut disampaikan saat kunjungan kerjanya ke Desa Batu Hula, Kabupaten Tapanuli Selatan, wilayah yang terdampak bencana alam.
Di hadapan warga yang tengah berjuang memulihkan kehidupan pascabencana, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia merupakan bangsa besar dengan kekayaan alam yang melimpah. Namun, ia mengingatkan bahwa kemakmuran itu hanya bisa bertahan jika manusia mampu menghormati, menjaga, dan merawat alam secara bijak. Menurutnya, kelalaian terhadap lingkungan berpotensi memicu bencana yang pada akhirnya merugikan masyarakat sendiri.
Presiden juga menyoroti pentingnya semangat gotong royong dalam menghadapi musibah. Ia mengapresiasi kemajuan penanganan pascabencana di wilayah tersebut yang dinilai berjalan berkat kerja sama antara pemerintah, aparat, dan masyarakat. Kebersamaan, kata Prabowo, merupakan kekuatan utama bangsa Indonesia dalam bangkit dari krisis. Kunjungan langsung ke lokasi terdampak menjadi penegasan komitmen pemerintah dalam merespons bencana secara cepat dan berempati. Kehadiran kepala negara di tengah warga diharapkan dapat memberi semangat sekaligus memastikan bantuan dan pemulihan berjalan sesuai kebutuhan di lapangan. Pesan Presiden Prabowo dinilai relevan dengan kondisi Indonesia yang kerap menghadapi bencana alam, mulai dari gempa bumi, banjir, hingga tanah longsor. Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim, ajakan untuk merawat alam dan memperkuat gotong royong kembali menguat sebagai fondasi penting dalam membangun ketahanan bangsa.
Video: Sindonews

Pizza Hut peduli menunjukkan komitmen sosial melalui kegiatan bermain dan berbagi pizza untuk anak-anak terdampak banjir di Sumatera. Inisiatif ini mendukung pemulihan psikososial, di mana anak-anak dapat merasakan keceriaan kembali setelah trauma bencana.[1]
## Manfaat Psikososial
Kegiatan seperti bermain bersama membantu anak-anak membangun rasa aman dan mengurangi stres pascabencana. Berbagi makanan favorit seperti pizza menciptakan momen bahagia yang memperkuat ikatan sosial.[2][1]
## Konteks Bencana Sumatera
Banjir dan longsor baru-baru ini melanda wilayah seperti Aceh dan Sumatera Utara, memerlukan pendekatan holistik termasuk pemulihan mental anak. Program serupa dari BUMN Peduli juga fokus pada trauma healing melalui permainan dan interaksi.[4][2]
## Dampak Positif
Inisiatif Pizza Hut melengkapi upaya lain seperti pendampingan relawan, memastikan anak-anak tidak hanya pulih fisik tapi juga emosional. Hal ini selaras dengan prinsip pemulihan berkelanjutan di Indonesia.[6][7]
[1](https://www.instagram.com/reel/DPK7AkIjAsR/)
[2](https://wartaekonomi.co.id/read594947/bni-dampingi-pemulihan-psikologis-anak-terdampak-bencana)
[3](https://www.instagram.com/reel/DSzuAY-Eudj/)
[4](https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/94285/bni-prioritaskan-anak-dan-pendidikan-pasca-bencana-aceh)
[5](https://www.linkedin.com/posts/pizzahutindonesia_pizzahut-pizzahutindonesia-activity-7201040295554109440-74u5)
[6](https://www.facebook.com/InfoBencanaBNPB/posts/pemulihan-pascabencana-tidak-hanya-berfokus-pada-aspek-fisik-tetapi-juga-kesehat/1272129818282126/)
[7](https://yatimmandiri.org/news/laporan-giat-aksi-tanggap-bencana-laznas-yatim-mandiri-periode-1-15-desember-2025-di-aceh-dan-sumatera/)
[8](https://www.instagram.com/reel/DSwJkFFkwys/)
[9](https://www.instagram.com/p/C2ZrYINSD-Q/)
[10](https://www.klikers.id/read/pendidikan/peran-strategis-gtk-dalam-pemulihan-pascabencana-dan-penguatan-satuan-pendidikan/)

Hingga 26 Desember 2025, BNPB mencatat total 1.137 orang meninggal dunia akibat banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat, dengan penambahan dua jiwa dari hari sebelumnya.
Korban Hilang dan Pengungsi
163 orang masih hilang dan terus dicari oleh Basarnas di tiga provinsi tersebut. Jumlah pengungsi turun menjadi 457.255 jiwa dari sebelumnya 489.864, seiring pemulihan akses jalan.
Upaya Penanganan
Operasi SAR gabungan berlanjut, fokus pada pencarian Korban hilang dan distribusi logistik. Pemerintah daerah prioritaskan rehabilitasi infrastruktur pascabencana.

