Venezuela

Sekitar 31 ton cadangan emas Venezuela senilai US$2 miliar (Rp33,4 triliun) masih dibekukan di Bank of England sejak 2019 dan belum dilepaskan meski Nicolás Maduro ditangkap AS pada Januari 2026.
Sejarah Sengketa
Inggris tolak permintaan Maduro akses emas karena tidak akui legitimasi pemerintahannya, mengakui oposisi Juan Guaidó sebagai presiden sementara. Meski Guaidó dicopot 2022, status beku tetap karena putusan pengadilan Inggris anggap Venezuela "belum punya pemerintah sah yang jelas".
Status Terkini
Harga emas dunia US$4.448/oz bikin nilai naik jadi US$4,43 miliar (+US$3 miliar dari 2019), tapi Presiden Sementara Delcy Rodríguez belum ajukan klaim formal. Bank of England tetap pegang fisik emas di brankas London sebagai jaminan devisa BCV.
Implikasi Politik
Trump ingin kuasai aset Venezuela termasuk emas selain minyak, tapi Inggris pegang kendali legal. PBB sarankan bebaskan untuk beli obat/pangan, tapi geopolitik pasca-Maduro bikin penyelesaian rumit.

Pemerintah Venezuela di bawah Presiden Sementara Delcy Rodríguez telah menyepakati penyerahan 30-50 juta barel minyak mentah berkualitas tinggi ke Amerika Serikat sebagai bagian dari kesepakatan pasca-penangkapan Nicolás Maduro.
Detail Kesepakatan
Pengumuman Presiden AS Donald Trump pada 6 Januari 2026 menyatakan minyak tersebut, senilai hingga US$2 miliar (Rp33,5 triliun), akan dikirim langsung ke pelabuhan AS dari stok yang terkena sanksi sebelumnya. Hasil penjualan dikelola langsung oleh Trump untuk kepentingan rakyat Venezuela dan AS, dengan Chevron sebagai mitra utama ekspor harian 100-150 ribu barel.
Latar Belakang dan Dampak
Kesepakatan ini merespons blokade ekspor sejak Desember 2025 yang memicu penumpukan stok PDVSA, mengalihkan pasokan dari China ke AS. Minyak Merey dijual dengan diskon US$22 per barel di bawah harga Brent, menekan harga minyak global ke kisaran US$50-60 per barel pada 2026.
Respons Pihak Terkait
Menteri Dalam Negeri AS Doug Burgum menyambut baik dampak positif bagi lapangan kerja dan harga bensin AS, sementara Venezuela menegaskan kedaulatan atas asetnya meski di bawah tekanan sanksi. Pasar fisik langsung bereaksi dengan penurunan selisih harga minyak berat di Teluk AS.

Delcy Rodríguez telah resmi dilantik sebagai Presiden Sementara Venezuela pada 5 Januari 2026. Pelantikan ini terjadi setelah penangkapan Nicolás Maduro oleh pasukan AS pada 3 Januari 2026, dengan Mahkamah Agung Venezuela menunjuknya berdasarkan konstitusi untuk menjaga kesinambungan pemerintahan.
Latar Belakang
Delcy Rodríguez, 56 tahun, mantan Wakil Presiden dan Menteri Minyak sejak 2018, dilantik oleh saudaranya Jorge Rodríguez, Ketua Majelis Nasional. Ia didukung militer Venezuela dan memiliki hubungan kuat dengan sektor intelijen serta ekonomi berbasis minyak.
Konteks Penangkapan Maduro
Maduro ditangkap di Caracas atas tuduhan penyelundupan narkoba, memicu transisi darurat. Rodríguez mengecam tindakan AS sebagai pelanggaran hukum internasional, meski kemudian menyatakan harapan hubungan hormat dengan pemerintahan Trump.
Tantangan ke Depan
Ia menghadapi tekanan dari AS di bawah Presiden Trump yang ingin mengendalikan Venezuela kaya minyak, serta ketidakpastian ekonomi bagi 30 juta penduduk. Dukungan militer kuat, tapi oposisi dan sanksi internasional menjadi risiko utama.

