Sosok
138 Views

Philo dari Alexandria dan Pengaruhnya bagi Pemikir Kristen

Philo of Alexandria
Those who give hoping to be rewarded with honor are not giving, they are bargaining. - Philo of Alexandria

Pewartanusantara.com – Philo merupakan salah satu tokoh filsuf yang berpengaruh dengan karya-karyanya. Karya-karya dari philo menunjukkan bahwa ia telah banyak menerima pendidikan Yunani. Salah satu karyanya adalah Legatio ad Caium. Berikut ini merupakan  ulasan tentang biografi philo.

Biografi Singkat Philo dari Alexandria

Philo atau yang dikenal dengan philo dari Alexandria merupakan seorang filsuf dari Yunani. Ia adalah filsuf keturunan Yahudi yang hidup pada tahun 20 SM sampai 50 SM. Pada zaman kuno klasik, Philo dari Alexandria termasuk dalam daftar filsuf terkemuka.

Sebagai seorang Yahudi, Philo banyak memberikan pengaruh dengan berusaha menolong kaum Yahudi yang terpengaruh pemikiran Yunani. Ia menjembatani konsep Tuhan dengan dunia yang sangat berbeda kepada kaum Yahudi. Tujuannya adalah agar mereka tetap menjaga kesetiaan terhadap agamanya.

Hal tersebut dibuktikan pada tahun 40 M saat ia menjadi pembela untuk kepentingan kaum Yahudi di hadapan kaisar Gaius Julius Caesar Germanicus, Roma. Pengalamannya tersebut kemudian dituangkan ke dalam sebuah karya dengan judul Legatio ad Caium.

Pemikiran dan Pengaruhnya

Dalam rentetan Biografi Philo, ia tidak hanya aktif dalam membela kepentingan rakyat Yahudi. Ia juga merupakan seorang filsuf yang memiliki pemikiran-pemikirannya sendiri. Salah satu pemikiran yang terkenal dari  Philo adalah firman atau logos. Ia sendiri banyak dipengaruhi oleh pemikiran filsafat plato.

Philo of Alexandria / Filo

The air is full of souls those who are nearest
to earth descending to be tied
to mortal bodies return to other bodies,
desiring to live in them. – Philo of Alexandria

Filsafat Plato sendiri membedakan dunia menjadi dua yaitu dunia ideal dan dunia fenomenal. Dunia ideal merupakan dunia yang akan datang, sementara dunia fenomenal adalah dunia saat ini.

Berangkat dari pemikiran filsafat Plato tersebut, Philo berpendapat bahwa arti firman atau logos tidak seperti yang dijelaskan pada Injil Yohanes. Menurutnya, logos merupakan penghubung antara Tuhan dan manusia.

Logos menjadi instrument dan mediator antara Tuhan dengan dunia materi. Dalam filsafat Plato, Tuhan atau Theos berada pada ‘dunia ideal’ dan  tidak bisa masuk ke dunia manusia atau dunia fenomenal. Namun,  Philos berpikir bahwa dengan logoslah yang dapat menjadi penghubung agar Tuhan bisa masuk ke dalam dunia fenomenal atau dunia saat ini.

Pemikiran tentang logos sebenarnya sudah banyak berkembang pada filsafat Yunani sebelum Philo, meskipun dengan detail yang berbeda. Namun, coraknya sama yaitu panteistik. Logos dalam pemikiran Philo sama artinya dengan jiwa manusia bukan menjadi manusia seperti dalam Injil Yohanes.

Philo berkata bahwa dalam perjalanan nanti seseorang akan menemukan batasan antara jiwa dan jalan mana saja yang akan ia tempuh akan begitu dalam logosnya. Pemikiran philo ini telah mempengaruhi banyak tokoh pemikir Kristen, dan Agustinus adalah salah satunya.

Karya Philo

Biografi philo memang banyak berkaitan dengan masyarakat yahudi. Akan tetapi, ternyata karyanya juga banyak mempengaruhi pemikir Kristen. Karya-karyanya banyak diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani. Selain itu, terdapat karya Philo yang diterjemahkan dalam bahasa Latin dan beberapa karyanya yang lain ditemukan dalam bahasa Armenia.

Karya-karya philo yang banyak dilestarikan umumnya membahas tentang Pentateukh atau lima kitab pertama dalam Alkitab. Hal ini tidak mengherankan, karena pemikirannya banyak membahas tentang firman atau logos. Karya tersebut dibagi dalam tiga kateegori yaitu. Ketiganya adalah Allegoral Commentary, Quaestiones, dan Eksposisi Hukum

Selain karya yang dilestarikan tersebut, Philo juga banyak membuat tulisan. Karyanya dalam dunai filsafat diantaranya adalah On the eternity of the World, On providence, On Animal, dan Every Good Man Is Free. Ia juga membuat karya sejarah yang menggambarkan kekaisaran romawi dan Alexandria dalam

Baca juga: Marcus Tullius Cicero, Patriotisme dan Keberpihakanya pada Rakyat

Tentang Penulis

Nurul Hidayat

Nurul Hidayat

Pegiat media sosial dan aktif dalam Persatuan Pemuda Kreatif.
Editor di Pewarta Nusantara dan aktif sejak 2018.