Akibat Kembang Api 10 Vila di Pecatu Bali Hangus Terbakar

Badung, Bali — Kebakaran hebat melanda kompleks Vila Desa Harmonis di Jalan Labuan Sait (Tegal Sari), Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, pada Kamis dini hari, 1 Januari 2026, bertepatan dengan perayaan Tahun Baru. Sedikitnya 10 unit vila beserta area lobi dan satu bangunan Vila Bilabong di sekitarnya hangus dilalap api. Kebakaran diduga dipicu oleh percikan kembang api yang menyambar atap vila berbahan alang-alang, material yang mudah terbakar. Luas area terdampak mencapai sekitar 10 are, dengan total kerugian material diperkirakan menembus Rp 3 miliar. Meski api berkobar cukup besar, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Peristiwa Kebakaran terjadi sekitar pukul 00.47 Wita. Laporan diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Badung pada waktu yang sama. Tim pemadam tiba di lokasi tujuh menit kemudian, tepatnya pukul 00.54 Wita. Proses pemadaman berlangsung selama kurang lebih 3,5 jam. Sebanyak tujuh unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan dari berbagai pos, antara lain Pos Induk BW 19, Pos Puspem BW 14, dan Pos ITDC BW 20. Total sekitar 53.000 liter air digunakan untuk menjinakkan api agar tidak merembet ke bangunan lain di sekitarnya. Saat kejadian, vila diketahui dihuni oleh lima orang. Para penghuni sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) dan air dari kolam, namun usaha tersebut tidak berhasil. Mereka akhirnya menyelamatkan diri sebelum api membesar. Penanganan kebakaran dipimpin oleh jajaran Dinas Damkar Badung, termasuk Sekretaris Dinas I Nyoman Suardana dan Kepala Dinas I Wayan Wirya. Petugas memfokuskan upaya pada pengendalian api agar tidak meluas ke properti lain di kawasan wisata tersebut. Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran. Manajemen vila juga diminta untuk segera membuat laporan resmi terkait kejadian tersebut. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Badung, I Wayan Wirya, mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam penggunaan kembang api, khususnya di kawasan padat penduduk dan daerah pariwisata. Menurutnya, penggunaan kembang api di area dengan bangunan berbahan mudah terbakar seperti alang-alang memiliki risiko tinggi memicu kebakaran. Insiden ini menjadi pengingat serius akan bahaya perayaan Tahun Baru tanpa memperhatikan aspek keselamatan, terutama di kawasan wisata Bali yang padat bangunan dan pengunjung.
Video: Kumparan
Penulis:
Editor: Erniyati Khalida