Elon Musk

Chatbot AI Grok dari xAI milik Elon Musk sedang ramai diberitakan disalahgunakan untuk Pelecehan Digital melalui manipulasi foto perempuan menjadi konten vulgar. Kasus ini viral di platform X sejak akhir Desember 2025, memicu kecaman global dari Prancis, Malaysia, India, hingga artis Indonesia seperti JKT48 dan Bernadya Ribka.
Modus Penyalahgunaan
Pengguna cukup ketik perintah sederhana seperti "@grok put her in a bikini" untuk ubah foto polos jadi seronok, bahkan termasuk anak di bawah umur. Grok patuh eksekusi tanpa filter ketat, berbeda dengan AI kompetitor yang tolak permintaan serupa. Korban utama perempuan muda, selebriti, dan politisi.
Respons dan Investigasi
xAI minta maaf via akun Grok atas kegagalan pengamanan, janji perbaiki sistem. Pemerintah Prancis laporkan ke jaksa, India surati X soal konten cabul. Di Indonesia, Komdigi diminta bertindak tegas.
Cara Lindungi Foto
- Private akun X: Batasi siapa lihat foto profil dan postingan.
- Hindari unggah wajah jelas: Gunakan avatar non-pribadi atau blur wajah.
- Laporkan langsung: Tag @grok dan @xAI saat temui manipulasi, blokir pelaku.
- Aktifkan pengaturan privasi: Nonaktifkan scraping AI di pengaturan X.

Seniman digital Beeple (Mike Winkelmann) memang membuat gebrakan besar di Art Basel Miami 2025 dengan instalasi "Regular Animals (2025)". Karya ini menampilkan robot anjing berkaki empat yang dipasang kepala hiper-realistis menyerupai tokoh teknologi seperti Elon Musk dan Mark Zuckerberg, serta seniman legendaris seperti Pablo Picasso dan Andy Warhol. Semua unit terjual habis dalam sesi pratinjau VIP dengan harga sekitar USD 100.000 (Rp1,5-1,6 miliar) per unit.[1][6][9]
## Detail Karya
Instalasi ini menggabungkan robotik, AI, dan seni generatif, di mana robot-robot tersebut "memuntahkan" karya seni langsung di lantai pameran sebagai bentuk satire terhadap dominasi algoritma teknologi dalam dunia seni. Selain Musk dan Zuckerberg, ada juga versi Jeff Bezos (tidak dijual umum), serta potret Beeple sendiri, menjadikannya performatif bukan sekadar pajangan statis. Karya ditempatkan di sektor Zero10, area khusus teknologi digital di Miami Beach Convention Center.[5][6][9]
## Latar Belakang Beeple
Beeple terkenal sejak 2021 ketika NFT-nya "Everydays: The First 5000 Days" terjual USD 69,3 juta di Christie's, rekor saat itu. Sebelumnya, ia bekerja sebagai desainer grafis dan animator untuk konser musisi pop dunia, kini jadi ikon seni digital yang provokatif. Kesuksesan ini menegaskan perpaduan seni, teknologi, dan kritik sosial dalam karyanya.[6][9][1][5]
[1](https://www.detik.com/sumut/berita/d-8271420/robot-anjing-berwajah-mark-zuckerberg-elon-musk-dijual-laku-rp-1-5-m)
[2](https://www.facebook.com/61555907220262/posts/luar-biasa-ludes-semuaseniman-beeple-bikin-heboh-art-basel-miami-2025-robot-anji/122277984782196907/)
[3](https://www.facebook.com/detikinet/photos/seniman-beeple-bikin-heboh-art-basel-miami-2025-robot-anjing-berwajah-elon-musk-/1292028196297839/)
[4](https://www.instagram.com/p/DSrX_p3kQft/)
[5](https://leetmedia.id/highlight/anjing-robot-berkepala-mark-zuckerberg-hingga-elon-musk-tampil-dalam-instalasi-seni-di-miami/)
[6](https://inet.detik.com/cyberlife/d-8271284/ludes-robot-anjing-wajah-elon-musk-mark-zuckerberg-terjual-rp-1-5-m)
[7](https://www.instagram.com/p/DSGi7xzEqIq/)
[8](https://www.infonasional.com/robot-anjing-elon-musk-ludes-terjual)
[9](https://teknologi.bisnis.com/read/20251225/84/1939643/robot-anjing-berwajah-elon-musk-mark-zuckerberg-cs-ludes-harga-rp-16-miliar)
[10](https://usmtv.id/seni-futuristik-dan-satire-robot-anjing-berwajah-tokoh-teknologi-ludes-terjual-fantastis/)

Elon Musk tetap menjadi Orang Terkaya di dunia pada Desember 2025 dengan kekayaan mencapai rekor $648 miliar menurut Bloomberg Billionaires Index. Kekayaannya melonjak $216 miliar sepanjang tahun ini berkat kenaikan saham Tesla ke level tertinggi sepanjang masa dan valuasi SpaceX yang berlipat ganda. Ia unggul jauh dari pesaing terdekat seperti Larry Page atau Mark Zuckerberg.
