Sembako

Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menerima bantuan kemanusiaan dari warga Malaysia untuk korban banjir bandang dan tanah longsor di Aceh pada 28 Desember 2025.[1][3]
## Detail Penyerahan
Bantuan berupa sandang pangan diserahkan secara simbolis di Kabupaten Aceh Utara oleh Majlis Ugama Islam dan Adat Resam Melayu Pahang serta Dewan Perniagaan Malaysia-Aceh. Mualem menyatakan terima kasih atas solidaritas tersebut, menyebutnya sangat meringankan beban korban musibah.[3][7][1]
## Respons Penerima
“Terima kasih banyak kepada saudara kita yang ada di Malaysia. Kami menerimanya dengan lapang dada, apa saja yang diberikan,” ujar Mualem. Ketua Dewan Perniagaan Malaysia-Aceh, Yazid bin Usman, menekankan ini sebagai panggilan kemanusiaan dan mengajak lebih banyak bantuan.[4][1][3]
## Bantuan Sebelumnya
Sebelumnya, Aceh telah menerima bantuan dari relawan Blue Sky Rescue Malaysia seperti obat-obatan, pakaian, dan tim medis, serta dari Yayasan Nurjiwa melalui istri gubernur. Ini menunjukkan dukungan berkelanjutan dari masyarakat Malaysia.[7][1]
[1](https://kl.antaranews.com/berita/35866/gubernur-aceh-terima-bantuan-untuk-korban-bencana-dari-rakyat-malaysia)
[2](https://www.youtube.com/watch?v=s7Lr2aBFKEU)
[3](https://www.waspada.id/aceh/gubernur-mualem-terima-bantuan-warga-malaysia-untuk-korban-banjir-dan-longsor/)
[4](https://www.instagram.com/p/DS05QKmEoja/)
[5](https://www.kompas.com/tren/read/2025/12/29/080000465/terima-bantuan-dari-malaysia-untuk-korban-bencana-aceh-mualem--terima-kasih?page=all)
[6](https://tirto.id/gubernur-aceh-kembali-terima-bantuan-dari-rakyat-malaysia-hos1)
[7](https://www.viva.co.id/berita/nasional/1870675-gubernur-mualem-terima-bantuan-untuk-korban-bencana-di-aceh-dari-warga-malaysia)
[8](https://x.com/kompascom/status/2005476921329783201/photo/1)
[9](https://www.facebook.com/KOMPAScom/posts/gubernur-aceh-muzakir-manaf-atau-mualem-menerima-bantuan-kemanusiaan-dari-warga-/1401411812014929/)
[10](https://kabarnanggroe.com/29/12/2025/warga-malaysia-salurkan-bantuan-kemanusiaan-untuk-korban-banjir-aceh/)

Ribuan warga dari Aceh Tengah dan Bener Meriah berjalan kaki puluhan kilometer setiap hari sambil memikul cabai, kopi, atau hasil bumi lainnya untuk ditukar atau dijual guna membeli beras akibat akses jalan putus pasca-banjir bandang dan longsor. Perjalanan ekstrem ini melewati jalur berlumpur setinggi lutut menuju Lhokseumawe, Aceh Utara, atau Bireuen, dengan beban 23-35 kg per orang dan memakan waktu hingga 4 jam.
Penyebab Krisis
Bencana alam sejak akhir November 2025 merusak jalan utama dan jembatan, memutus distribusi logistik sehingga harga beras melonjak hingga Rp400-500 ribu per karung sementara stok menipis. Harga cabai di luar daerah lebih tinggi (Rp50-60 ribu/kg), mendorong petani nekat berjualan demi kebutuhan keluarga.
Upaya Bantuan
Skema barter logistik Ferry Irwandi dengan Rumah Tani dan Kitabisa mengirim 30,2 ton beras via pesawat ke Bandara Rembele sambil membeli 65,2 ton cabai dari petani lokal untuk dipasarkan di Jakarta. Warga juga memikul tabung gas atau Sembako lain, termasuk anak-anak dan lansia, karena bantuan belum merata.
Dampak Sosial
Kondisi ini berlangsung tiga pekan pasca-bencana, dengan warga saling bantu dan berharap perbaikan jalan cepat agar ekonomi normal kembali. Video viral menunjukkan pemandangan pilu harian ini di media sosial.