Pewarta Nusantara
Add Post Menu
Musim Dingin Ekstrem di Gaza Tewaskan 24 Orang, 21 Anak-Anak

Musim Dingin Ekstrem di Gaza Tewaskan 24 Orang, 21 Anak-Anak

Jalur Gaza menghadapi krisis parah akibat musim dingin ekstrem yang menewaskan puluhan orang, terutama anak-anak di kamp pengungsian, ditambah ancaman ranjau yang tertimbun salju.​

Hingga 13 Januari 2026, setidaknya 24 orang tewas akibat kedinginan, dengan 21 di antaranya anak-anak, karena suhu beku, minimnya selimut, alat pemanas, dan tenda yang rusak (sekitar 127.000 dari 135.000 tidak layak huni). Lebih dari 1,5 juta pengungsi terancam hipotermia, penyakit pernapasan, dan banjir dari hujan lebat serta angin kencang.​

Ranjau darat dan sisa peledak Israel yang tersebar luas kini tertutup salju, menyulitkan deteksi dan meningkatkan risiko ledakan bagi warga yang mencari kayu bakar atau berpindah. Otoritas Gaza menyalahkan blokade Israel atas kelangkaan bantuan musim dingin, meski gencatan senjata berlaku sejak Oktober 2025.​

Pemerintah Gaza mendesak PBB dan dunia internasional buka akses bantuan pemanas, tenda tahan dingin, dan selimut untuk cegah korban tambahan.

Penulis:

Editor: Erniyati Khalida