Pewarta Nusantara
Add Post Menu
Seorang Nenek di Kroyok dan Nyaris Meninggal Akibat Menentang Tambang Emas Ilegal di Lahannya

Seorang Nenek di Kroyok dan Nyaris Meninggal Akibat Menentang Tambang Emas Ilegal di Lahannya

Nenek Saudah (68 tahun), warga Jorong Lubuak Aro, Nagari Padang Matinggi Utara, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, mengalami penganiayaan sadis setelah menolak penambang emas ilegal (PETI) menggali lahannya pada Kamis malam (1/1/2026). Ia dikeroyok, dilempari batu hingga pingsan di pinggir Sungai Batang Air Sibinail, lalu dibuang ke semak-semak dengan luka parah di wajah dan tubuh.

Kronologi Insiden

Saudah mendapat kabar lahan miliknya diresmi digunakan PETI; ia datang siang hari meminta pekerja berhenti, sempat diindahkan tapi malam harinya berlanjut. Saudah kembali ke lokasi bawa senter untuk tegur, tapi malah diserang bertubi-tubi hingga kehilangan kesadaran; anaknya Iswadi Lubis (45) temukan ibunya babak belur dan segera larikan ke RS.​

Respons Otoritas

DPR RI desak polisi usut tuntas kasus ini sebagai pelanggaran HAM dan kerugian negara akibat PETI; Polres Pasaman gelar penyidikan meski pelaku belum tertangkap per 6 Januari 2026. Saudah kini dirawat dengan mata bengkak biru, jadi sorotan aktivis lingkungan soal maraknya tambang ilegal di Sumbar

Penulis:

Editor: Erniyati Khalida