Sabtu, 7 November 2026
Masuk
Berita

Muhammadiyah Hadirkan AI Versi Keislaman, Jawaban Soal Agama Dilengkapi Rujukan Resmi

Muhammadiyah menghadirkan asisten AI berbasis ChatGPT untuk menjawab pertanyaan seputar Islam dengan mengacu pada dokumen resmi Majelis Tarjih. Menggunakan teknologi RAG, layanan ini dirancang agar jawaban disertai sumber rujukan yang dapat ditelusuri.

Muhammadiyah menghadirkan asisten kecerdasan buatan (AI) berbasis ChatGPT yang dirancang khusus untuk membantu masyarakat memahami persoalan keislaman. Berbeda dengan chatbot AI pada umumnya, layanan ini dikembangkan dengan pendekatan yang mengutamakan rujukan resmi dan sumber keagamaan yang telah diverifikasi.

Asisten AI tersebut dirancang untuk menjawab berbagai pertanyaan seputar hukum Islam, ibadah, serta persoalan keagamaan yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Kehadirannya diharapkan dapat memudahkan masyarakat memperoleh penjelasan awal mengenai persoalan agama tanpa harus langsung menelusuri berbagai dokumen secara manual.

ChatHPT dirancang sebagai sarana pencarian informasi keagamaan dari koleksi dokumen Majelis Tarjih dan Tajdid. Basis pengetahuannya mencakup 836 naskah Fatwa Tarjih, 255 dokumen Tanya Jawab Agama, dan 62 dokumen Himpunan Putusan Tarjih.

Salah satu pendekatan teknologi yang digunakan adalah Retrieval Augmented Generation (RAG). Melalui metode ini, sistem tidak hanya mengandalkan pengetahuan yang tersimpan dalam model AI, tetapi juga mengambil informasi dari kumpulan dokumen atau sumber rujukan yang telah disiapkan.

Dalam penerapannya, setiap pertanyaan pengguna akan diproses dengan mencari informasi yang relevan dari dokumen resmi Majelis Tarjih Muhammadiyah. Informasi tersebut kemudian dirangkum dan disajikan dalam bentuk jawaban yang lebih mudah dipahami, disertai penjelasan mengenai sumber rujukannya.

Pendekatan ini menjadi salah satu pembeda penting dibandingkan chatbot AI umum. Pengguna tidak hanya mendapatkan jawaban secara langsung, tetapi juga dapat mengetahui landasan informasi yang digunakan oleh sistem. Dengan demikian, jawaban yang dihasilkan diharapkan lebih terarah dan memiliki keterkaitan dengan panduan keagamaan yang menjadi rujukan Muhammadiyah.

Nama asisten tersebut juga menggunakan singkatan HPT, yang merujuk pada Himpunan Putusan Tarjih. Himpunan ini selama ini menjadi salah satu pedoman penting dalam memahami dan menjalankan tuntunan ibadah warga Muhammadiyah. Penggunaan rujukan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan asisten AI ini diarahkan untuk mendukung akses masyarakat terhadap keputusan dan panduan keagamaan organisasi.

Meski demikian, teknologi AI tetap memiliki keterbatasan. Jawaban yang dihasilkan sistem perlu dipahami sebagai sarana memperoleh informasi dan penjelasan awal, bukan pengganti sepenuhnya peran ulama, ahli fikih, maupun lembaga yang memiliki kewenangan memberikan pertimbangan keagamaan.

Terlebih, sejumlah persoalan agama memiliki konteks yang kompleks dan membutuhkan penjelasan lebih mendalam. Pertanyaan yang berkaitan dengan kondisi khusus, perbedaan pendapat ulama, atau persoalan yang belum tercakup dalam dokumen rujukan tetap memerlukan konsultasi dengan pihak yang kompeten.

Kehadiran asisten AI ini memperlihatkan bagaimana teknologi kecerdasan buatan mulai dimanfaatkan untuk memperluas akses terhadap pengetahuan keagamaan. Dengan memadukan teknologi AI dan dokumen rujukan yang terverifikasi, Muhammadiyah berupaya menghadirkan layanan digital yang dapat membantu masyarakat memahami persoalan Islam secara lebih praktis, terstruktur, dan bertanggung jawab.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.