Pewarta Nusantara
Add Post Menu

UEA

Seka one Seka one
3 hari yang lalu

Iran meluncurkan 137 rudal balistik dan 209 drone ke Uni Emirat Arab (UEA) sebagai balasan atas serangan AS-Israel yang menewaskan Ayatollah Khamenei pada 28 Februari 2026, menargetkan bandara dan fasilitas militer terkait AS di Dubai serta Abu Dhabi. Sebagian besar rudal dicegat oleh sistem pertahanan udara UEA, tapi serpihan menyebabkan satu kematian (warga negara Asia) dan 11 luka-luka, termasuk empat staf bandara Dubai. Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) klaim sukses hantam Armada Kelima AS di Manama Bahrain serta Pelabuhan Jebel Ali Dubai.

Bandara Internasional Dubai (DXB), bandara tersibuk dunia untuk lalu lintas internasional, alami kerusakan ringan di ruang tunggu akibat serpihan drone, memicu evakuasi cepat dan pembatalan ribuan penerbangan. Bandara Internasional Zayed Abu Dhabi laporkan insiden serupa, dengan satu tewas dan tujuh terluka; operasional lumpuh sementara hingga pagi 1 Maret 2026, mirip disrupsi pandemi Covid-19. Wilayah udara Timur Tengah hampir kosong, dengan maskapai global seperti Emirates dan Qatar Airways alihkan rute, dampakkan penumpang terjebak di Jakarta, Singapura, dan Eropa.​

Serpihan rudal picu kebakaran di Pelabuhan Jebel Ali (tempat sandar kapal induk AS) dan hotel mewah Palm Jumeirah seperti Fairmont The Palm serta Burj Al Arab, yang rusak eksteriornya meski tidak ada korban jiwa signifikan. UEA tetap klaim mayoritas ancaman dicegat, tapi insiden ini ancam 60% pendapatan negara dari bandara-pelabuhan, perburuk krisis regional pasca-penutupan Selat Hormuz. Qatar (Doha) laporkan delapan luka-luka dari 65 rudal Iran, sementara Bahrain-Manama alami ledakan di markas AS.

Serangan ini eskalasi konflik Teluk, dengan China-Rusia kecam sebagai pelanggaran hukum internasional, sementara Prabowo tawarkan mediasi ke Teheran di tengah kritik JK dan desakan MUI mundur Board of Peace. Indonesia pantau dampak ke penerbangan Garuda dan Lion Air via Dubai-Abu Dhabi, plus lonjakan harga BBM nonsubsidi Rp 400-500/liter per 1 Maret 2026 akibat disrupsi minyak. Polri waspadai efek domino ke demonstrasi umat dan krisis ekonomi domestik jika bandara Teluk lumpuh berkepanjang.

Seka one Seka one
6 hari yang lalu

Presiden Prabowo Subianto tiba di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), pada Rabu, 25 Februari 2026, sebagai bagian dari kunjungan kerja untuk memperkuat hubungan bilateral dengan negara-negara Teluk tersebut.

Kedatangan Prabowo disambut dengan prosesi kehormatan penuh, termasuk pasukan jajar TNI setempat, dan penghargaan tinggi dari pemerintah UEA.​

Pesawat Garuda Indonesia-1 mendarat di Bandar Udara Presidential Flight sekitar pukul 18.00 waktu setempat, di mana Prabowo disambut oleh Menteri Energi dan Infrastruktur UEA Suhail Al Mazrouei, Duta Besar RI untuk UEA Judha Nugraha, serta Duta Besar UEA untuk RI Abdulla Salem Obaid Salem AlDaheri. Usai upacara penyambutan yang khidmat, rombongan langsung menuju hotel di Abu Dhabi untuk persiapan agenda utama. Kunjungan ini melanjutkan lawatan dari Amman, Yordania, sebagai rangkaian Diplomasi aktif Prabowo pasca-pelantikan.