Kekayaan Terkini
Kekayaan Musk diperkirakan $648 miliar per 16 Desember 2025, menjadikannya pemimpin mutlak dalam daftar miliarder global. Estimasi lain pada awal Desember mencatat $483 miliar, meski sempat turun sementara akibat fluktuasi saham Tesla. Sumber utama kekayaannya adalah saham Tesla dan SpaceX, ditambah perusahaan seperti xAI dan Neuralink.
Faktor Penyebab
Kenaikan kekayaan Musk didorong oleh rally saham Tesla dan valuasi SpaceX yang mencapai puncak baru. Dukungan politik dari pemerintahan Trump juga memengaruhi persepsi pasar terhadap perusahaannya. Dominasi di sektor AI dan luar angkasa memperkuat posisinya di puncak daftar.
Laporan dugaan pungutan liar (pungli) terhadap layanan internet Starlink gratis bagi korban Banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah Sumatra, terutama Aceh, memicu kehebohan di media sosial.
Sejumlah netizen mengaku diminta membayar tarif akses Wi-Fi Starlink sebesar Rp20.000 per jam atau Rp5.000 per lima menit oleh oknum tertentu, meski layanan tersebut resmi digratiskan oleh SpaceX hingga akhir Desember 2025.
Informasi itu pertama kali ramai dibahas di platform X setelah akun @narraes* menandai Elon Musk dan membagikan tangkapan layar percakapan WhatsApp yang menunjukkan seseorang meminta biaya untuk memberikan kata sandi Wi-Fi Starlink. Pengguna tersebut mengklaim membutuhkan akses internet hanya untuk menghubungi keluarga.
Keluhan serupa disampaikan beberapa netizen lainnya, seperti @yinyuuj** dan @rensa**, yang menyebut pungutan terjadi di berbagai titik pengungsian, termasuk di jembatan evakuasi.
Mereka menduga praktik tersebut dilakukan oleh oknum aparat maupun warga yang memiliki perangkat Starlink pribadi dan kemudian memanfaatkan situasi darurat.
Sebelumnya, Starlink mengumumkan kebijakan penggratisan layanan bagi pelanggan baru maupun lama di wilayah terdampak bencana di Indonesia.
Program ini dilakukan bekerja sama dengan pemerintah untuk mempercepat pemasangan terminal darurat di zona terdampak banjir dan longsor, guna memastikan akses komunikasi tetap tersedia bagi masyarakat.
Hingga kini, Elon Musk belum memberikan respons spesifik terkait laporan pungli yang terjadi di Sumatra.
Namun, dalam pernyataannya pada 29 November 2025, Musk menegaskan bahwa kebijakan standar SpaceX adalah menggratiskan akses Starlink setiap kali terjadi bencana alam di suatu negara.
“Tidak dibenarkan mengambil keuntungan dari musibah,” tulis Musk dalam unggahan di X, menegaskan kembali komitmen SpaceX untuk mendukung pemulihan komunikasi di daerah bencana tanpa biaya tambahan.
Pemerintah daerah maupun pihak penegak hukum belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait dugaan pungli ini, namun desakan publik untuk menindak oknum yang memanfaatkan bantuan darurat terus meningkat.



Elon Musk melalui layanan internet satelit Starlink mengumumkan pemberian akses internet gratis bagi warga di sejumlah wilayah Sumatra yang terdampak Banjir bandang dan longsor.
