Es Kue
Curhat Pedagang Es Kue ke Dedi Mulyadi Berujung Teguran Soal Kejujuran
Kasus pedagang Es Kue Suderajat (Jajat) yang membohongi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjadi viral setelah pertemuan mereka di Bandung pada akhir Januari 2026. Jajat mengaku belum mendapat bantuan sosial, tidak ada biaya sekolah anak di sekolah negeri, dan kontrakan hingga jutaan rupiah, padahal fakta menunjukkan sebaliknya.
Suderajat, pedagang es kue asal Bogor, viral setelah dihardik oknum Bhabinkamtibmas dan Babinsa di Jakarta Pusat pada 23 Januari 2026 karena menjual es kue berbahan spons, meski pemeriksaan Tim Dokkes terbukti aman dikonsumsi. Ia kemudian mengundang Dedi Mulyadi (KDM) ke Bandung untuk curhat dan mendapatkan bantuan tambahan.
Jajat klaim belum dapat bantuan apa pun, nunggak sekolah anak Rp200 ribu/bulan (4 bulan), dan kontrakan Rp850 ribu/bulan (4 bulan, total Rp3,4 juta). Padahal, ia sudah menerima motor dari Kapolres Metro Depok, bantuan logistik makanan dari Pemkab Bogor, BPJS Kesehatan, renovasi rumah tidak layak huni (sementara tinggal kontrakan), serta bantuan sosial lainnya.
Dedi Mulyadi tegur Jajat karena keterangan inkonsisten, seperti motor "buat anak" padahal milik pribadi, dan hitung-hitungan tunggakan yang janggal. KDM mengingatkan pentingnya kejujuran agar bantuan tepat sasaran, sambil memberi modal usaha tambahan.
Kasus ini soroti isu fitnah awal oleh oknum aparat, tapi beralih ke kejujuran penerima bantuan sosial. Video pertemuan mereka tersebar luas di YouTube, picu diskusi netizen soal transparansi Bansos.