Suasana tegang dengan baku tembak sempat terjadi di sekitar Istana Miraflores, Caracas, pada malam 5 Januari 2026, tak lama setelah pelantikan Delcy Rodríguez sebagai Presiden Sementara Venezuela.
Kronologi Insiden
Insiden dimulai sekitar pukul 20.00 waktu setempat ketika drone tak dikenal terdeteksi melintas di atas istana, memicu pasukan keamanan melepaskan tembakan balasan ke udara selama sekitar satu menit. Saksi mata melaporkan rentetan tembakan ringan, kilatan peluru penjebak di langit, dan warga berlarian mencari perlindungan, meski intensitasnya jauh lebih rendah dibanding operasi penangkapan Maduro sebelumnya.
Respons Keamanan
Personnel bersenjata berat dan konvoi militer segera mengerahkan diri mengelilingi perimeter istana, dievakuasi gedung pemerintahan terdekat. Pemerintah menyatakan situasi terkendali tanpa korban jiwa dilaporkan, dan Gedung Putih membantah keterlibatan AS.
Dampak dan Spekulasi
Video media sosial menunjukkan aktivitas drone serta patroli intensif, memicu kekhawatiran upaya kudeta terhadap Rodríguez. Kementerian Komunikasi Venezuela belum beri pernyataan resmi, tapi militer tetap waspada pasca-penangkapan Maduro.

Presiden Nicolás Maduro ditangkap dalam operasi militer AS di Caracas pada 3 Januari 2026, memicu gelombang protes global termasuk di Paris, Prancis. Pengunjuk rasa membakar bendera Amerika sebagai bentuk kecaman terhadap tindakan pemerintahan Donald Trump yang dituduh melanggar kedaulatan Venezuela.
Jalannya Demonstrasi
Ratusan demonstran berkumpul di Paris pada Minggu malam (4/1/2026), mengibarkan bendera Venezuela sambil meneriakkan slogan anti-AS di tengah cuaca dingin dan hujan. Aksi ini bagian dari protes serentak di kota-kota besar seperti Washington DC, New York, Seoul, dan Manila, dengan sasaran utama penolakan penangkapan Maduro atas dakwaan narkoba.
Konteks Geopolitik
Penangkapan Maduro terkait tuduhan perdagangan narkoba dan senjata, dijadwalkan sidang di pengadilan New York pada 5 Januari 2026, memicu reaksi beragam dari sukacita oposisi hingga kecaman sekutu seperti Korut. Protes di Paris menyoroti solidaritas internasional terhadap rezim Maduro di tengah kekhawatiran konflik minyak.

Cilia Flores, istri Presiden Venezuela Nicolás Maduro, memiliki karier politik panjang sebagai pengacara dan tokoh kunci Chavismo yang jauh melebihi peran simbolis ibu negara. Ia dikenal sebagai "First Combatant" dan penasihat utama Maduro, dengan pengaruh signifikan di balik kebijakan rezim.
Karier Awal
Flores memulai dengan membela Hugo Chávez dalam kudeta 1992, membantu pembebasannya dari penjara pada 1994, dan bergabung gerakan Chavismo. Terpilih anggota Majelis Nasional Venezuela sejak 2000 mewakili Cojedes, ia jadi perempuan pertama Ketua Majelis pada 2006-2011, dikenal tegas tapi kontroversial seperti batasi akses pers.
Puncak Pengaruh
Ditunjuk Jaksa Agung 2012-2013, Flores menikah dengan Maduro pada 2013 dan mundur dari sorotan publik, tapi tetap berpengaruh sebagai wakil Majelis 2015 dan anggota Majelis Konstituante 2017. Pengamat sebut ia "otak" di balik konsolidasi kekuasaan Maduro, ambisius dan krusial bagi rezim.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan 37 Warga Negara Indonesia (WNI) di Venezuela dalam kondisi Aman pasca-serangan AS yang menangkap Presiden Nicolás Maduro pada 3 Januari 2026. KBRI Caracas terus memantau situasi dan menjaga komunikasi dengan WNI tersebut per 5 Januari 2026.
Kondisi Terkini
Situasi di Caracas mulai kondusif dengan supermarket beroperasi normal, tidak ada panic buying, dan transportasi publik pulih meski jaringan komunikasi serta listrik belum sepenuhnya stabil. Dubes RI Fikry Cassidy menyatakan aset KBRI aman dan WNI telah disosialisasikan rencana kontingensi.
Himbauan Pemerintah
Kemlu menghimbau WNI tetap Siaga dan waspada terhadap dinamika keamanan, sambil menyiapkan skenario evakuasi jika diperlukan. Legislator DPR juga mendesak prioritas perlindungan WNI di tengah krisis geopolitik ini.

