Sosok

Biografi David Hume Tokoh Pencerahan Skotlandia

David Hume
Gambar David Hume: (Artist: Allan Ramsay - Credit: National Gallery of Scotland)

Pewartanusantara.com – Empirisme merupakan salah satu aliran dalam filsafat yang menganggap bahwa pengalaman adalah sumber utama pengetahuan, baik itu pengalaman lahiriah maupun pengalaman batiniah. Salah satu tokoh filsafat yang menganut ajaran Empirisme ini adalah David Hume. Anda dapat mengetahui tentang ajaran filsafat yang satu ini dari pembahasan biografi David Hume di bawah ini.

Riwayat Hidup David Hume

Pada tanggal 26 April 1711 David Hume dilahirkan di Edinburgh, Skotlandia. Ia merupakan tokoh filsafat yang berasal dari keluarga borjuasi yang terpandang. Ayahnya seorang tuan tanah yang kaya raya bernama Yusuf Schrinside dan Ibunya adalah Khaterine Falcorner. Ketika David Hume masih anak-anak, Ayahnya meninggal dunia dan ia dibesarkan oleh Ibunya seorang diri.

Pendidikan David Hume

David Hume belajar di Universitas Edinburgh untuk mempelajari studi klasik. Selain itu ia secara mandiri mempelajari filsafat dan kesusasteraan meskipun hal ini bertentangan dengan keinginan Ibunya yang menginginkan ia belajar tentang hukum.

Ketika kondisi finansial keluarganya tidak mencukupi untuk mendukung cita-citanya yang ingin mendalami dunia sastra dan filsafat, ia memutuskan untuk beralih ke dunia bisnis meskipun pada akhirnya ia mengalami kegagalan. Kemudian David Hume pergi ke Perancis dan disanalah ia mendedikasikan dirinya untuk terjun ke dunia sastra.

David Hume
Gambar David Hume: (Artist: Allan Ramsay – Credit: National Gallery of Scotland)
https://www.nationalgalleries.org/art-and-artists/2775/david-hume-1711-1776-historian-and-philosopher

Pemikiran David Hume

Didalam biografi David Hume, pemikirannya menjadi salah satu hal yang perlu Anda ketahui. Ia tidak hanya dikenal sebagai tokoh filsafat, ia juga dikenal sebagai seorang sejarawan. Ia merupakan salah satu tokoh penting dalam Pencerahan Skotlandia. Tokoh filsafat Empirisme ini menegaskan bahwa pengalaman lebih memberi keyakinan daripada kesimpulan logika atau sebab akibat.

Ia mengatakan bahwa hukum sebab akibat hanya hubungan yang saling berurutan seperti api yang membuat air menjadi mendidih. Oleh sebab itu, kausalitas tidak bisa digunakan untuk menetapkan peristiwa yang akan datang berdasarkan peristiwa-peristiwa terdahulu. Menurut David Hume akal tidak dapat bekerja tanpa bantuan pengalaman.

Karya dan Perjalanan Hidup

Pada usia 26 tahun, David Hume telah berhasil menerbitkan karyanya yang berjudul A Treatise of Human Nature. Ia tinggal di Perancis selama empat tahun dan mengabiskan sebagian besar tabungannya selama proses menulis karyanya tersebut. Selain itu, pada tahun 1745 ia menerbitkan karyanya An Iquiry Concerning Human Understanding dan An Enquairy Concerning the Principles of Morals.

“Beauty is no quality in things themselves: It exists merely in the mind which contemplates them; and each mind perceives a different beauty.”

David Hume, Of the Standard of Taste and Other Essays

Pada tahun 1752 ia juga menerbitkan sebuah karya yang membuatnya semakin dipercaya, yaitu Political Discourses. Setelah itu ia kembali ke Skotlandia dan mengajar di The University at Edinburgh, hal ini tidak berlangsung lama karena ia kesulitan beradaptasi dalam mengajar. Setelah mengalami kegagalan tersebut, tahun 1752 David Hume mulai kembali mengajar logika di Glasgow.

David Hume juga pernah beberapa kali menjadi pembantu militer di Viena Turin kedutaan Skotlandia. Setelah itu ia menjadi sekretaris Lord Hartford di Paris pada tahun 1763, selama berada disana ia menyukai fashion dan gaya. Kemudian David Hume menjalin relasi dengan salah satu kelompok filsuf yaitu Encyclopedia dan pergi ke London.

Ia memutuskan untuk kembali ke Edinburgh pada tahun 1769 dan David Hume meninggal dunia disana pada tahun 1776.

Fakta tentang David Hume Tahukah Anda bahwa ada sebuah fakta yang menarik dari biografi David Hume? ia sebenarnya dilahirkan dengan nama David Home, kemudian pada tahun 1734 ia mengubah namanya menjadi David Hume. Hal ini disebabkan karena di Inggris kesulitan untuk mengucapkan Hume dengan cara pengucapan Skotlandia. Tokoh filsafat yang satu ini juga tidak pernah menikah seumur hidupnya.

Baca juga: Biografi John Locke tokoh Empirisme Inggris

Tentang Penulis

Nurul Hidayat

Nurul Hidayat

Pegiat media sosial dan aktif dalam Persatuan Pemuda Kreatif.
Editor di Pewarta Nusantara dan aktif sejak 2018.