Sidang Tipikor

Ahok menjelaskan lapangan Golf sebagai tempat negosiasi bisnis minyak paling efektif, murah, dan sehat saat bersaksi di sidang korupsi tata kelola Pertamina pada 27 Januari 2026. Ia bandingkan dengan klub malam yang mahal dan tak sehat, sehingga rela belajar golf serius untuk dampingi bos Exxon dan Chevron.
Ahok sebut golf ciptakan suasana santai untuk diskusi saham atau harga minyak sambil jalan dan jemur, dengan biaya bayar membership jauh lebih rendah daripada hiburan malam. Saat masuk Pertamina 2019, ia sadar budaya eksekutif migas AS ajak main golf, malu tak bisa ikut, lalu sekolah golf khusus.
Pernyataan ini ungkap saat jadi saksi jaksa untuk 9 terdakwa kasus korupsi minyak mentah dan kilang 2018-2023 yang rugikan negara Rp285,18 triliun di PN Tipikor Jakarta Pusat. Ahok tekankan praktik ini wajar di industri global, terbuka, dan tak langgar aturan.

Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) menuntut Kejaksaan Agung periksa Presiden Joko Widodo dan Kementerian BUMN terkait pencopotan Djoko Priyono sebagai Dirut PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) periode 2021-2022. Pernyataan ini disampaikan saat Ahok jadi saksi di sidang kasus korupsi tata kelola minyak Pertamina di PN Tipikor Jakarta Pusat pada 27 Januari 2026.
Ahok sebut Djoko sebagai "orang terbaik di KPI" yang dicopot tanpa alasan meritokrasi oleh Kementerian BUMN, indikasikan Nepotisme dan buruknya tata kelola. Ia soroti pola pergantian direksi Pertamina yang tak berdasar prestasi, termasuk Mas'ud Khamid di Pertamina Patra Niaga, hingga laporkan ke Jokowi tanpa respons.
Sidang ungkap dugaan korupsi oplos BBM dan tata kelola minyak mentah Pertamina 2018-2023, di mana Ahok kritik Jokowi tolak usulannya ubah skema subsidi BBM via MyPertamina untuk untung US$6 miliar/tahun. Ahok mundur dari Komisaris Utama Pertamina akhir 2023 karena beda pandang politik dengan Jokowi.

Ibrahim Arief, eks konsultan teknologi Kemendikbudristek, membantah tuduhan bahwa ia menemui perwakilan Google sebagai utusan Nadiem Makarim dalam sidang kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook.
Sidang berlangsung di Pengadilan Tipikor Jakarta pada 20 Januari 2026, bagian dari perkara pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management periode 2019-2022 yang diduga merugikan negara. Nadiem Makarim disebut menerima Rp809,59 miliar dari PT Aplikasi Karya Anak Bangsa via investasi Google US$786,99 juta.
Ia mengaku pertemuan dengan Google berawal dari arahan Najelaa Shihab (Ketua PSPK), bukan perintah Nadiem, setelah Najelaa bertemu Google pada 19 Februari 2020. Ibrahim menegaskan spesifikasi Chromebook bersifat generik, tidak terkunci pada merek seperti Acer atau HP, dan ia tidak pernah diminta kajian teknis pada Maret 2020.
Ganis Samoedra Murharyono (Strategic Partner Manager Google) mengonfirmasi BAP bahwa Colin Marson (Google) serahkan spesifikasi ke Ibrahim atas anggapan ia utusan Nadiem, meski Ganis tak tahu detail waktu penyerahan. Ganis setuju spesifikasi generik saat diperiksa silang.