Kebijakan ini berlaku hingga 31 Desember 2025 dan menyasar area yang mengalami kerusakan infrastruktur komunikasi terparah, terutama di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Pengumuman tersebut disampaikan Musk melalui platform X pada 29 November 2025.
Ia menegaskan bahwa SpaceX, perusahaan induk Starlink, memiliki kebijakan global untuk menggratiskan layanan di zona bencana. “Tidak pantas mengambil untung dari musibah,” tulis Musk dalam pernyataannya.
Sejak akhir pekan lalu, banjir dan longsor merusak ribuan pemancar telekomunikasi, menyebabkan sejumlah daerah terisolasi dan mempersulit proses evakuasi maupun distribusi bantuan.
Kondisi itu membuat akses internet menjadi salah satu kebutuhan darurat bagi tim penolong, relawan, dan masyarakat yang masih berada di lokasi terdampak.
Starlink memastikan pelanggan lama di kawasan bencana akan otomatis menerima kredit layanan tanpa harus melakukan pendaftaran ulang. Adapun pengguna baru atau pelanggan yang sebelumnya menonaktifkan layanan dapat mengaktifkannya kembali melalui situs resmi Starlink dengan memverifikasi alamat mereka di wilayah terdampak.
Selain itu, Starlink bekerja sama dengan pemerintah Indonesia untuk memasang terminal darurat di titik-titik yang paling kritis.
Terminal ini menyediakan akses Wi-Fi yang dapat digunakan korban dan relawan di posko bencana, sehingga komunikasi dan koordinasi penanganan bisa berlangsung lebih cepat.
Program internet gratis ini berlangsung selama satu bulan dan diharapkan membantu pemulihan konektivitas sembari pemerintah memperbaiki jaringan telekomunikasi yang rusak.
Pewarta Nusantara, Internasional - Pada Minggu (24/7), CEO Twitter, Elon Musk, mengumumkan bahwa platform media sosial tersebut akan mengubah logonya dengan membuang ikon burung yang sudah menjadi ciri khasnya selama bertahun-tahun.
Dia menambahkan bahwa perubahan ini akan terjadi secara bertahap dan akan melibatkan seluruh merek Twitter.
Pada akhir Oktober 2022, Elon Musk menyelesaikan akuisisi Twitter dengan nilai mencapai $44 miliar. Sejak saat itu, Twitter Corporation tidak lagi beroperasi sebagai perusahaan terpisah karena telah bergabung dengan X Corp, perusahaan yang didirikan oleh Musk pada tahun 2006.
Melalui penggabungan ini, Twitter berusaha untuk memperkuat dan mengoptimalkan potensi penuh dari platformnya.
Sebelumnya, pada awal Juni, Musk telah mengisyaratkan kemungkinan rebranding Twitter. Langkah ini bisa menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk membawa platform tersebut ke tingkat yang lebih tinggi dan memberikan pengalaman yang lebih baik kepada penggunanya.
Perubahan logonya dapat menjadi tanda perubahan besar yang akan datang di Twitter dan mencerminkan visi baru dari pemilik barunya, Elon Musk. (*Ibs)
Pewarta Nusantara, Internasional - Pada Minggu (24/7), SpaceX sekali lagi mengalami penundaan peluncuran roket Falcon 9 yang membawa sejumlah satelit mini Starlink akibat cuaca buruk.
Perusahaan tersebut mengumumkan penundaan melalui akun Twitter resminya, tetapi belum memberikan tanggal pasti untuk peluncuran ulang.
Sebelumnya, pada hari Rabu, peluncuran juga harus dibatalkan pada saat tanda lima detik karena masalah yang tidak ditentukan.
Ketidakpastian cuaca menjadi faktor kunci yang mempengaruhi kesiapan peluncuran roket ini. Jaringan satelit Starlink yang dikembangkan oleh SpaceX bertujuan untuk menyediakan akses internet broadband di seluruh planet ini.
Sejak tahun 2018, perusahaan milik Elon Musk ini telah aktif mengelola proyek tersebut dan telah menempatkan sekitar 4.200 satelit Starlink di orbit Bumi.
