Sabtu, 7 November 2026
Masuk
Berita

Viral Camat di Karo Diduga Enggan Menyentuh Air, Pilih Menumpang di Punggung Anak Buah saat Seberangi Genangan

Video seorang camat di Kabupaten Karo yang diduga menumpang di punggung anak buahnya saat menyeberangi genangan air viral di media sosial. Aksi tersebut memicu perdebatan mengenai etika kepemimpinan dan sikap pejabat terhadap bawahan.

Sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang camat di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, saat menyeberangi genangan air menjadi sorotan publik. Dalam rekaman tersebut, camat itu terlihat menumpang di punggung seorang pria yang disebut sebagai anak buahnya ketika hendak melewati aliran air di tengah kawasan yang dipenuhi rerumputan.

Video tersebut memperlihatkan seorang pria mengenakan pakaian dinas berwarna cokelat sedang menyeberangi genangan dengan posisi bertumpu pada punggung orang lain. Sementara itu, pria yang menggendongnya terlihat berada di dalam air dengan tubuh membungkuk untuk menopang beban orang yang berada di atasnya.

Aksi tersebut kemudian memancing beragam reaksi dari warganet. Banyak yang mempertanyakan alasan seorang pejabat memilih menumpang di punggung bawahannya, sementara dirinya terlihat tidak langsung turun dan melewati genangan air tersebut.

Sebagian warganet menilai tindakan itu kurang mencerminkan sikap seorang pemimpin terhadap orang yang bekerja di bawah kepemimpinannya. Mereka mempertanyakan apakah kondisi di lokasi memang mengharuskan camat tersebut menyeberang dengan bantuan orang lain atau terdapat alasan tertentu yang tidak terlihat dalam rekaman.

Perhatian publik juga tertuju pada hubungan antara pejabat dan bawahannya. Seorang pemimpin pemerintahan tidak hanya dituntut mampu menjalankan tugas administratif, tetapi juga diharapkan menunjukkan sikap saling menghargai terhadap seluruh orang yang bekerja bersamanya.

Dalam situasi tertentu, bantuan fisik dari bawahan kepada atasan mungkin saja diperlukan, terutama apabila terdapat kondisi khusus yang menyangkut keselamatan atau keterbatasan fisik. Namun, tanpa penjelasan mengenai situasi sebenarnya, tindakan dalam video tersebut sulit dinilai secara menyeluruh.

Peristiwa ini kemudian berkembang menjadi perbincangan mengenai etika kepemimpinan dan cara pejabat memperlakukan bawahannya. Sikap seorang pemimpin dalam situasi sederhana sekalipun kerap menjadi perhatian masyarakat karena dianggap mencerminkan karakter serta cara membangun hubungan kerja di lingkungan pemerintahan.

Hingga informasi dalam unggahan tersebut beredar, belum diketahui secara lengkap kapan dan dalam kegiatan apa peristiwa itu terjadi. Belum terdapat pula keterangan mengenai alasan camat tersebut memilih menumpang di punggung anak buahnya, termasuk apakah terdapat kondisi khusus yang membuatnya tidak dapat menyeberangi genangan secara langsung.

Kejadian ini menjadi pengingat bahwa setiap tindakan pejabat publik dapat menjadi perhatian masyarakat, terutama ketika berkaitan dengan sikap terhadap bawahan. Penjelasan dari pihak terkait diperlukan agar publik memperoleh gambaran yang utuh dan tidak hanya menilai sebuah peristiwa berdasarkan potongan video yang beredar.

Tag:
Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.