FIFA

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir membantah tuduhan media Malaysia bahwa ia menjadi dalang pengaduan ke FIFA terkait skandal naturalisasi pemain Timnas Malaysia. Tuduhan muncul pada 15 Februari 2026 dari MyNewsHub, yang mengklaim Erick menyuruh pihaknya kirim dokumen pelanggaran meski laporan resmi dari Vietnam.
Media Malaysia menyoroti sanksi FIFA ke FAM (denda dan pengurangan poin) atas rekayasa dokumen 7 pemain naturalisasi seperti Gabriel Felipe Arrocha pada kualifikasi Piala Asia 2027. Mereka tuduh Erick iri atas performa Harimau Malaya yang melebihi Timnas Indonesia.
Pada 20 Februari 2026, Erick menegaskan tidak ada intervensi atau manfaat bagi PSSI untuk campur tangan isu negara lain, fokus utama tetap kemajuan sepak bola Indonesia. Ia sebut tuduhan tersebut tidak benar dan tak berdasar.

Presiden FIFA Gianni Infantino mengutuk keras aksi walk-out pemain Senegal di final Piala Afrika 2025 melawan Maroko. Pernyataan keras ini muncul setelah pertandingan di Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat, pada 19 Januari 2026 dini hari WIB.
"Kami menyaksikan adegan-adegan yang tidak dapat diterima di lapangan dan di tribun penonton. Kami dengan tegas mengecam perilaku sebagian pendukung serta beberapa pemain dan staf teknis Senegal," tegas Infantino. Ia menekankan bahwa meninggalkan lapangan bukanlah cara tepat dan kekerasan tidak boleh ditoleransi dalam sepak bola.
Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) juga mengutuk sikap tersebut dan berjanji meninjau rekaman untuk sanksi disipliner terhadap pelaku. CAF menyoroti perilaku tidak pantas yang menargetkan wasit dan penyelenggara.

Permintaan Tiket Piala Dunia FIFA 2026 telah memecahkan rekor sepanjang sejarah dengan lebih dari 150 juta permintaan dari penggemar di lebih dari 200 negara.
Detail Rekor
Fase penjualan tiket Undian Acak dibuka sejak 11 Desember 2025 dan berlangsung hingga 13 Januari 2026 pukul 11.00 waktu setempat. Hingga pertengahan fase, permintaan ini 30 kali lipat melebihi kapasitas stadion yang tersedia, berdasarkan verifikasi kartu kredit unik.
Konteks FIFA
Presiden FIFA Gianni Infantino menyebut edisi 2026 sebagai pertunjukan terbesar dan paling inklusif, dengan angka permintaan 3,4 kali lebih besar dari total penonton 22 edisi Piala Dunia sebelumnya sejak 1930. Turnamen ini akan digelar di Amerika Utara.
Piala Dunia U-17 2023: Indonesia Menangkan Pertarungan Sengit dengan Peru dan Bukti Dunia Percaya pada Kepemimpinan Presiden Jokowi!
Pewarta Nusantara, Jakarta - Piala Dunia U-17 2023 yang akan diselenggarakan di Indonesia telah menjadi bukti bahwa dunia mengakui dan percaya akan kepemimpinan Presiden Jokowi, menurut Ketua PSSI, Erick Thohir.
Keputusan tersebut diambil dalam FIFA Council Meeting ke-24, di mana Indonesia dipilih sebagai tuan rumah menggantikan Peru yang sebelumnya direncanakan.
FIFA mencoret Peru karena dinilai belum memenuhi persyaratan infrastruktur yang dibutuhkan untuk penyelenggaraan turnamen tersebut.
Meskipun lokasi penyelenggaraan berubah, yaitu menjadi Indonesia, FIFA menegaskan bahwa tanggal penyelenggaraan turnamen tidak akan berubah.
Turnamen ini akan berlangsung mulai 10 November hingga 2 Desember mendatang, sesuai dengan pengumuman resmi FIFA saat mencoret Peru.
Menanggapi hal ini, Erick Thohir merasa bersyukur dan mengungkapkan harapannya agar semua pihak terkait dalam sepak bola Indonesia segera mempersiapkan diri dengan baik.
"Saya hanya bisa mengucapkan rasa syukur dan Alhamdulillah, karena FIFA Council mengambil keputusan bersama untuk menunjuk Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-17 tahun ini," ujar Erick Thohir, Ketua Umum PSSI.
"Ini salah satu bentuk kepercayaan dunia kepada Indonesia di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Joko Widodo," tambahnya.
Namun, Erick Thohir juga menjelaskan bahwa ia belum menerima pemberitahuan resmi secara tertulis. Pengumuman ini hanya berdasarkan laporan dari FIFA saat FIFA Council Meeting berlangsung di Zurich pada Jumat malam.
