Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Viral Kisah Anak Minta iPhone 17 Pro Max, Ayah Sanggup Belikan iPhone 13 dengan Nyicil, HPnya Dibanting

Kisah seorang ayah yang mencicil iPhone 13 untuk anaknya viral setelah ponsel itu disebut dibanting karena tidak sesuai keinginan. Cerita ini memicu diskusi tentang rasa syukur dan penghargaan terhadap pengorbanan orang tua.

Sebuah cerita tentang hubungan orang tua dan anak menjadi perbincangan di media sosial setelah seorang ayah dikabarkan mengalami perlakuan menyakitkan dari anaknya sendiri. Kisah tersebut bermula ketika sang anak meminta iPhone 17 Pro Max, sementara ayahnya hanya mampu membelikan iPhone 13 melalui pembayaran secara cicilan.

Dalam unggahan akun Instagram Aesteutik, diceritakan bahwa sang ayah rela berjuang untuk memenuhi keinginan anaknya. Meski tidak mampu membeli ponsel yang diminta secara langsung, ia tetap berusaha menyediakan perangkat yang sesuai dengan kemampuan finansialnya. Namun, usaha tersebut disebut tidak mendapatkan respons yang diharapkan dari sang anak.

Kisah tersebut memicu beragam reaksi dari warganet. Banyak yang menyayangkan tindakan anak yang disebut membanting ponsel pemberian ayahnya, sementara sebagian lainnya menyoroti pentingnya mengajarkan rasa syukur, empati, dan penghargaan terhadap usaha orang tua sejak dini.

Berdasarkan pemberitaan tvOneNews pada 14 Oktober 2026, cerita ini berasal dari unggahan pengguna Threads yang mengaku bertemu langsung dengan sang ayah di konter ponsel. Dalam unggahan itu, ayah tersebut disebut hanya memiliki uang sekitar Rp2 juta, tetapi bersedia mengambil cicilan sekitar Rp5 juta demi membelikan ponsel untuk anaknya.

Meski begitu, kronologi lengkap kejadian tersebut belum dikonfirmasi secara independen. Karena itu, informasi mengenai alasan anak membanting ponsel dan kondisi keluarga yang bersangkutan masih perlu diperlakukan sebagai klaim yang beredar di media sosial.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa hadiah dari orang tua tidak semestinya dinilai hanya berdasarkan merek atau harga. Di balik sebuah barang, bisa ada kerja keras, pengorbanan, dan keterbatasan finansial yang tidak selalu terlihat oleh penerimanya.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.