Donald Trump

Indonesia dan AS baru saja menyepakati penurunan tarif dagang resiprokal menjadi 19% untuk produk ekspor RI ke AS, hasil negosiasi alot yang ditandatangani Airlangga Hartarto dengan utusan Trump pada 20 Februari 2026. Presiden Prabowo Subianto menyebut ini "kemenangan besar" atas kebijakan proteksionis Trump, karena berhasil tekan tarif dari ancaman awal 32% jadi 19%, plus bebas bea masuk (0%) untuk komoditas unggulan seperti sawit, kopi, kakao, dan tekstil. Sebagai imbalan, RI buka pasar 99% produk AS bebas tarif, termasuk kedelai, daging, dan Boeing, dengan komitmen beli US$15 miliar LNG serta US$13,5 miliar pesawat.
Perjanjian Agreement on Reciprocal Trade (ART) ini muncul pasca-ultimatum Tarif Trump April 2025, di mana AS kenakan 32% bea masuk ke RI sebagai balasan defisit dagang US$18 miliar; Prabowo langsung komunikasi bilateral, kirim 90 usul pengecualian yang 90% disetujui. Mahkamah Agung AS batalkan tarif resiprokal global 20 Februari 2026, picu tarif efektif turun lagi jadi 15% menurut Airlangga, tapi kesepakatan bilateral 19% tetap berlaku prioritas. Prabowo klaim manfaatkan momentum ini ciptakan 1,2 juta lapangan kerja dan stabilkan harga pangan domestik seperti tahu-tempe via impor kedelai murah.
Prabowo sebut ART "meruntuhkan hambatan dagang Trump" via diplomasi pribadi, selaras survei Indikator 72,8% puas MBG yang perkuat honeymoon politiknya di tengah krisis Iran. Ekonom UI Lisa Falianty nilai ini untung ekspor padat karya (tekstil Rp50 triliun/tahun), tapi kritik komitmen beli barang AS bebankan APBN Rp300 triliun dan buka banjir impor ancam UMKM lokal. JK sebelumnya sebut posisi RI lemah hadapi AS, tapi Prabowo balikkan jadi narasi sukses lawan proteksionisme, mirip mediasi ditawarkannya ke Teheran.
Ekspor RI ke AS (US$25 miliar/tahun) potensial naik 15-20% via tarif rendah, stabilkan rupiah di Rp16.000/USD pasca-Hormuz tertutup yang picu BBM naik Rp400-500/liter. Namun, dewan dagang bilateral bakal pantau jika harga pangan naik >5%, sementara DPR konsultasi akhir sebelum ratifikasi. Di tengah vonis eks bos Pertamina 9-10 tahun, kesepakatan ini jadi prestasi Prabowo stabilkan ekonomi domestik hadapi efek domino Iran seperti bandara Dubai lumpuh dan kritik Paus Leo XIV.

Anggota DPR AS dari Partai Demokrat, Al Green (dari Texas), menegur Presiden Donald Trump jelang pidato kenegaraan (State of the Union) di Kongres, Washington DC, pada Selasa malam, 24 Februari 2026.
Teguran itu dipicu oleh kontroversi video rasis yang baru-baru ini diunggah akun media sosial resmi Trump, menampilkan mantan Presiden Barack Obama dan Michelle Obama digambarkan sebagai kera (primata), sebelum dihapus Gedung Putih yang mengklaim itu kesalahan staf. Saat Trump memasuki ruang sidang DPR menuju podium, Al Green sengaja duduk di jalur lintasan dan membentangkan poster putih bertuliskan "Black People Aren't Apes!" (Orang Kulit Hitam Bukan Kera!) untuk menyindir langsung kebijakan dan sikap rasisme Trump.
Aksi Green membuat Trump terkejut dan berpaling wajahnya, sementara Ketua DPR (dikuasai Partai Republik) Mike Johnson segera memerintahkan petugas keamanan mengeluarkan Green dari ruang sidang sebelum pidato dimulai. Dalam wawancara pasca-insiden dengan Reuters, Green menyatakan tujuannya agar Trump "menyadari bahwa menggambarkan keluarga Obama sebagai primata tidak dapat diterima, tercela, dan tidak akan ditoleransi," menyebut itu momen "kerentanan" bagi Trump yang jarang dihadapi kritik langsung.
Ini bukan pertama kalinya: Al Green dikenal vokal mengkritik Trump, pernah diusir saat pidato kenegaraan sebelumnya (2025) karena berteriak soal "mandat tidak sah" dan mengangkat tongkat. Green juga rutin mengajukan mosi impeachment Trump, termasuk Januari 2026 soal aksi militer di Venezuela tanpa persetujuan Kongres, meski gagal lolos. Pidato kali ini Trump soroti pencapaian domestik dan luar negeri pasca-reeleksi 2024, tapi protes Green langsung mencuri perhatian dan memanaskan suasana politik AS yang terpolarisasi

Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan pembentukan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) untuk Gaza sebagai bagian dari rencana damai komprehensifnya. Kekuatan ini beroperasi di bawah kerangka Board of Peace, yang ia pimpin, untuk menjaga keamanan, melucuti senjata Hamas, dan mendukung rekonstruksi wilayah tersebut.
Pengumuman dilakukan melalui 20 poin rencana Trump pasca-gencatan senjata Israel-Hamas, dengan dukungan resolusi DK PBB yang melibatkan mitra Arab seperti Mesir, Qatar, dan Turki, serta negara lain seperti Indonesia, Maroko, dan Kosovo. ISF dipimpin Jenderal AS Jasper Jeffers, fokus awal di Rafah untuk demiliterisasi dan pelatihan polisi Palestina baru.
Board of Peace sebagian besar dipimpin pejabat AS termasuk Jared Kushner, mengawasi tata kelola transisi Gaza hingga 2027 melalui komite teknokrat Palestina. Pasukan internasional ini tidak melibatkan tentara AS di darat Gaza, melainkan peran pendukung luar, dengan target 20.000 personel untuk stabilitas jangka panjang.

Presiden AS Donald Trump baru-baru ini menuduh mantan Presiden Barack Obama melakukan "kesalahan besar" karena diduga membocorkan atau membuka informasi rahasia terkait Alien dan Area 51. Tuduhan ini muncul setelah komentar santai Obama dalam podcast viral pada Februari 2026.
Obama menyatakan bahwa alien mungkin nyata secara statistik, tapi ia belum pernah melihatnya dan tidak disembunyikan di Area 51, dalam wawancara dengan podcaster Brian Tyler Cohen. Ia kemudian mengklarifikasi via media sosial bahwa ucapannya bersifat spekulatif ilmiah tanpa bukti konkret selama masa jabatannya.
Saat diwawancarai di Air Force One pada 19 Februari 2026, Trump menyebut Obama "memberikan informasi rahasia" yang seharusnya tidak dibuka. Trump menghindari konfirmasi keberadaan alien, tapi tetap menegaskan Obama melanggar dengan "kesalahan besar" dari dokumen rahasia.
Pernyataan ini memicu perdebatan luas di media sosial AS, dengan Obama menekankan tidak ada konspirasi besar yang disembunyikan dari presiden. Trump sendiri menyatakan tidak punya opini pribadi soal alien.

Militer AS memang dilaporkan telah berada dalam posisi siaga tinggi untuk melancarkan serangan ke Iran sejak akhir pekan ini (20-21 Februari 2026), meski Presiden Trump belum memutuskan akhirnya dan diplomasi masih berlangsung. Buildup ini termasuk dua grup kapal induk dan bomber jarak jauh, sebagai respons ultimatum nuklir Iran.
Situs rudal jarak pendek/medium, fasilitas penyimpanan rudal, instalasi nuklir, markas IRGC (Korps Pengawal Revolusi Islam). Operasi direncanakan bertahan beberapa hari untuk paksa Iran kompromi di meja negosiasi.
Trump ancam serang jika Iran tak batasi program nuklir, termasuk hentikan pengayaan uranium; Iran tolak dan perkuat pertahanan. Pembicaraan tidak langsung di Geneva (Selasa lalu) "konstruktif" tapi detail masih beda; Iran minta waktu tambahan 2 minggu. Israel siap gabung serang, tapi Trump ragu soal pergantian rezim Iran; Pentagon kini lebih siap hadapi retaliasi daripada bulan lalu.

Presiden Prabowo Subianto tiba di Washington DC, Amerika Serikat, pada Selasa (17 Februari 2026) pukul 11.55 waktu setempat, didampingi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia serta rombongan kepresidenan lainnya. Ia disambut Duta Besar RI Dwisuryo Indroyono Soesilo dan pejabat setempat di Pangkalan Militer Andrews sebelum menuju hotel.
Kunjungan ini mencakup rapat perdana Board of Peace (Dewan Perdamaian) pada Kamis (19 Februari), serta pertemuan bilateral dengan Presiden Donald Trump untuk tandatangani perjanjian dagang timbal balik guna perkuat hubungan ekonomi RI-AS. Selain itu, ada agenda KTT perdamaian dan penguatan rantai pasok industri dalam negeri.
Ini bagian dari diplomasi aktif Prabowo pasca-pelantikan, dengan fokus perdagangan dan stabilitas global; Sekkab Teddy Indra Wijaya sebut tujuannya tingkatkan produktivitas nasional.

Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa anggota Board of Peace, inisiatifnya untuk perdamaian global, telah berjanji menyediakan lebih dari USD 5 miliar untuk bantuan kemanusiaan dan rekonstruksi Gaza.
Trump menyampaikan klaim ini via Truth Social pada 15 Februari 2026, menyebut pertemuan 19 Februari di Donald J. Trump Institute of Peace, Washington DC. Selain dana, negara anggota (hampir 20) juga komit ribuan personel untuk International Stabilization Force dan polisi lokal Gaza.
Dewan ini dibentuk Januari 2026 setelah rencana Trump diadopsi PBB, fokus demiliterisasi Gaza pasca-konflik Israel-Hamas. Pertemuan awal di Davos bulan lalu; Trump desak Hamas demiliterisasi penuh. Anggota termasuk Jared Kushner dan tokoh seperti Ajay Banga dari World Bank.
Trump: Saatnya Move On dari Epstein Files
Presiden Donald Trump meminta warga AS untuk "move on" dari kasus Jeffrey Epstein setelah Departemen Kehakiman AS merilis tiga juta dokumen tambahan pada akhir Januari 2026. Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers di Ruang Oval pada 3 Februari 2026, dengan Trump menyebut sudah waktunya negara beralih ke isu lain karena tidak ada bukti baru yang mengaitkannya.
Demokrat seperti Chuck Schumer menolak permintaan Trump, menuntut Transparansi Penuh atas seluruh berkas Epstein. Mary Trump, keponakan presiden, juga tegaskan publik tidak akan melupakan kasus ini. Korban Epstein kritik penyensoran dokumen oleh DOJ.
Dokumen tambahan berisi email, korespondensi, dan foto terkait jaringan Epstein, meski Wakil Jaksa Agung Todd Blanche sebut tidak cukup dasar untuk tuntutan baru. Trump klaim rilis ini justru bukti konspirasi melawannya.

Presiden Prancis Emmanuel Macron mendorong Uni Eropa untuk segera mengaktifkan instrumen anti-koersi (anti-coercion instrument) sebagai respons atas ancaman tarif perdagangan dari Presiden AS Donald Trump terkait isu Greenland. Ia menyebut instrumen ini sebagai "senjata dagang paling kuat" UE, yang diadopsi pada 2023 untuk melawan tekanan ekonomi dari negara lain.
Pernyataan Macron disampaikan di World Economic Forum (WEF) Davos pada 20-21 Januari 2026, menanggapi rencana Trump memberlakukan tarif baru mulai Februari 2026 terhadap ekspor UE, termasuk anggur Prancis, karena UE (via Denmark) menolak menyerahkan kendali Greenland. Trump menganggap ini sebagai upaya "vassalisasi" Eropa melalui "hukum yang terkuat".
Instrumen ini memungkinkan UE membalas dengan tarif balasan, pembatasan investasi, atau larangan impor terhadap AS jika terbukti ada koersi ekonomi yang melanggar aturan WTO. Macron menegaskan UE harus tegas gunakan ini untuk pertama kalinya guna lindungi kedaulatan, meski belum pernah diaktifkan sebelumnya.

Pemerintah AS memasuki shutdown parsial pada 31 Januari 2026 setelah Kongres gagal setujui anggaran fiskal 2026 tepat tenggat waktu Jumat malam.
Rapat anggaran macet karena Demokrat menolak pendanaan penuh untuk Homeland Security dan agen imigrasi ICE setelah insiden agen ICE menembak dua demonstran di Minneapolis, memicu kemarahan atas tindakan berlebih.
Sekitar 75% operasional federal seperti pertahanan, kesehatan, dan pendidikan terdampak, dengan puluhan ribu pegawai federal berisiko tanpa gaji jika molor. Namun, shutdown diprediksi singkat karena DPR ratifikasi kesepakatan Senat pada Senin (2/2), didukung Trump.
Presiden Trump desak DPR cepat bertindak hindari shutdown panjang kedua di era kepemimpinannya, sementara Demokrat tuntut reformasi ICE untuk cegah kekerasan serupa.