Trump Umumkan “Operasi Sukses Besar”: Khamenei & 2 Jenderal Iran Tewas!

Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa operasi militer gabungan AS-Israel bernama "Epic Fury" pada 28 Februari 2026 berhasil menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei beserta dua jenderal senior, termasuk Komandan IRGC Mohammad Pakpour. Dalam pidato dari Gedung Putih didampingi Direktur CIA John Ratcliffe dan Menlu Marco Rubio, Trump menyebut serangan ini sebagai "operasi sukses besar" yang menargetkan kompleks kepemimpinan Teheran, fasilitas nuklir, dan situs rudal untuk cegah ancaman langsung terhadap AS dan sekutu. Ia klaim 5-10 pejabat tinggi Iran tewas, dengan citra satelit tunjukkan kerusakan masif di Leadership House.
Trump ungkap operasi ini libatkan bom presisi "intensif" dari jet siluman AS-Israel, dipicu intelijen soal rencana Iran kembangkan senjata nuklir operasional dalam minggu-minggu mendatang. Selain Khamenei (86 tahun), tewas Komandan Angkatan Bersenjata Iran Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi dan Deputi IRGC Hossein Salami, yang disebut Trump sebagai "otak terorisme regional". Iran konfirmasi via media negara IRINN, sebut kematian ini "syahid" dan janjikan balas dendam total, sudah terealisasi via 137 rudal serta 209 drone ke UEA, Bahrain, Qatar.
Lewat Truth Social, Trump ancam Iran hentikan balasan karena "jika mereka serang lebih keras, kami balas dengan kekuatan belum pernah dilihat sebelumnya". Ia desak rakyat Iran bangkit lawan rezim, klaim serangan ini buka jalan negosiasi damai pasca-vakum kekuasaan. Pernyataan ini picu sidang darurat DK PBB, di mana Rusia-China kutuk sebagai agresi ilegal, sementara Trump tegaskan lindungi rakyat AS dari "ancaman eksistensial".
Konfirmasi Trump eskalasi konflik, dengan bandara Dubai-Abu Dhabi lumpuh, ribuan penerbangan batal, dan harga BBM RI naik Rp 400-500/liter per 1 Maret 2026 akibat Hormuz tertutup. Prabowo tawarkan mediasi ke Teheran meski JK ragukan karena ketidaksetaraan, MUI desak mundur Board of Peace Trump, dan Polri waspadai efek domino keamanan-ekonomi domestik. China-Rusia murka, sebut pelanggaran hukum internasional, tingkatkan risiko intervensi pro-Iran
Penulis:
Editor: Erniyati Khalida