Baginya, yang terpenting saat ini adalah bagaimana Indonesia dapat mempersiapkan diri dengan baik sebagai tuan rumah yang berkualitas.
Selain membahas Piala Dunia U-17 2023, FIFA juga membahas beberapa turnamen lain dalam pertemuan tersebut. Beberapa di antaranya adalah Piala Dunia Wanita 2024 yang akan diselenggarakan di Kolombia, Piala Dunia U-17 Wanita yang akan diselenggarakan di Republik Dominika, serta Piala Dunia Futsal 2024 yang akan diselenggarakan di Uzbekistan.
Baca juga: Piala Dunia U17" href="https://www.pewartanusantara.com/ini-alasan-utama-fifa-indonesia-ditunjuk-jadi-tuan-rumah-piala-dunia-u17/" rel="bookmark">Ini Alasan Utama FIFA Indonesia ditunjuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U17
Dalam pertemuan ini, hadir pula beberapa petinggi FIFA seperti Gianni Infantino (Presiden FIFA) dan Fatma Samoura (Sekretaris Jenderal FIFA). (*Ibs)
Baca SelengkapnyaIni Alasan Utama FIFA Indonesia ditunjuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U17
Pewarta Nusantara, Jakarta - FIFA resmi mengumumkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U17 2023 melalui akun Twitter resmi mereka. Keputusan ini diambil dalam sidang FIFA Council yang berlangsung di Zurich, Swiss.
Erick Thohir, Ketua Umum PSSI, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah. Menurutnya, hal ini adalah bentuk kepercayaan dunia terhadap Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo.
Meskipun belum menerima surat pemberitahuan resmi, Erick Thohir menganggap pengumuman dari FIFA sebagai awal yang penting untuk mempersiapkan diri menjadi tuan rumah yang baik.
Alasan utama penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U17 tidak dijelaskan secara detail dalam situs resmi FIFA. Namun, beberapa faktor positif yang dapat menjadi alasan antara lain adalah perbaikan sarana stadion yang telah lulus uji kelayakan FIFA, perhelatan dua FIFA Match Day melawan Palestina dan Argentina yang sukses, serta prestasi juara dunia Qatar 2022 yang berhasil menarik perhatian FIFA dan dunia sepakbola internasional.
Erick Thohir mengungkapkan bahwa kepercayaan FIFA terhadap Indonesia tetap tinggi, dan hal ini harus dijaga dan dibuktikan melalui persiapan yang baik sebagai tuan rumah Piala Dunia U17.
FIFA secara resmi mengumumkan bahwa Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA U17 melalui media sosial Twitter.

Piala Dunia U17 - Pewarta Nusantara - (Foto: www.fifa.com)
Pengumuman tersebut menjelaskan bahwa turnamen Piala Dunia U17 akan diselenggarakan di Indonesia pada tahun ini. Edisi ke-19 dari turnamen sepak bola pemuda internasional ini akan diadakan mulai tanggal 10 November hingga 2 Desember 2023.
Setelah absen selama 4 tahun karena pandemi COVID-19, turnamen ini kembali digelar. Brasil akan berkompetisi sebagai juara bertahan setelah memenangkan gelar pada tahun 2019.
Awalnya, Peru telah ditetapkan sebagai tuan rumah Piala Dunia U17 pada tahun 2021. Namun, Peru kemudian mengundurkan diri sebagai tuan rumah karena masalah kerusakan infrastruktur.
Sebagai akibatnya, FIFA mengumumkan pembukaan tender untuk mencari tuan rumah pengganti. Akhirnya, Indonesia dipilih sebagai pengganti Peru dan diumumkan sebagai tuan rumah Piala Dunia U17 2023.
Penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah turnamen ini memberikan kesempatan bagi negara tersebut untuk menunjukkan kemampuan dan fasilitas sepak bola yang dimilikinya.
Piala Dunia U17 akan menjadi ajang penting bagi para pemain muda di bawah 17 tahun dari berbagai negara anggota FIFA untuk berkompetisi dan memperlihatkan bakat mereka.
Baca SelengkapnyaVinicius Junior Menyuarakan Perang Melawan Rasisme: Dukungan Luar Biasa dari Presiden FIFA Menginspirasi Seluruh Dunia!
Pewarta Nusantara, Yogyakarta - Vinicius Junior Menghargai Dukungan Gianni Infantino dalam Melawan Rasisme. Kasus rasisme yang dialami Vinicius Junior saat pertandingan antara Valencia vs Real Madrid telah menarik perhatian dunia, termasuk FIFA sebagai badan sepak bola dunia.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, bahkan mengunjungi Vinicius di hotel untuk menanyakan dukungan apa yang dapat diberikan.
Vinicius Junior mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Real Madrid, CBF, dan presiden FIFA setelah insiden di Stadion Mestalla.
Dia juga mengungkapkan bahwa Infantino datang ke hotel untuk menanyakan pemain mana yang dapat membantu dalam perjuangannya. Vinicius menyampaikan bahwa semua orang bersatu untuk mencapai perubahan yang lebih baik.
Selain itu, Vinicius Junior juga ingin menekankan bahwa tingkat rasisme tidak hanya meningkat di LaLiga, tetapi masalah ini ada di semua negara.
Dia mengajak semua pihak untuk bersatu dalam memerangi rasisme. Vinicius ingin terus membantu anak-anak dan orang-orang yang menderita akibat rasisme, serta semua tekanan yang dia rasakan sejak debutnya di usia 16 tahun.
Vinicius Junior mengungkapkan keinginannya untuk terus mendukung perjuangan ini dan memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan.
Baca juga: Fabio Grosso Mengundurkan Diri dari Frosinone setelah Membawa Tim Promosi ke Serie A
Dia menekankan bahwa rasisme bukan hanya terjadi di stadion atau di Spanyol, tetapi di mana pun. Vinicius menyimpulkan bahwa setiap orang harus memiliki kekuatan untuk berbicara dan bertindak melawan rasisme. (*Ibs)
Baca SelengkapnyaPSSI Ditegur Tegas FIFA, Sepak Bola Indonesia dalam Ancaman Serius
Pewarta Nusantara - PSSI Mendapat Teguran Tegas dari FIFA, Sepak Bola Indonesia Dalam Bahaya. Liga 1 2023-24 yang direncanakan akan segera dimulai pada tanggal 1 Juli mendatang telah menimbulkan sorotan terhadap PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB).
Akibat adanya larangan bagi suporter tim tamu untuk menyaksikan pertandingan tim kesayangannya saat bermain di luar kandang.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengungkapkan keprihatinannya terkait peringatan keras yang diterima dari FIFA terkait dengan kondisi sepak bola Indonesia. Dia berharap tidak akan ada lagi insiden kerusuhan saat kompetisi dimulai dalam waktu dekat.
Erick Thohir meminta agar penonton kompetisi tidak lagi terlibat dalam kerusuhan di tengah pertandingan. Menurutnya, apabila kejadian serupa terulang, FIFA yang terus memantau perkembangan sepak bola Indonesia, tidak akan ragu memberikan sanksi yang lebih berat, bahkan mungkin menghentikan sepak bola Indonesia secara keseluruhan. Oleh karena itu, dia memberikan peringatan kepada para suporter.
"Diharapkan kita semua mengingat peristiwa di Kanjuruhan yang masih tercatat oleh FIFA. Kita beruntung karena hanya mendapat sanksi ringan, sehingga masih bisa mengadakan pertandingan internasional, FIFA Matchday, dan kompetisi lainnya. Namun, jika terjadi kerusuhan seperti yang terjadi di akhir musim lalu, saya yakin FIFA akan menghentikan sepak bola Indonesia. Kita tidak boleh melupakan hal ini, karena FIFA tidak akan melupakan," ungkap Erick Thohir melalui pernyataan resmi PSSI.
Selain itu, Erick juga menyoroti tentang risiko yang dihadapi sepak bola Indonesia saat berada dalam tahun politik. Kondisi tersebut membuat PSSI memberlakukan kebijakan agar hanya suporter tuan rumah yang diizinkan hadir di stadion.
Menurutnya, langkah tersebut telah direncanakan jauh-jauh hari sebelum kompetisi dimulai, sejalan dengan arahan dari Presiden Jokowi untuk mengantisipasi masalah keamanan.
"Karena itu, bersama PT Liga Indonesia Baru, kami telah merilis jadwal kompetisi jauh sebelumnya. Hal ini merupakan langkah yang diambil untuk menjaga keamanan. Penonton yang diperbolehkan hadir di stadion hanyalah suporter tuan rumah saja, dan kebijakan ini hanya bersifat sementara demi menciptakan kompetisi yang nyaman, aman, serta memastikan penonton pulang dengan selamat ke rumah," tutupnya.
Teguran tegas yang diterima oleh PSSI dari FIFA menunjukkan bahwa sepak bola Indonesia saat ini berada dalam situasi yang berbahaya.
Ancaman sanksi lebih berat hingga penghentian sepak bola secara keseluruhan dapat mengancam eksistensi sepak bola di tanah air.
Oleh karena itu, peran aktif seluruh pihak, termasuk PSSI, PT Liga Indonesia Baru, suporter, dan penonton sangat penting untuk menjaga keamanan dan keharmonisan dalam pertandingan sepak bola Indonesia. (*Ibs
Baca Selengkapnya