Arab Saudi Rilis Aturan Ketat Umrah Ramadan 1447 H

Arab Saudi merilis pedoman ketat baru untuk Umrah selama Ramadan 1447 H/2026 M, guna mengantisipasi lonjakan jemaah di Masjidil Haram, Makkah, terutama pada 10 malam terakhir.
Aturan ini fokus pengendalian kerumunan, keamanan, dan fasilitas digital demi kelancaran ibadah.
Setiap pintu masuk Masjidil Haram kini pasang lampu digital: hijau tandakan area salat masih available, merah berarti kapasitas penuh, pandu jemaah hindari kepadatan ekstrem. Area mataf di sekitar Ka'bah khusus umrah sepanjang hari, prioritaskan tawaf lancar tanpa gangguan shalat berjamaah. Jemaah wajib patuhi jadwal izin digital Nusuk, tingkatkan efisiensi akses via app resmi.
Larangan tegas kendaraan pribadi (mobil, motor, sepeda) masuk zona pejalan kaki pusat; hanya bus/shuttle resmi boleh, cegah kemacetan dan risiko tabrak lari. Jemaah dilarang kumpul di pintu masuk, koridor, atau pintu darurat; setelah salat, segera tinggalkan area beri ruang bagi yang lain. Fasilitas prioritas lansia/disabilitas: jalur khusus, kereta listrik tawaf, dan area salat dedicated.
Dilarang keras bawa senjata tajam, merokok di zona terlarang, mengemis, jualan liar, halangi jalan, atau masuk area restricted; lapor barang hilang/aktivitas mencurigakan ke petugas. Keluarga imbau pertimbangkan bawa anak kecil ke zona padat; jaga ketenangan, hindari desak-desakan demi kekhusyukan Ramadan. Aturan efektif sejak awal Ramadan (sekitar 18 Februari 2026), koordinasi otoritas Saudi modernisasi layanan haji-umrah.
Penulis:
Editor: Erniyati Khalida