Sosok

Biografi John Locke tokoh Empirisme Inggris

John Locke
“Reading furnishes the mind only with materials of knowledge; it is thinking that makes what we read ours.” ― John Locke

Pewartanusantara.com – Filsafat diartikan sebagai pandangan hidup dari seseorang maupun sekelompok orang yang memikirkan sesuatu secara mendalam. Berbicara tentang filsafat tentunya Anda sudah tidak asing lagi dengan beberapa tokoh filsafat, bukan? Salah satunya adalah John Locke dari Inggris yang sangat terkenal. Agar mengetahui lebih dalam tentang tokoh yang satu, berikut pembahasan mengenai biografi John Locke.

Riwayat Hidup John Locke

John Locke lahir di Wrington, Somerset pada tanggal 28 Agustus 1632. Ia adalah seorang anak dari pengacara dan Ayahnya juga menjabat sebagai kapten kavaleri selama terjadi Perang Saudara di Inggris. Tokoh filsafat yang berasal dari Inggris ini merupakan salah satu tokoh yang berpengaruh dari pendekatan Empirisme.

Ia merupakan salah satu tokoh filsafat pada abd ke-17 yang fokus dalam bidang kemasyarakatan dan epistemologi. John Locke pernah tinggal di Perancis selama beberapa tahun, kemudian kembali ke Inggris karena kesehatannya terganggu hingga pada tahun 1704 tepatnya tanggal 28 Oktober ia meninggal dunia.

Pendidikan John Locke

Pada tahun 1647 John Locke belajar di salah satu sekolah yang terkenal di Inggris, yaitu Sekolah Wetminstar. Hal-hal yang dipelajarinya antara lain bahasa-bahasa kuno, seperti bahasa Latin, Yunani, dan Ibrani. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Wetminstar, ia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan ke Sekolah Gereja Kristus, Oxford pada tahun 1652.

Anda perlu tahu bahwa ketika belajar di sekolah tersebut ternyata John Locke tidak menyukai metafisika dan logika, ia juga kurang menyukai metode skolastik dalam berdebat. John Locke sering menghabiskan waktunya untuk membaca berbagai karya sastra, seperti roman, drama, dan sebagainya. Selain itu, sebagaimana yang tertulis dalam beberapa catatan pribadinya, ia juga mulai menyukai bidang medis.

John Locke 2
“I have always thought the actions of men the best interpreters of their thoughts.” ― John Locke

Pada tahun 1658 John Locke mulai tertarik dengan filsafat alam. Hal ini disebabkan oleh minatnya dalam bidang medis. Robert Boyle menjadi bagian penting dalam biografi John Locke karena ia menjadi salah satu orang yang mempengaruhinya, mereka bertemu pada awal tahun 1660. Setelah bertemu dengan Robert Boyle, John Locke mulai rajin membaca karya tokoh ini dan karya-karya Rene Descartes.

Pada saat situasi politik di Inggris sedang bergejolak, John Locke mulai tertarik dengan bidang politik. Situasi politik ini disebabkan karena Chromwell sebagai orang yang sebelumnya  telah merubah sistem politik di Inggris meninggal pada tahun 1658. Setelah itu, di bawah kekuasaan Charles II, sistem politik di Inggris kembali dirubah karena ia menginginkan pemerintahan untuk menguasai negara dan Gereja.

Pemikiran dan Karya John Locke

Tahukah Anda bahwa pemikiran John Locke memberi pengaruh yang signifikan di Amerika. Ia juga diposisikan sebagai Empiris Inggris bersama dua tokoh filsafat lainnya, yaitu David Hume dan George Barkeley. Empirisme ini adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan bahwa semua pengetahuan itu berasal dari pengalaman manusia.

John Locke menolak bahwa manusia lahir dengan pengetahuan bawaan yang dibawa sejak lahir, ia menganggap bahwa ketika lahir manusia itu seperti kertas putih yang masih kosong dan bersih. Kertas kosong itu nantinya akan terisi oleh pengalaman-pengalaman yang baik maupun buruk, inilah yang disebut dengan teori Tabula Rasa.

Biografi John Locke dilengkapi dengan beberapa hasil karyanya yang terkenal seperti Essay Concerning Human Understanding, Some Thought Concerning Education, A Letter Concerning Toleration, dan The First and Second Treatises of Government. Karya-karya ini membuat tokoh tersebut tetap abadi hingga masa kini.

Baca Juga: Biografi Gottfried Wilhelm Leibniz dari Jerman

Tentang Penulis

Avatar

pewarta