Leonardo DiCaprio absen dari Palm Springs International Film Festival Awards Gala 2026 karena pembatasan perjalanan akibat serangan udara AS ke Venezuela pada 3 Januari 2026. Ia yang sedang berlibur di St. Barts tidak bisa meninggalkan lokasi tersebut menyusul penutupan ruang udara pasca-operasi militer pemerintahan Presiden Donald Trump yang menargetkan rezim Nicolás Maduro.
Penghargaan yang Diterima
DiCaprio dijadwalkan menerima Desert Palm Achievement Award atas perannya dalam film One Battle After Another, tetapi akhirnya menyampaikan pidato penerimaan melalui video yang diperkenalkan oleh lawan mainnya, Teyana Taylor dan Chase Infiniti. Penyelenggara festival menyatakan penyesalan atas ketidakhadirannya, namun tetap menghormati kontribusinya bagi perfilman.
Dampak Geopolitik
Serangan AS tersebut memicu gangguan penerbangan global, termasuk di wilayah Karibia, sehingga memengaruhi rencana perjalanan DiCaprio dari St. Barts ke California. Situasi ini menyoroti bagaimana konflik internasional memengaruhi acara hiburan bergengsi.

Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman terbuka kepada Delcy Rodríguez, pemimpin sementara Venezuela pasca-penangkapan Nicolás Maduro, dengan peringatan konsekuensi "lebih mahal" jika tidak patuh pada agenda Washington. Pernyataan ini disampaikan di Air Force One pada 4 Januari 2026, menekankan kendali AS atas Venezuela termasuk akses minyak, sambil siaga serangan militer kedua.
Konteks Ancaman
Trump klaim Rodríguez awalnya siap kerjasama tapi ditepisnya, menyebut Venezuela "negara gagal" yang butuh "membangun ulang" AS; Rodríguez balas tolak kolonialisme dan pertahankan sumber daya alam. Ancaman ini lanjutan operasi Delta Force, picu eskalasi regional.
Respons Venezuela
Dukungan internal kuat dari elite Maduro seperti Diosdado Cabello dan Vladimir Padrino; Rodríguez serukan dialog damai tapi tegas tolak intervensi.

Berita tentang serangan udara AS ke Venezuela yang menewaskan setidaknya 40 orang, seperti dilaporkan The New York Times via Al-Jazeera, belum dapat dikonfirmasi secara kredibel. Berdasarkan pengetahuan saya hingga Januari 2025 dan pencarian terkini, tidak ada laporan resmi dari sumber terpercaya seperti NYT, Al-Jazeera, Reuters, atau AP yang menyebutkan insiden ini pada 2026. Lokasi "La Mar Catia" dekat Bandara Caracas juga tidak ditemukan dalam peta atau berita terkini—mungkin kesalahan ejaan dari "La Mariposa" atau area serupa di Caracas.
Kemungkinan Asal Hoaks
- Tidak Ada Bukti Resmi: Situs resmi AS (Pentagon, White House) dan Venezuela (pemerintah Maduro) tidak melaporkan konflik udara baru. Hubungan AS-Venezuela tegang soal sanksi minyak, tapi serangan militer langsung bertentangan dengan diplomasi terkini (misalnya, negosiasi pemilu 2024).
- Pola Hoaks Serupa: Berita ini mirip propaganda viral di media sosial (TikTok, X) yang sering memanfaatkan ketegangan geopolitik, seperti klaim palsu serangan Israel-AS di Timur Tengah. Al-Jazeera memang meliput Venezuela, tapi edisi terbaru fokus pada krisis ekonomi, bukan serangan udara.
- Cek Silang: Gunakan FactCheck.org, Snopes, atau Google Fact Check Tools—belum ada verifikasi. Cari di Google News dengan kata kunci "US airstrike Venezuela 2026" hasilkan nol berita utama.
Konteks Geopolitik Venezuela Saat Ini
Venezuela menghadapi krisis berkepanjangan:
- Pemilu kontroversial 2024 memicu sanksi AS baru terhadap pemimpin Maduro.
- Ketegangan militer rendah; AS prioritaskan dukungan oposisi via bantuan kemanusiaan, bukan serangan.
- Korban sipil hipotetis seperti ini akan memicu reaksi global (PBB, OAS), tapi tak ada.