Banjir bandang kembali menerjang Kabupaten Agam, Sumatera Barat, khususnya Nagari Maninjau di Kecamatan Tanjung Raya pada 25 Desember 2025, akibat luapan Sungai Batang Aia Pisang pasca-hujan deras.
Dampak dan Evakuasi
Puluhan rumah terendam lumpur, batu, dan kayu, termasuk jalan penghubung Lubuk Basung-Bukittinggi yang terputus. Tim SAR gabungan evakuasi ibu hamil dan warga, tanpa korban jiwa tapi kerusakan rumah dilaporkan.
Peringatan BPBD
BPBD Agam mewaspadai dampak lebih luas karena pendangkalan sungai pascabencana sebelumnya, sehingga debit air meluap meski hujan tidak ekstrem. Masa tanggap darurat diperpanjang 14 hari untuk rehabilitasi.
Respons Pemerintah
BNPB lakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) di hulu untuk kurangi pemicu, plus antisipasi darat. Warga yang sempat pulang terpaksa mengungsi lagi, pendataan dampak masih berlangsung.

Delapan Perusahaan di Sumatera Disanksi Usai Diduga Picu Banjir Bandang DAS Batang Toru
Jakarta — Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menjatuhkan sanksi administratif berupa penghentian sementara operasi terhadap delapan perusahaan di Sumatera yang diduga berkontribusi terhadap banjir bandang di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru. Aktivitas perusahaan-perusahaan tersebut dinilai merusak lingkungan dan memperparah daya rusak banjir.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyatakan, keputusan sanksi diambil setelah tim kementerian melakukan pemeriksaan lapangan, pengambilan sampel lingkungan, serta analisis citra satelit. Hasil kajian awal menunjukkan adanya perubahan tutupan lahan dan aktivitas usaha yang memperburuk kondisi hidrologi di kawasan DAS Batang Toru.
“Temuan awal mengindikasikan adanya kontribusi aktivitas usaha terhadap meningkatnya risiko banjir bandang,” kata Hanif dalam keterangan resminya.
Adapun perusahaan yang dikenai sanksi administratif meliputi PT Agincourt Resources (pertambangan emas), PT Toba Pulp Lestari (industri pulp dan kertas), Sarulla Operations Ltd (panas bumi), PT Sumatera Pembangkit Mandiri Telukualui, PT Sumatera Hydro Energy atau PT North Sumatera Hydro Energy (pembangkit listrik tenaga air), PT Multi Sibolga Timber (industri kayu), serta PT Perkebunan Nusantara IV Kebun Batang Toru (perkebunan). Dari jumlah tersebut, tiga perusahaan dilaporkan telah lebih dahulu dihentikan sementara operasionalnya sejak awal Desember 2025.
KLH menegaskan sanksi ini bersifat awal dan dapat ditingkatkan. Tahap selanjutnya, kementerian akan melakukan audit lingkungan secara menyeluruh dengan melibatkan para ahli independen. Hasil audit tersebut akan menentukan langkah penegakan hukum lanjutan, mulai dari sanksi administratif paksa, gugatan perdata, hingga proses pidana apabila terbukti ada hubungan kausal langsung dengan korban jiwa.
Selain di DAS Batang Toru, KLH juga melanjutkan verifikasi lapangan di wilayah Sumatera Barat. Pemeriksaan difokuskan pada aktivitas pertambangan, perikanan, dan perkebunan sawit yang diduga berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan dan Bencana hidrometeorologi.
Data hingga Desember 2025 mencatat jumlah korban meninggal akibat rangkaian banjir di sejumlah wilayah Sumatera mencapai ratusan orang. Kondisi tersebut menegaskan urgensi penanganan tegas terhadap aktivitas usaha yang berdampak pada lingkungan, sekaligus memperkuat pengawasan terhadap pengelolaan sumber daya alam di kawasan rawan bencana.

