Manchester United: Secara Mengejutkan Mendepak Ruben Amorim

Manchester United resmi memecat Ruben Amorim dari kursi manajer secara cukup mengejutkan, meski tekanan terhadapnya sebenarnya sudah menggunung dalam beberapa pekan terakhir. Pemecatan diumumkan pada Senin, 5 Januari 2026, tak lama setelah hasil-hasil buruk di Liga Inggris.
Kapan dan situasinya
- Pengumuman pemecatan dilakukan pada Senin, 5 Januari 2026, setelah hasil imbang 1–1 melawan Leeds United di Liga Inggris.
- Saat dipecat, MU berada di posisi keenam klasemen sementara Premier League 2025/2026 dan dinilai manajemen butuh “perubahan” untuk mengejar posisi setinggi mungkin.
Alasan utama pemecatan
- Performa tim dinilai tidak memadai: musim 2025/2026, MU hanya menang 8 dari 20 laga liga, dengan tujuh imbang dan lima kekalahan, plus sudah tersingkir dari Piala Liga.
- Posisi di klasemen (peringkat keenam) dianggap tidak sesuai target klub dan jadi alasan resmi bahwa ini “waktu yang tepat untuk melakukan perubahan”.
Rekam jejak Amorim di MU
- Amorim ditunjuk pada November 2024 menggantikan Erik ten Hag, memimpin sekitar 63 pertandingan sebelum akhirnya didepak.
- Ia gagal mempersembahkan trofi; pencapaian terbaiknya hanya runner-up Liga Europa 2024/2025, sementara di liga MU bahkan sempat gagal menembus 10 besar pada musim sebelumnya.
Faktor non-taktis: komentar dan dinamika internal
- Sejumlah laporan menyebut komentar pedas Amorim soal perannya, soal dewan klub, dan soal kritik Gary Neville ikut memanaskan suasana sebelum keputusan pemecatan keluar.
- Ada juga sorotan pada rencana kerja Amorim yang disebut hanya “18 bulan”, yang menimbulkan keraguan terhadap proyek jangka panjang MU di bawahnya.
Setelah Amorim dipecat
- MU dalam berbagai laporan disebut sudah menyiapkan atau mempertimbangkan beberapa kandidat pengganti, meski belum tentu langsung menunjuk manajer permanen dan berpotensi memakai pelatih interim terlebih dulu.
- Fokus manajemen kini adalah menyelamatkan musim 2025/2026, memaksimalkan peluang naik peringkat di liga, dan menata ulang proyek jangka panjang pasca-Amorim.
Penulis:
Editor: Erniyati Khalida