Minggu, 8 November 2026
Masuk
Berita

Netizen Ramai Mengeluhkan Kenaikan Tagihan Listrik hingga Lima Kali Lipat

Sejumlah warga Balikpapan mengeluhkan kenaikan tagihan listrik yang dinilai tidak sesuai dengan pemakaian, meski sebagian mengaku tidak menambah perangkat elektronik atau mengubah kebiasaan penggunaan. Bukti yang dibagikan menunjukkan tagihan meningkat dari ratusan ribu rupiah menjadi lebih dari Rp1 juta, Rp2,4 juta, bahkan Rp2,7 juta. Keluhan juga disertai laporan pemadaman beberapa jam per hari dan permintaan penjelasan kepada PLN.

Sejumlah pelanggan listrik di Balikpapan mengeluhkan kenaikan tagihan yang dinilai tidak sebanding dengan pemakaian. Dalam sejumlah kesaksian, tagihan yang biasanya berada di kisaran ratusan ribu rupiah disebut meningkat hingga lebih dari satu juta rupiah, bahkan mendekati Rp3 juta.

Keluhan itu juga disampaikan oleh pelanggan yang mengaku tidak menambah perangkat elektronik maupun mengubah pola penggunaan listrik. Sebagian warga mempertanyakan kenaikan tersebut karena pada saat yang sama mereka masih mengalami pemadaman listrik selama beberapa jam dalam sehari.

Salah satu pelanggan menyebut pemadaman terjadi sekitar empat hingga lima jam per hari, tetapi tagihan bulan Oktober 2026 tercatat Rp197.810. Keluhan serupa disampaikan pelanggan lain yang membandingkan tagihan dari Juni hingga November 2026, mulai dari Rp204.787 hingga Rp967.805.

Perbandingan pada riwayat tagihan lain menunjukkan pembayaran Rp2.061.154 pada Oktober 2026 dan Rp2.426.663 pada November 2026. Pelanggan tersebut menyebut pemadaman berlangsung dua hingga tiga jam per hari dan meminta penjelasan kepada PLN.

Ada pula pelanggan yang memperlihatkan tagihan Rp734.716 pada November 2026 setelah sebelumnya tercatat Rp1.087.802 pada Oktober 2026. Ia mengatakan pemakaian dan perangkat elektronik di rumah tidak berubah serta mengaku telah melaporkan persoalan itu tanpa memperoleh solusi yang dianggap memadai.

Keluhan lainnya datang dari pelanggan yang menyebut tagihan biasanya berada di kisaran Rp850 ribu hingga Rp900 ribu per bulan. Dalam bukti yang dibagikan, total tagihan tercatat Rp1.719.341 untuk November 2026, dengan komponen tagihan PLN sebesar Rp1.715.841 dan biaya administrasi Rp3.500.

Pelanggan lain mengaku tagihan yang biasanya sekitar Rp700 ribu hingga Rp800 ribu melonjak hampir Rp3 juta. Bukti yang ditampilkan mencatat total tagihan Rp2.741.495 untuk Oktober 2026, terdiri atas tagihan PLN Rp2.737.995 dan biaya administrasi Rp3.500. Para pelanggan meminta penjelasan serta penyelesaian dari PLN atas perbedaan tagihan tersebut.

Sumber: @balikpapances_
Erniyati Khalida

Penulis

Erniyati Khalida

Penulis tetap di Pewarta Nusantara ( pewartanusantara.com ). Konten spesial Budaya Nusantara.