**Pemerintah Atur Pemanfaatan Kayu Pascabencana untuk Percepat Rehabilitasi**
Jakarta — Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemanfaatan kayu pascabencana kini telah memiliki payung hukum yang jelas. Kebijakan ini ditetapkan untuk mendukung percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak Bencana, sekaligus memberikan kepastian hukum bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Prasetyo dalam konferensi pers pemulihan pascabencana yang digelar di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta. Konferensi pers itu membahas langkah penanganan dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Menurut Prasetyo, Kementerian Kehutanan telah bergerak cepat dengan menerbitkan surat edaran kepada pemerintah daerah, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, tidak lama setelah bencana terjadi. Surat edaran tersebut menjadi dasar hukum pemanfaatan kayu gelondongan yang ditemukan di lokasi terdampak bencana.
“Kayu pascabencana dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan mendesak, seperti pembangunan hunian sementara (huntara), hunian tetap, serta berbagai keperluan rehabilitasi lainnya,” ujar Prasetyo.
Ia menjelaskan, masyarakat diperbolehkan menggunakan kayu tersebut sepanjang dilakukan secara tertib dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah sesuai kewenangan masing-masing. Koordinasi ini dinilai penting untuk mencegah penyalahgunaan, menjaga ketertiban, serta menghindari potensi persoalan hukum di kemudian hari.
Prasetyo menekankan bahwa kebijakan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan cepat masyarakat terdampak, tanpa mengabaikan aspek tata kelola sumber daya alam. Pemerintah ingin memastikan bahwa proses pemulihan berjalan efektif, namun tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku.
“Tujuan utamanya adalah mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana, sekaligus memberikan rasa aman secara hukum bagi semua pihak yang terlibat,” katanya.
Lebih lanjut, Prasetyo menyampaikan bahwa aturan tersebut telah disosialisasikan ke seluruh pemerintah daerah agar implementasinya di lapangan berjalan selaras dan tidak menimbulkan tafsir berbeda. Pemerintah pusat berharap, dengan adanya regulasi ini, proses rehabilitasi pascabencana dapat berlangsung lebih cepat, terkoordinasi, da
n berkelanjutan.
Sumber: indotoday

**Pasokan Listrik di Tiga Provinsi Sumatra Berangsur Normal Pasca-Bencana**
*Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan pemulihan pasokan listrik di tiga provinsi di Sumatra yang terdampak bencana alam mulai menunjukkan kemajuan signifikan. Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat secara bertahap kembali dialiri listrik setelah banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah dalam beberapa waktu terakhir.*
Bahlil menyampaikan, pemulihan paling cepat terjadi di Sumatra Barat. Hingga saat ini, pasokan listrik di provinsi tersebut telah pulih 100 persen. Seluruh beban listrik kembali tersuplai, menandai rampungnya proses perbaikan jaringan yang terdampak banjir dan longsor.
Di Sumatra Utara, kondisi hampir serupa. Kementerian ESDM mencatat tingkat pemulihan mencapai sekitar 99 persen dari total beban listrik. Meski demikian, masih terdapat wilayah-wilayah yang belum sepenuhnya menikmati aliran listrik, terutama di daerah terpencil dan sulit dijangkau.
Sementara itu, Aceh masih menghadapi tantangan lebih besar. Dari kebutuhan listrik sekitar 110 megawatt (MW), pasokan yang tersedia baru mencapai 60 MW. Proses pemulihan gardu induk di wilayah tersebut masih berada pada kisaran 80 hingga 90 persen. Pemerintah menargetkan percepatan penyelesaian agar kebutuhan listrik masyarakat dapat segera terpenuhi secara optimal.
Menurut Bahlil, kendala pemulihan tidak semata disebabkan oleh dampak bencana alam. Di Sumatra Utara, misalnya, sekitar 50 desa memang belum terjangkau infrastruktur kelistrikan sejak sebelum bencana terjadi. Kondisi ini memperumit proses pemulihan karena membutuhkan pembangunan jaringan baru, bukan sekadar perbaikan.
Pemerintah, melalui PLN dan instansi terkait, saat ini menyiapkan solusi jangka pendek dengan membangun menara listrik darurat. Langkah ini ditargetkan mampu mempercepat penyaluran listrik ke desa-desa yang selama ini belum teraliri, sekaligus memperkuat jaringan pasca-bencana.
“Target kami dalam beberapa hari ke depan seluruh wilayah terdampak dapat kembali menikmati listrik,” ujar Bahlil. Pemerintah berharap pemulihan kelistrikan ini dapat mendukung aktivitas masyarakat dan mempercepat pemulihan ekonomi di wilayah terdampak bencana.
Sumber: indotoday