Macron

Presiden Prancis Emmanuel Macron mendorong Uni Eropa untuk segera mengaktifkan instrumen anti-koersi (anti-coercion instrument) sebagai respons atas ancaman tarif perdagangan dari Presiden AS Donald Trump terkait isu Greenland. Ia menyebut instrumen ini sebagai "senjata dagang paling kuat" UE, yang diadopsi pada 2023 untuk melawan tekanan ekonomi dari negara lain.
Pernyataan Macron disampaikan di World Economic Forum (WEF) Davos pada 20-21 Januari 2026, menanggapi rencana Trump memberlakukan tarif baru mulai Februari 2026 terhadap ekspor UE, termasuk anggur Prancis, karena UE (via Denmark) menolak menyerahkan kendali Greenland. Trump menganggap ini sebagai upaya "vassalisasi" Eropa melalui "hukum yang terkuat".
Instrumen ini memungkinkan UE membalas dengan tarif balasan, pembatasan investasi, atau larangan impor terhadap AS jika terbukti ada koersi ekonomi yang melanggar aturan WTO. Macron menegaskan UE harus tegas gunakan ini untuk pertama kalinya guna lindungi kedaulatan, meski belum pernah diaktifkan sebelumnya.