Prabowo dijadwalkan bertemu langsung dengan Presiden UEA Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ) untuk membahas strategi kemitraan di berbagai sektor, termasuk energi, investasi, perdagangan, dan perlindungan. Fokus utama mencakup peningkatan kerja sama ekonomi mengingat UEA sebagai mitra dagang terbesar Indonesia di Timur Tengah, dengan nilai perdagangan bilateral mencapai miliaran dolar pada tahun 2025. Pertemuan ini diharapkan menghasilkan kesepakatan baru, melanjutkan MoU sebelumnya di bidang infrastruktur IKN dan energi terbarukan.​

Hubungan Indonesia-UEA telah erat sejak era Soeharto, namun semakin banyak strategi di bawah Prabowo dengan penekanan pada investasi Sovereign Wealth Fund UEA ke proyek-proyek strategis RI seperti food estate dan hilirisasi nikel. Kunjungan ini bagian dari empat negara dalam 10 hari terakhir, menegaskan komitmen Prabowo perluas jejaring global pasca-tarif AS yang tekan ekspor RI. Masyarakat positif sambut langkah ini sebagai upaya menstabilkan ekonomi domestik melalui mitra Teluk yang stabil.

Pole Vox Pole Vox
2 bulan yang lalu

Menteri Dalam Negeri Tito Karnaviantelah mengklarifikasi bahwa Bantuan 30 ton Beras yang sempat ditolak Pemkot Medan bukan dari pemerintah Uni Emirat Arab (UEA), melainkan dari organisasi kemanusiaan The Red Crescent, setara Palang Merah di UEA.

Latar Belakang Kasus

Bantuan tersebut awalnya dikembalikan karena kesalahpahaman soal sumbernya, tapi Tito menegaskan setelah berkomunikasi langsung dengan Duta Besar UEA bahwa itu murni dari NGO non-pemerintah. Kini, beras tersebut sudah diserahkan ke Muhammadiyah Medical Center untuk disalurkan ke korban banjir di Medan.

Pernyataan Resmi Tito

Dalam jumpa pers di Halim Perdanakusuma pada 19 Desember 2025, Tito menyatakan: "Yang diberikan bantuan 30 ton berasal bukan dari pemerintahan UEA, tapi dari Red Crescent, bulan sabit merah semacam PMI." Penjelasan ini meredam kontroversi penolakan bantuan asing sebe

lumnya.

Ardi Sentosa Ardi Sentosa
2 tahun yang lalu

Pewarta Nusantara, Internasional - India dan Uni Emirat Arab (UEA) mencapai kesepakatan terkait penggunaan Mata Uang Lokal dalam Transaksi Antarnegara, mengikuti kebijakan Perdana Menteri Narendra Modi untuk memperkuat peran rupee secara global.

Bank Sentral India mengumumkan bahwa kesepakatan ini akan memfasilitasi transaksi dan pembayaran antara kedua negara, serta mendorong kerja sama ekonomi yang lebih luas.

Perjanjian ini ditandatangani oleh Perdana Menteri Modi, Gubernur Bank Sentral India Shaktikanta Das, dan Presiden UEA Sheikh Mohammed Bin Zayed Al Nahyan di Abu Dhabi.

Dalam kerangka kesepakatan ini, India dan UEA akan membangun kerangka kerja untuk menggunakan rupee dan dirham dalam transaksi, dengan melibatkan perusahaan switching masing-masing negara, yaitu RuPay dan UEASWITCH.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya India untuk menguatkan peran rupee di tingkat global dan menjadi alternatif bagi China dalam sektor manufaktur.

Baca Juga; Laos Mengukir Rekor Ekspor Singkong: Pendapatan Lebih dari 408 Juta Dolar AS dalam 5 Bulan Pertama 2023

Namun, meskipun kampanye ini telah berlangsung selama setahun, kemajuannya masih terbatas, seperti yang dilaporkan oleh Bloomberg News awal bulan ini.

Diharapkan bahwa kesepakatan baru ini akan mempermudah aliran keuangan antara kedua negara. UEA merupakan sumber lapangan kerja penting bagi warga India di luar negeri dan menyumbang 18 persen dari total pengiriman uang ke Asia Selatan pada tahun 2020-2021, berada di urutan kedua setelah Amerika Serikat.

Menurut perkiraan Bank Dunia, total pengiriman uang ke India pada tahun 2022 mencapai US$111,2 miliar. Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan aliran keuangan antara India dan UEA dapat berjalan lebih lancar, memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi kedua negara. (*Ibs)