Banjir dahsyat Yang Terjadi di Aceh Tamiang ketinggiannya 3-5 Meter
Banjir dahsyat di Aceh Tamiang pada akhir November hingga awal Desember 2025 memang luar biasa, dengan ketinggian air mencapai 3 hingga 5 meter di beberapa area, sehingga mampu mengangkat mobil-mobil seperti mainan dan meratakan rumah dengan tanah. Kekuatan Banjir bandang dari Sungai Tamiang ini membuat kendaraan terbawa arus deras, sebagaimana terlihat di video-video viral yang menunjukkan mobil terapung di permukiman. Peristiwa ini dipicu hujan lebat berkepanjangan, melumpuhkan 12 kecamatan dan menewaskan 60 orang di wilayah tersebut.
Dampak Utama
Total pengungsi mencapai 208.163 jiwa di 633 titik pengungsian, dengan 11.707 rumah rusak, termasuk 3.633 rumah rusak berat. Fasilitas seperti 66 unit pendidikan, 43 tempat ibadah, dan 43 fasilitas kesehatan juga hancur. Korban jiwa di Aceh Tamiang paling tinggi dibanding daerah lain di Aceh, dengan total 435 meninggal di provinsi ini per 16 Desember 2025.[3][1]
Kondisi Terkini
Hingga pertengahan Desember 2025, akses jalan mulai dibuka meski masih tertutup lumpur dan puing, sementara bantuan logistik dari TNI, Polri, dan SAR terus didistribusikan. Permukiman warga belum pulih sepenuhnya setelah tiga pekan, dengan banyak area seperti "kota zombie" akibat kehampaan dan bau busuk. Pemerintah pusat, termasuk kunjungan Presiden Prabowo Subianto, memantau pemulihan.
Penulis:
Editor: Erniyati Khalida