News, Sport  

Inter Milan: Musim yang Positif Meski Kalah di Final Liga Champions

Avatar
Google News
Inter Milan: Musim yang Positif Meski Kalah di Final Liga Champions
Inter Milan: Musim yang Positif Meski Kalah di Final Liga Champions - pewarta nusantara - (Foto: DC News Now | Washington, DC)

Pewarta Nusantara, Yogyakarta – Denzel Dumfries: Inter Milan Menjalani Musim yang Positif Meski Kalah di Final Liga Champions.

Inter Milan harus menerima kekalahan 0-1 dari Manchester City dalam final Liga Champions (11/6/23). Meskipun begitu, I Nerazzurri tetap meraih musim yang positif dengan dua gelar dan finis di posisi 3 besar Serie A.

Menurut bek sayap Inter Milan, Denzel Dumfries, musim 2022-23 dapat dianggap sebagai musim yang baik bagi Inter. Namun, kekalahan di final Liga Champions memang sedikit memudarkan kegembiraan tersebut.

Dumfries setuju bahwa secara keseluruhan musim ini berjalan baik, tetapi ia merasa terganggu oleh kekalahan di final dan kegagalan meraih Scudetto.

“Sulit untuk mengatakannya saat ini. Kami tidak memenangkan Scudetto, kami kalah di final ini,” ujar Dumfries seperti dilansir dari Sempreinter.

“Kami memiliki musim yang bagus, tetapi sekarang sulit untuk memberikan komentar dengan pikiran yang jernih. Ini adalah final, jadi kami memberikan segalanya sampai peluit akhir. Kami tidak beruntung karena tidak berhasil mencetak gol.”

Dumfries merasa bangga dengan persiapan tim untuk pertandingan tersebut dan meskipun kalah, mereka telah memberikan segalanya.

Pendapat yang serupa juga diungkapkan oleh penyerang Inter, Lautaro Martinez. Ia menyebut bahwa tim harus bangga dengan pencapaian mereka.

Baca juga: Luciano Spalletti Sarankan Vincenzo Italiano Sebagai Penerus di Napoli: Siapa yang Akan Menguasai Kursi Pelatih?

“Sejak saya berada di Inter, saya belum pernah memenangkan gelar liga, dan setelah momen tersebut, kami akhirnya berhasil mengembalikan trofi yang sudah lama hilang dari klub,” kata Lautaro.

“Hari ini kami mencapai final Liga Champions setelah melalui grup yang sulit. Kemudian kami mengalahkan Porto, Benfica, Milan, dan hari ini kami bermain melawan Manchester City, tim terkuat di dunia,” tambahnya.

Lautaro menyadari bahwa tim sebenarnya pantas mendapatkan lebih dari hasil tersebut. Namun, ia juga menyadari bahwa dalam kompetisi ini, faktor-faktor kecil dapat membuat perbedaan.

Meskipun demikian, ia tetap merasa sangat bangga dengan pencapaian timnya sejauh ini. (*Ibs)