Sosok

Bografi Ernst Mach dan Teknik Shadowgraphnya

Ernst Mach
Foto: بهجان

Pewartanusantara.com – Apa yang muncul di benak Anda ketika mendengar nama Ernst Mach? Mungkin Anda akan berpikir bahwa Ernst Mach adalah seorang profesor atau mungkin seorang ilmuwan. Bahkan mungkin ada diantara Anda yang belum pernah mendengar namanya. Nah, agar Anda bisa lebih mengenalnya, langsung saja simak penjelasan tentang biografi Ernest Mach di bawah ini.

Masa Kecil Ernst Mach

Hal pertama yang akan dibahas kali ini adalah tentang biografi Ernst Mach secara umum. Ernst Waldfried Josef Wenzel Mach atau yang lebih dikenal dengan nama Ernst Mach lahir pada tanggal 8 Februari 1838 di Chrlice, Moravia, Austria. Ernst Mach menghabiskan masa kecilnya di daerah yang terpencil dan ia hanya mendapatkan pengajaran dari kedua orang tuanya.

Ayah Ernst Mach, Johan, adalah seorang peternak ulat sutera. Walaupun hanya seorang peternak ulat sutera, ayah Ernst Mach adalah orang yang sangat berpendidikan. Ia juga merupakan pecinta sastra klasik. Sedangkan ibunya adalah pecinta musik dan puisi.

Hingga Ernst Mach berusia 14 tahun, ayahnya sudah mengajarinya banyak hal. Mulai dari ilmu sejarah, aljabar, hingga geometri. Saat usianya sudah mencapai 15 tahun, ayahnya mulai menyekolahkannya ke sebuah sekolah umum di Vienna. Selama bersekolah di sekolah umum tersebut, ia mulai tertarik pada berbagai macam ilmu pengetahuan.

Pendidikan dan Karir Ernst Mach

Pada tahun 1855, Ernst Mach diterima sebagai salah satu mahasiswa di Universitas Vienna. Selama masa perkuliahannya, ia mempelajari banyak hal yang berkaitan dengan matematika, fiska, filsafat, serta sejarah. Hingga akhirnya, pada tahun 1860, ia menerima gelar doktor fisika.

Pada awal karirnya, ia memilih pekerjaan yang berkaitan dengan efek Doppler khususnya pada bidang optik dan akustik. Namun, pada tahun 1864, ia memilih untuk bekerja sebagai Profesor Matematika di Universitas Graz. Berkat kepandaiannya, karirnya semakin lama semakin meningkat. Pada tahun 1866, Ernst Mach ditunjuk sebagai Profesor Fisika di universitas yang sama.

Ernst Mach kemudian menikah dengan Ludovica Marrusig pada tahun 1897. Di tahun yang sama, ia juga berhasil menyandang gelar professor dalam bidang fisika eksperimental dari Universitas Prague.

Teknik Shadowgraph

Selama 28 tahun tinggal di Praha bersama dengan sang istri, Ernst Mach sudah membuat dan mempublikasikan lebih dari 100 makalah buatannya sendiri. Kebanyakan dari makalahnya berbicara seputar permasalahan teknik. Salah satu makalah teknik buatannya yang sangat fenomenal yaitu berbicara tentang Teknik Shadowgraph.

Teknik Shadowgraph ini ia jelaskan secara lebih mendalam pada makalahnya yang berjudul Photograpische Fixierung der durch Projektile in der Luft eingleiten Vorgange pada tahun 1887 di Academy of Sciences di Vienna. Pada makalahnya ini, Ernst Mach juga mengangkat topik tentang fotografi untuk pertama kalinya.

Ernst Mach mengatakan bahwa di dalam teknik fotografi ada sebuah gelombang kejut atau yang dikenal dengan shock wave. Gelombang kejut ini terbentuk karena adanya peluru yang melesat melampaui batas kecepatan suara. Teknik yang digunakan untuk menangkap gelombang kejut inilah yang ia namakan dengan Teknik Shadowgraph.

Akhir hidup Ernst Mach

Setelah karirnya yang gemilang, pada tahun 1895, Ernst Mach kembali ke Vienna bersama dengan istri dan anaknya, Ludwig. Pada tahun 1897, Ernst Mach terkena penyakit stroke sehingga tangan kanannya tidak dapat digerakkan. Ernst Mach meninggal pada 19 Februari 1916.

“obviously it matters little if we think of the earth as turning about on its axis, or if we view it at rest while the fixed stars revolve around it. Geometrically these are exacly the same case of a relative rotation of the earth and the fixed stars with respect to one another.”
― Ernst Mach

Menarik bukan sekelumit tentang biografi Ernst Mach di atas? Bagi Anda yang kini menekuni dunia akademik informasi mengenai tokoh-tokoh intelektual dalam sejarah ini tentu sangat penting untuk menjdi wawasan tambahan sekaligus motivasi.

Baca juga: Biografi Alfred North Whitehead, Sang Filsuf yang Cerdas Sejak Kecil

Tentang Penulis

pewarta