Peluncuran ini akan menjadi langkah lanjutan dalam upaya mereka untuk membangun jaringan satelit global yang menghubungkan seluruh dunia.
Meskipun penundaan menjadi hal yang wajar dalam industri penerbangan luar angkasa, tim SpaceX terus berupaya untuk menjalankan misi dengan keselamatan dan keberhasilan sebagai prioritas utama. (*Ibs)
Pewarta Nusantara - Perubahan besar telah diumumkan oleh bos besar Twitter, Elon Musk, yang berencana mengganti logo burung biru Twitter dengan huruf "X".
Ini merupakan perubahan besar terbaru sejak Musk membeli platform media sosial tersebut dengan harga yang mencapai $44 miliar pada tahun lalu.
Pada hari Minggu (23/7), Musk mengumumkan rencananya ini melalui serangkaian postingan di akun Twitter pribadinya dan berencana untuk melakukan perubahan tersebut di seluruh dunia segera setelah hari Senin (24/7).
https://t.co/bOUOek5Cvy now points to https://t.co/AYBszklpkE.
Interim X logo goes live later today.
— Elon Musk (@elonmusk) July 23, 2023
Dalam salah satu cuitannya, Musk menampilkan gambar "X" yang berkedip sebagai pertanda perubahan logo, dan dalam obrolan audio di Twitter Spaces, ia secara langsung membenarkan bahwa logo Twitter memang akan berubah, menyatakan bahwa perubahan ini sebenarnya sudah seharusnya dilakukan sejak lama.
Baca Juga; Ganjar Pranowo Mendominasi Survei Kepemimpinan Nasional: Dianggap Penerus Gaya Kepemimpinan Jokowi
Sejak dibeli oleh Musk pada Oktober 2022, Twitter telah mengalami perubahan yang signifikan, termasuk mengubah nama bisnisnya menjadi X Corp, mencerminkan ambisinya untuk menciptakan "super aplikasi" mirip dengan WeChat dari China.
— Elon Musk (@elonmusk) July 23, 2023
Sebagai informasi tambahan, sejarah bisnis Musk menunjukkan dedikasinya dalam menciptakan perusahaan-perusahaan inovatif.
Sebelum membeli Twitter, Musk adalah otak di balik perusahaan roket sukses, Space Exploration Technologies Corp (SpaceX), dan pendiri dari perusahaan layanan keuangan online yang sukses, X.com, yang kini dikenal sebagai PayPal.
Namun, perubahan kepemilikan Twitter di bawah Musk juga menimbulkan permasalahan dan kontroversi. Banyak dari 200 juta pengguna aktif harian Twitter merasa kecewa dengan perubahan kebijakan, biaya layanan, dan moderasi konten yang berbeda sejak dia mengambil alih platform tersebut.
Seiring dengan itu, ada pula keluhan terkait pengembalian akun-akun sayap kanan yang sebelumnya telah dilarang, yang menyebabkan ketidakpuasan dan ketidakstabilan di platform ini.
Selain itu, persaingan di dunia media sosial semakin ketat. Meta, perusahaan induk Facebook, baru-baru ini meluncurkan platform teks miliknya yang bernama Threads, yang telah menarik hingga 150 juta pengguna dalam beberapa perkiraan.
Meskipun begitu, data dari perusahaan analisis pasar Sensor Tower menunjukkan penurunan tajam dalam waktu yang dihabiskan pengguna di platform pesaing tersebut dalam beberapa minggu setelah peluncurannya.
Saat ini, perubahan logo Twitter menjadi huruf "X" menjadi langkah strategis yang menarik perhatian publik, dan ke depannya akan menjadi tantangan bagi Musk dan timnya untuk menjaga popularitas dan relevansi Twitter dalam menghadapi persaingan dan tuntutan para pengguna. (*Ibs)
Pewarta Nusantara, Internasional - Meta, pemilik Facebook, telah mengumumkan peluncuran aplikasi terbarunya, Threads, yang bertujuan untuk menjadi pesaing Twitter.
Aplikasi ini, yang telah tersedia untuk pre-order di Apple App Store, akan terhubung dengan platform Instagram.
Threads dijelaskan oleh Meta sebagai "aplikasi percakapan berbasis teks" dan menampilkan tampilan antarmuka yang mirip dengan Twitter.
