Waspada! Gunung Ili Lewotolok Erupsi Lagi Malam Ini: Abu Tinggi 250 Meter

Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, dilaporkan mengalami letusan lagi pada malam 26 Februari 2026 sekitar pukul 19.30 WITA, menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi 250 meter di atas puncak.
PVMBG menghimbau masyarakat untuk waspada dan menjauh dari radius aman, meskipun status gunung baru diturunkan menjadi Level II (Waspada) beberapa hari sebelumnya setelah periode aktivitas tinggi.
Letusan ini terekam seismograf dengan amplitudo sedang, menghasilkan abu berwarna kelabu tebal yang mengarah ke timur laut, berpotensi mengganggu pernapasan dan visibilitas di desa sekitar seperti Ile Werang atau Atalo。 Letusan berlangsung singkat sekitar 1 menit, tanpa laporan lontaran material panas signifikan, namun getaran dirasakan hingga 3 km. Ini merupakan letusan ke-10 atau lebih sejak awal tahun 2026, menempatkan gunung ini di urutan atas aktivitas vulkanik nasional setelah Semeru.
Pagi 24 Februari 2026, status diturunkan dari Siaga (Level III) ke Waspada setelah penurunan gempa erupsi dari ribuan menjadi ratusan per hari, dengan data 1-15 Februari menunjukkan 1.760 gempa erupsi dan 4.410 hembusan。 Namun, aktivitas tetap fluktuatif: erupsi dua kali pada 19 Januari (abu 400-500 m), plus 29 letusan lain ciptakan pijaran api, batuk pilek warga, dan rusak sayuran akibat abu. Gunung setinggi 1.923 mdpl ini tipe strato, rawan letusan freatik-magmatik di kawah selatan.
Warga diimbau memakai masker, menutup sumber udara, melindungi tanaman, dan menghindari radius 2-2,5 km pusat kawah plus sektoral selatan-tenggara/barat; pendaki dilarang mendekat。 Dampak sebelumnya termasuk mata perih, batuk, dan kerugian pertanian kecil; potensi lahar hujan di musim hujan. Pantau via MAGMA Indonesia untuk update, koordinasi BPBD Lembata siaga 24 jam.
Penulis:
Editor: Erniyati Khalida