Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Sembilan Desa Hilang Terbawa Saat Banjir Melanda Sumatra

Sembilan Desa di Sumatera Hilang Diterjang Banjir Bandang   Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengonfirmasi bahwa sembilan desa di wilayah Sumatera hilang akibat banjir bandang. Wilayah permukiman yang terdampak…

Sembilan Desa di Sumatera Hilang Diterjang Banjir Bandang

 

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengonfirmasi bahwa sembilan desa di wilayah Sumatera hilang akibat banjir bandang. Wilayah permukiman yang terdampak kini berubah total menjadi aliran sungai. Pernyataan tersebut disampaikan Yandri saat berada di Surabaya, Jawa Timur, pada Senin (22/12/2025).

 

Yandri menjelaskan, desa-desa yang lenyap tersebut tidak lagi dapat dikenali secara fisik karena tersapu arus banjir dengan intensitas tinggi. “Ada desa yang benar-benar hilang, bukan sekadar rusak. Wilayahnya sekarang sudah menjadi sungai,” ujarnya.

 

Sebagian besar desa yang hilang berada di Provinsi Aceh, sementara sisanya tersebar di Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Salah satu contoh paling parah adalah Desa Sekumur di Kabupaten Aceh Tamiang. Desa tersebut dilaporkan tersapu banjir bandang dengan ketinggian air mencapai tujuh hingga sepuluh meter, menyisakan satu bangunan masjid yang masih berdiri.

 

Dampak bencana ini tidak hanya menghilangkan permukiman, tetapi juga menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total korban meninggal dunia akibat rangkaian banjir dan longsor di Sumatera mencapai 1.106 orang. Selain itu, sebanyak 175 orang masih dinyatakan hilang hingga laporan terakhir. Ratusan desa lainnya mengalami kerusakan berat, mulai dari rumah warga hingga infrastruktur vital.

 

Menanggapi kondisi tersebut, Kementerian Desa dan PDT menyatakan fokus pada pemulihan fasilitas dasar bagi masyarakat terdampak. Upaya pemulihan meliputi penyediaan tempat tinggal sementara, perbaikan infrastruktur desa, serta pemetaan ulang wilayah yang secara geografis telah berubah akibat bencana.

 

Yandri menegaskan bahwa penanganan pascabencana dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah. Pemerintah juga tengah mengkaji kemungkinan relokasi bagi warga dari desa-desa yang dinilai tidak lagi layak huni karena perubahan bentang alam yang ekstrem.

 

Bencana banjir bandang di Sumatera ini menjadi salah satu tragedi lingkungan terbesar sepanjang 2025, sekaligus menegaskan urgensi penguatan mitigasi bencana dan penataan wilayah berbasis risiko di daerah rawan bencana.

Pole Vox

Penulis

Pole Vox

Penulis di Pewarta Nusantara.