Pewarta Nusantara
Add Post Menu

Bansos

Seka one
1 bulan yang lalu
41% PBI JKN Salah Sasaran, 5,4 Juta Miskin Belum Terdaftar

41% PBI JKN Salah Sasaran, 5,4 Juta Miskin Belum Terdaftar

41% PBI JKN Salah Sasaran, 5,4 Juta Miskin Belum Terdaftar
News

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa 41% penerima Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) tidak tepat sasaran karena berasal dari kelompok masyarakat mampu, tepatnya desil 6 hingga 10. Pernyataan ini disampaikan dalam rapat konsultasi dengan pimpinan DPR RI pada Senin, 9 Februari 2026. Sementara itu, hanya 59% penerima yang benar-benar dari desil 1-5 atau kelompok miskin.

APBN 2026 mengalokasikan Rp247,3 triliun untuk program kesehatan, naik 13,2% dari tahun sebelumnya, termasuk dukungan iuran PBI bagi 96,8 juta peserta. Total belanja langsung ke masyarakat mencapai Rp897,6 triliun melalui berbagai program seperti subsidi energi dan bantuan sosial.

Kemensos menemukan 5,4 juta warga miskin belum terdaftar PBI, akibat ketidaktepatan sasaran data. Pemerintah menekankan perlunya perbaikan data untuk memastikan bantuan tepat sasaran bagi kelompok rentan.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Seka one
2 bulan yang lalu
Pemerintah Siapkan Rp13 Triliun Insentif Mudik Lebaran

Pemerintah Siapkan Rp13 Triliun Insentif Mudik Lebaran

Pemerintah Siapkan Rp13 Triliun Insentif Mudik Lebaran
News

Pemerintah Indonesia menyiapkan anggaran sekitar Rp13 triliun untuk insentif mudik Lebaran 2026 guna menjaga daya beli masyarakat dan kelancaran mobilitas.

Paket ini mencakup diskon tarif transportasi seperti pesawat dan kereta api, potongan tarif tol, serta bantuan sosial berupa beras dan minyak goreng Minyakita. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan besaran insentif lebih besar dari tahun sebelumnya, dengan pengumuman detail segera.

Kebijakan mirip Nataru 2025-2026 sukses turunkan harga tiket pesawat 13-14% dan capai target penumpang 104,2%.

Insentif dirancang antisipasi lonjakan mudik Ramadan-Idulfitri 2026, stabilkan konsumsi rumah tangga, dan dorong aktivitas ekonomi nasional.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Seka one
2 bulan yang lalu
Curhat Pedagang Es Kue ke Dedi Mulyadi Berujung Teguran Soal Kejujuran

Curhat Pedagang Es Kue ke Dedi Mulyadi Berujung Teguran Soal Kejujuran

News

Kasus pedagang Es Kue Suderajat (Jajat) yang membohongi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjadi viral setelah pertemuan mereka di Bandung pada akhir Januari 2026. Jajat mengaku belum mendapat bantuan sosial, tidak ada biaya sekolah anak di sekolah negeri, dan kontrakan hingga jutaan rupiah, padahal fakta menunjukkan sebaliknya.

Suderajat, pedagang es kue asal Bogor, viral setelah dihardik oknum Bhabinkamtibmas dan Babinsa di Jakarta Pusat pada 23 Januari 2026 karena menjual es kue berbahan spons, meski pemeriksaan Tim Dokkes terbukti aman dikonsumsi. Ia kemudian mengundang Dedi Mulyadi (KDM) ke Bandung untuk curhat dan mendapatkan bantuan tambahan.​

 

Jajat klaim belum dapat bantuan apa pun, nunggak sekolah anak Rp200 ribu/bulan (4 bulan), dan kontrakan Rp850 ribu/bulan (4 bulan, total Rp3,4 juta). Padahal, ia sudah menerima motor dari Kapolres Metro Depok, bantuan logistik makanan dari Pemkab Bogor, BPJS Kesehatan, renovasi rumah tidak layak huni (sementara tinggal kontrakan), serta bantuan sosial lainnya.

Dedi Mulyadi tegur Jajat karena keterangan inkonsisten, seperti motor "buat anak" padahal milik pribadi, dan hitung-hitungan tunggakan yang janggal. KDM mengingatkan pentingnya kejujuran agar bantuan tepat sasaran, sambil memberi modal usaha tambahan.

Kasus ini soroti isu fitnah awal oleh oknum aparat, tapi beralih ke kejujuran penerima bantuan sosial. Video pertemuan mereka tersebar luas di YouTube, picu diskusi netizen soal transparansi Bansos.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Seka one
2 bulan yang lalu
Percepat Layanan Perbankan, Digital ID Dukcapil Jadi Kunci Keamanan Finansial Nasional

Percepat Layanan Perbankan, Digital ID Dukcapil Jadi Kunci Keamanan Finansial Nasional

Percepat Layanan Perbankan, Digital ID Dukcapil Jadi Kunci Keamanan Finansial Nasional
News

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menekankan peran krusial data kependudukan Dukcapil dalam mendukung Bansos, keuangan digital, dan sektor strategis lainnya pada 28 Januari 2026.

Data Dukcapil tingkatkan akurasi penyaluran bantuan sosial via pemutakhiran DTSEN, koreksi 3,97 juta penerima tak layak, hemat anggaran negara. Jangkauan 98% populasi, update harian dari 514 kabupaten/kota, dilengkapi biometrik (sidik jari, wajah, iris).

Akses data percepat layanan perbankan, cegah penipuan, dukung transaksi digital; digital ID (IKD) potong waktu buka rekening jadi 3-4 menit. Digunakan 7.000+ instansi, termasuk PPATK untuk analisis TPPU dengan jutaan akses.

Verifikasi identitas korban bencana meski KTP hilang, tingkatkan cyber security sistem keuangan nasional. Forum PPATK 2026 soroti sinergi ini untuk Asta Cita.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Pole Vox
2 bulan yang lalu 09/01/26
7 Daftar Bansos Yang Dihentikan Pemerintah 2026

7 Daftar Bansos Yang Dihentikan Pemerintah 2026

7 Daftar Bansos Yang Dihentikan Pemerintah 2026
News

Pemerintah Indonesia memang menghentikan beberapa program bantuan sosial (bansos) temporer pada 2026 setelah berakhirnya anggaran 2025, meski program utama seperti PKH dan BPNT tetap dilanjutkan.

Daftar Bansos Dihentikan

Berikut 7 bansos yang resmi tidak dilanjutkan di 2026:

  • BLT Kesra Rp900.000 (stimulus akhir tahun, berakhir 31 Desember 2025)
  • BSU (Bantuan Subsidi Upah) era pandemi
  • BLT BBM (kompensasi kenaikan harga BBM)
  • Bansos beras untuk 18,27 juta keluarga (Oktober-Desember 2025)
  • Bansos minyak goreng (program sementara 2025)
  • BLT El Nino (respons cuaca ekstrem)
  • BLT Dana Desa parsial (tergantung evaluasi desa)

Alasan Penghentian

Program-program ini bersifat temporer untuk kondisi darurat seperti pandemi, inflasi, atau bencana, dengan evaluasi DTKS yang mencoret penerima yang kondisi ekonominya sudah membaik.

Program yang Tetap Lanjut

PKH, BPNT/Sembako, PIP, PBI JKN, dan subsidi BBM prioritas nasional dengan mekanisme lebih ketat menggunakan AI verifikasi.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap