Sosok

Biografi Henri Louis Bergson, Filsuf Prancis Abad 20-an

Henri Louis Bergson
Gambar: eltornilloquetefalta.net/

Pewartanusantara.com – Apakah Anda sudah pernah mendengar nama Henri Bergson sebelumnya? Jika Anda adalah penyuka filsafat, biografi Henri Louis Bergson pasti sudah pernah dibaca sebelumnya karena ia adalah sosok filsuf besar pada abad 20-an. Ia lahir di Prancis di tahun 1859 dari ibu berdarah Inggris dan ayah seorang Yahudi Polandia.

Riwayat Hidup

Memiliki kecakapan di bidang matematika dan fisika membuat Louis menjadi anak yang cerdas. Selain itu, ia memiliki kecakapan dalam analisa hal-hal yang berbau metafisika. Setelah menamatkan pendidikannya, Henri Bergos kemudian menjabat sebagai seorang guru besar di Collegge de France walau sayangnya tidak bertahan lama karena sering sakit-sakitan.

Tidak hanya menjadi seorang filsuf saja, Henri Louis Bergson pernah menjabat sebagai tokoh penting dalam Persekutuan Bangsa-bangsa yang berlokasi di Jenewa. Sebelum mati, Henri berganti kepercayaan dan menjadi seorang Katolik.

Fakta ini kemudian ditutupi dan dijauhkan dari public supaya tidak memberikan kesan buruk dan mengkhianati bangsa Yahudi karena waktu itu Prancis masih dalam pendudukan Jerman. Henri Louis Bergson mati diusianya yang ke 81 tahun.

Karya-karya

Selain kemampuan yang sudah disebutkan barusan, Henri cukup cakap dalam menulis. Ada banyak buku yang kemudian menjadi karya-karyanya dan menjadi besar. Saking baiknya tulisan seorang Henri, ia pernah mendapatkan hadiah Nobel untuk sastra di tahun 1927. Beberapa bukunya dituliskan dari tahun 1895 dan 1922.

Walau ada banyak karya, yang cukup populer adalah Matiere et Memorie atau Materi dan Ingatan,  L ‘Energie spirituelle atau Energi Rohani,  Duree et simultaneite atau Keberlangsungan dan kebersamaan Waktu, dan Les deux sources de la morale et de la religion atau yang artinya Kedua sumber moral dan agama. Karena karyanya yang luar biasa ini lah sampai akhirnya timbul biografi Henri Louis Bergson.

Hasil Pemikiran

Pemikiran seorang Henri banyak dipelajari sampai akhirnya banyak murid-muridnya yang mengikuti jejak pikirannya. Beberapa murid terkenal dari Henri Louis Bergson sebut saja seperti Gabriel Marcel, M. Scheler, J Maritain, dan masih ada banyak lainnya. Ini tidak terlepas dari pikiran Henri yang terkenal positif dan optimis.

Hasil pikiran Henri disebut dengan “filsafat hidup” karena menggerakan adanya proses evolusi. Awalnya memang sosok Henri menyukai pikiran pendahulunya, Spencer, sampai akhirnya ia terus belajar mendapatkan banyak keraguan.

Kecenderungan berpikir Henri adalah mempertahankan spiritualisme juga mengkritik materialisme dan positivism. Pun ada beberapa pemikiran pokok menurut Henri Louis Bergson, diantaranya adalah:

  • Evolusi Kreatif

Henri mempercayai adanya evolusi, tapi berbeda dengan apa yang dipikirinkan oleh Darwin. Bagi seorang Henri, evolusi adalah segala, baik dari sisi kesadaran, kenyataan dan dalam perkembangan dari evolusi tersebut memiliki hasil dan menciptakan bentuk-bentuk baru. Pun menurut Henri Luis Bergson, evolusi bergerak ke berbagai macam arah.

  • Waktu dan Keberlangsungan

Henri juga memiliki pemikiran mengenai cara membedakan waktu. Menurut hasil pikirannya, waktu dianggap sebagai kuantitatif yang dapat diukur dan dibagi-bagi. Pun dikatakan sebagai hal yang objektiffisis, tapi dikatakan dalam anti yang fundamental adalah duree adalah lamanya waktu yang dialami manusia sehari-hari.

  • Intelek dan Intuisi

Dalam bahasa latin, intelek memiliki arti sebagai memahami. Sementara arti intuisi adalah unsur yang bisa menilai kebebasan, elemen vital, dan keberlangsungan. Menurut Henri, intuisi tidak berada pada akal budi.

Mengulik biografi Henri Louis Bergson selalu menyenangkan. Ini karena sosoknya yang pandai menulis sehingga banyak menarik perhatian khalayak.

Baca juga: Biografi Charles Robert Darwin, Si Jeinius Pencetus Teori Evolusi dari Inggris

Tentang Penulis

Nurul Hidayat

Nurul Hidayat

Pegiat media sosial dan aktif dalam Persatuan Pemuda Kreatif.
Editor di Pewarta Nusantara dan aktif sejak 2018.