Pewarta Nusantara
Add Post Menu
Mantan Presiden Joko Widodo Khawatirkan Penyalahgunaan AI dan Humanoid Robotics Tanpa Regulasi Ketat

Mantan Presiden Joko Widodo Khawatirkan Penyalahgunaan AI dan Humanoid Robotics Tanpa Regulasi Ketat

Presiden Joko Widodo Khawatirkan Penyalahgunaan AI dan Humanoid Robotics Tanpa Regulasi Ketat

Presiden Republik Indonesia ke-7, Joko Widodo, menyampaikan kekhawatirannya atas potensi penyalahgunaan kecerdasan buatan (AI) dan humanoid robotics jika tidak diatur secara ketat. Pernyataan ini disampaikan dalam forum teknologi nasional baru-baru ini, menekankan perlunya kerangka hukum yang kuat untuk mencegah dampak negatif bagi masyarakat.

Latar Belakang Kekhawatiran

Jokowi menyoroti risiko AI yang bisa dimanfaatkan untuk penipuan massal, manipulasi informasi, dan pengangguran struktural akibat otomatisasi pekerjaan. Humanoid robotics, menurutnya, berpotensi mengubah dinamika sosial jika tidak disertai etika dan pengawasan, seperti kasus deepfake yang telah meresahkan di berbagai negara.​

Rekomendasi Regulasi

Presiden menyerukan pembentukan badan pengawas nasional AI yang independen, kolaborasi dengan swasta untuk standar etis, dan integrasi kurikulum AI di pendidikan. Ia juga mendorong ASEAN untuk harmonisasi regulasi regional guna cegah celah penyalahgunaan lintas batas.​

Dampak bagi Indonesia

Dengan pertumbuhan AI di sektor manufaktur dan layanan, Jokowi memperingatkan perlunya keseimbangan antara inovasi dan perlindungan hak asasi. Pemerintah rencanakan undang-undang AI dalam dua tahun ke depan untuk posisikan Indonesia sebagai pemimpin etis di Asia Tenggara.

Penulis:

Editor: Erniyati Khalida