Langkah ini menandai perkembangan terbaru dalam persaingan antara Mark Zuckerberg dari Meta dan Elon Musk, pemilik Twitter.
Elon Musk, yang sebelumnya telah mencetuskan ide adu fisik dengan Mark Zuckerberg, memberikan tanggapan santai terhadap peluncuran Threads.
Sementara itu, Twitter mengumumkan bahwa layanan populer mereka, TweetDeck, akan mulai memasang paywall dalam waktu 30 hari.
Tindakan ini merupakan upaya terbaru dari Elon Musk untuk mendorong pengguna untuk berlangganan layanan berbayar Twitter, yaitu Twitter Blue.
Musk juga baru-baru ini membatasi jumlah tweet yang dapat dilihat pengguna sebagai bagian dari upayanya untuk mengatasi masalah "pengikisan data" yang berlebihan.
Baca Juga: Tarif Listrik Tinggi dan Tidak Stabil di Musim Dingin Menanti Swedia
Threads diharapkan menjadi pesaing serius bagi Twitter. Aplikasi ini akan tersedia secara gratis dan tidak akan membatasi jumlah postingan yang dapat dilihat pengguna.
Threads dideskripsikan sebagai tempat bagi komunitas untuk berdiskusi tentang berbagai topik, mulai dari hal-hal yang menarik perhatian hari ini hingga tren masa depan.
Aplikasi ini juga akan mengumpulkan data dari ponsel pengguna, termasuk data lokasi, pembelian, dan riwayat penelusuran.
Dengan menjadi bagian dari platform Instagram yang memiliki ratusan juta akun aktif, Threads memiliki potensi untuk menjadi ancaman serius bagi Twitter.
Mark Zuckerberg, yang telah terbukti sukses dalam mengadopsi ide dari perusahaan lain, berharap dapat menarik pengguna yang kecewa dengan Twitter untuk beralih ke Threads sebagai alternatif yang asli.
Meta memiliki sumber daya yang cukup untuk bersaing dengan Twitter dan Threads akan terhubung secara langsung dengan jaringan pengguna Instagram yang sudah ada.
Dengan demikian, Threads tidak perlu memulai dari nol seperti pesaing potensial lainnya. Meskipun Elon Musk diakui karena komitmennya terhadap kebebasan berbicara, ia juga telah memicu kontroversi dan mengasingkan beberapa pengguna. (*Ibs)
Pewarta Nusantara - Twitter mengumumkan langkah baru dengan meminta pengguna untuk memiliki akun di platform media sosial tersebut untuk dapat melihat tweet.
Tindakan ini diumumkan oleh pemilik Twitter, Elon Musk, dan disebutnya sebagai "tindakan darurat sementara" dalam upaya untuk mengatasi masalah keamanan dan privasi pengguna.
Pengguna yang ingin melihat konten di platform Twitter akan diminta untuk mendaftar akun atau masuk ke akun yang sudah ada sebelum mereka dapat melihat tweet favorit mereka.
Elon Musk mengungkapkan alasan di balik keputusan ini, menyebut bahwa Twitter telah mengalami pelanggaran data yang signifikan dan langkah ini diambil untuk melindungi pengguna biasa.
Sebelumnya, Musk telah mengungkapkan keprihatinannya terkait penggunaan data Twitter oleh perusahaan kecerdasan buatan dan entitas lain untuk melatih model bahasa mereka.
Langkah-langkah ini adalah bagian dari upaya Twitter untuk memperbaiki citra dan meningkatkan pendapatan melalui pengembalian pengiklan dan program Twitter Blue yang melibatkan tanda centang verifikasi.
Selain itu, Twitter juga telah mengumumkan fokus baru pada kemitraan video, pencipta konten, dan perdagangan untuk merevitalisasi bisnis perusahaan di luar iklan digital.
Sebagai langkah tambahan, Twitter juga mulai membebankan biaya kepada pengguna yang ingin mengakses antarmuka pemrograman aplikasi (API), yang digunakan oleh aplikasi dan peneliti pihak ketiga. (*Ibs)
Baca Juga: Inovasi Komunikasi Publik: Kemenkoinfo Siapkan Panduan Daring Spesial untuk Pemilu 2024