Kanada

Presiden AS Donald Trump mengancam Kanada dengan tarif impor 100% atas semua barang jika negara itu menyelesaikan kesepakatan dagang dengan China. Ancaman ini muncul setelah PM Kanada Mark Carney bertemu Xi Jinping dan sepakat menurunkan tarif perdagangan bilateral.
Kanada dan China baru saja meraih kesepakatan awal untuk saling menurunkan tarif ekspor-impor, termasuk pada produk pertanian Kanada dan kuota EV China. Trump khawatir Kanada jadi "pelabuhan transit" bagi barang China ke pasar AS untuk hindari tarif Trump. Sebelumnya, Trump sempat dukung kesepakatan itu, tapi kini murka karena ketegangan soal Greenland dan tarif timbal balik.
Lewat Truth Social pada 24 Januari 2026, Trump sebut Carney "gubernur" dan ingatkan Kanada bisa jadi negara bagian AS ke-51. Ia klaim "China akan melahap Kanada hidup-hidup, hancurkan bisnis, sosial, dan gaya hidup mereka." Kanada adalah mitra dagang terbesar kedua AS setelah China.

Donald Trump membatalkan undangan bagi Kanada untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian yang ia bentuk untuk menyelesaikan konflik internasional, khususnya terkait Gaza. Keputusan ini diumumkan melalui Truth Social pada 22 Januari 2026, ditujukan kepada Perdana Menteri Kanada Mark Carney.
Pembatalan dipicu oleh ketegangan antara Trump dan Carney, termasuk sindiran Carney di Davos soal keretakan tatanan global AS serta pernyataannya bahwa Kanada tidak bergantung pada AS. Kanada juga menolak membayar biaya keanggotaan permanen sebesar USD1 miliar (Rp16,8 triliun).
Dewan ini awalnya bertujuan mengakhiri perang Israel-Hamas dan rekonstruksi Gaza, dengan Trump sebagai ketua seumur hidup berwenang veto. Kanada sempat menyatakan minat bergabung tapi ragu pada struktur dan biaya, sementara negara lain seperti Indonesia ikut serta.

François Brunelle, fotografer Kanada, meluncurkan proyek "I'm Not a Look-Alike!" sejak 1999 untuk mencari dan memotret doppelgänger—pasangan orang asing tak bersaudara yang mirip luar biasa—selama lebih dari satu dekade hingga kini.
Asal Inspirasi
Ide muncul saat ia sering disangka mirip Mr. Bean, mendorongnya cari pasangan wajah identik secara global via internet, teman, dan media sosial. Ia potret lebih dari 200 pasangan di studionya, tangkap ekspresi syok awal lalu kedalaman emosional saat bertemu.
Dampak Proyek
Foto-foto ini eksplor identitas, hubungan manusia, dan misteri genetik, sering picu persahabatan abadi antar subjek seperti dua wanita Belanda. Proyeknya kini jadi buku, pameran, dan inspirasi peneliti, dengan situs web tunjukkan galeri menakjubkan.
Pewarta Nusantara - Facebook dan Instagram di Kanada telah memblokir akses konten berita setelah pengesahan undang-undang yang mewajibkan platform-platform digital membayar untuk konten tersebut.
Meta, perusahaan induk Facebook, mengonfirmasi bahwa ketersediaan berita di kedua platform tersebut akan dihentikan sebelum Undang-Undang Berita Online mulai berlaku.
Undang-undang baru ini mengadopsi Kode Negosiasi Media Baru Australia dan menuntut perusahaan-perusahaan teknologi seperti Google dan Meta untuk membuat kesepakatan komersial yang adil dengan media Kanada. Jika tidak, mereka akan menghadapi arbitrase yang mengikat.
Langkah ini merupakan upaya untuk mendukung sektor berita Kanada yang sedang berjuang, setelah terjadinya penutupan ratusan publikasi dalam satu dekade terakhir.
Namun, Google dan Meta menentang undang-undang tersebut, dengan Google sebelumnya menyatakan bahwa mereka juga sedang mempertimbangkan langkah serupa.
Menteri Warisan Kanada, Pablo Rodriguez, menyambut baik pengesahan undang-undang ini dan menyatakan kekecewaannya atas tindakan Meta yang memblokir konten berita.
Kantor Rodriguez berharap untuk melakukan diskusi lebih lanjut dengan kedua perusahaan tersebut terkait dengan undang-undang baru ini.
Perdana Menteri Justin Trudeau juga mengkritik Meta sebelumnya karena mencoba memblokir konten berita Kanada bagi sebagian pengguna dan menganggap penentangan terhadap undang-undang ini sebagai ancaman terhadap demokrasi dan ekonomi negara.
Baca juga: Indonesia Mengancam Alihkan Ekspor Sawit dari Eropa ke Afrika Akibat EUDR
Google sendiri juga telah melakukan pembatasan sementara akses berita bagi pengguna Kanada di mesin pencarian mereka. Meta menyatakan bahwa perubahan dalam ketersediaan konten berita tidak akan mempengaruhi produk dan layanan lainnya di Kanada.
Google, di sisi lain, berusaha untuk mencari jalan ke depan dan bekerja sama dengan pemerintah dalam mencapai solusi yang diinginkan. (*Ibs)