Pewarta Nusantara
Add Post Menu
Warga Aceh Jalan Kaki Ribuan Kilometer Pikul Cabai-Kopi Demi Tukarkan Dengan Beras

Warga Aceh Jalan Kaki Ribuan Kilometer Pikul Cabai-Kopi Demi Tukarkan Dengan Beras

Ribuan warga dari Aceh Tengah dan Bener Meriah berjalan kaki puluhan kilometer setiap hari sambil memikul cabai, kopi, atau hasil bumi lainnya untuk ditukar atau dijual guna membeli beras akibat akses jalan putus pasca-banjir bandang dan longsor. Perjalanan ekstrem ini melewati jalur berlumpur setinggi lutut menuju Lhokseumawe, Aceh Utara, atau Bireuen, dengan beban 23-35 kg per orang dan memakan waktu hingga 4 jam.​​

Penyebab Krisis

Bencana alam sejak akhir November 2025 merusak jalan utama dan jembatan, memutus distribusi logistik sehingga harga beras melonjak hingga Rp400-500 ribu per karung sementara stok menipis. Harga cabai di luar daerah lebih tinggi (Rp50-60 ribu/kg), mendorong petani nekat berjualan demi kebutuhan keluarga.​

Upaya Bantuan

Skema barter logistik Ferry Irwandi dengan Rumah Tani dan Kitabisa mengirim 30,2 ton beras via pesawat ke Bandara Rembele sambil membeli 65,2 ton cabai dari petani lokal untuk dipasarkan di Jakarta. Warga juga memikul tabung gas atau Sembako lain, termasuk anak-anak dan lansia, karena bantuan belum merata.​​

Dampak Sosial

Kondisi ini berlangsung tiga pekan pasca-bencana, dengan warga saling bantu dan berharap perbaikan jalan cepat agar ekonomi normal kembali. Video viral menunjukkan pemandangan pilu harian ini di media sosial.

Penulis:

Editor: Erniyati Khalida