ResetIndonesia

Ratusan ASN dan warga Trenggalek mengikuti bedah buku "#ResetIndonesia" di Amphitheater Hutan Kota pada 22 Desember 2025, yang menunjukkan antusiasme lokal terhadap gagasan perubahan bangsa. Bupati Mochamad Nur Arifin, atau Mas Ipin, mendorong ASN untuk mengkritisi diri guna membuka wawasan dan memperbaiki kebijakan publik. Ia paling setuju dengan ide keseimbangan ekonomi-ekologi dalam buku tersebut, yang selaras dengan visi pembangunan Trenggalek.[2]
## Latar Belakang Buku
Buku "#ResetIndonesia" ditulis oleh tim jurnalis senior seperti Farid Gaban, Dandhy Laksono, Yusuf Priambodo, dan Benaya Harobu, merangkum 15 tahun ekspedisi keliling Indonesia sejak 2009. Buku ini mengurai akar masalah bangsa seperti pengelolaan SDA serampangan, konflik agraria, dan krisis lingkungan, sambil menawarkan solusi radikal untuk "reset" perspektif nasional. Antusiasme publik terlihat dari 1.555 eksemplar prapemesan yang ludes dalam seminggu.[1][3][9]
## Perbedaan dengan Daerah Lain
Bedah buku di Trenggalek berlangsung lancar dan dipenuhi ratusan peserta termasuk akademisi, berbeda dengan pembubaran paksa di Madiun pada 20 Desember 2025. Mas Ipin memimpin langsung acara untuk mendorong refleksi diri ASN demi Trenggalek yang lebih baik. Ia merekomendasikan kegiatan serupa agar pemegang amanah terus mencari keadilan bagi rakyat dan generasi mendatang.[4][6][8][2]
## Isi Utama dan Relevansi
Buku menyoroti persoalan empiris dari Sabang hingga Merauke, termasuk kebijakan publik, pemilu, dan pengangguran generasi muda, dengan pendekatan semi-ilmiah populer. Gagasan keseimbangan ekonomi-ekologi paling resonan bagi Trenggalek, yang fokus menjaga pertumbuhan sambil lindungi lingkungan. Buku ini tersedia di marketplace seperti Shopee dan Tokopedia dengan harga sekitar Rp185.000 untuk edisi reguler.[3][5][1][2]
[1](https://indonesiatera.com/product/reset-indonesia-gagasan-untuk-indonesia-baru-edisi-hemat/)
[2](https://www.cnnindonesia.com/nasional/20251223143351-20-1309958/cerita-bupati-trenggalek-bersama-asn-ikut-diskusi-buku-reset-indonesia)
[3](https://www.youtube.com/watch?v=PPFPNqM3X7g)
[4](https://madiun.jatimtimes.com/amp/baca/351818/20251223/094800/dibubarkan-di-madiun-bedah-buku-resetindonesia-di-trenggalek-justru-dipenuhi-asn)
[5](https://shopee.co.id/Buku-Reset-Indonesia-Farid-Gaban-Dandhy-Laksono-Yusuf-Priambodo-dan-Benaya-Harobu-Ekspedisi-Indonesia-Baru-i.293198713.40617417753)
[6](https://www.malangtimes.com/baca/351818/20251223/094800/dibubarkan-di-madiun-bedah-buku-resetindonesia-di-trenggalek-justru-dipenuhi-asn)
[7](https://kediripedia.com/buku-reset-indonesia-rangkuman-tiga-ekspedisi-15-tahun-keliling-indonesia/)
[8](https://wartakota.tribunnews.com/news/877733/ratusan-asn-trenggalek-ikut-bedah-buku-reset-indonesia-ini-alasan-bupati)
[9](https://www.dompetdhuafa.org/bedah-buku-reset-indonesia/)
[10](https://www.facebook.com/KOMPAScom/posts/ratusan-asn-dan-warga-mengikuti-bedah-buku-resetindonesia-di-amphitheater-hutan-/1397017269121050/)

Diskusi Buku “Reset Indonesia” di Madiun Dibubarkan Aparat Jelang Acara Dimulai
Diskusi buku “#ResetIndonesia: Gagasan tentang Indonesia Baru” yang digelar di Pasar Pundensari, Desa Wisata Gunungsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, dibubarkan aparat pada Sabtu (20/12/2025), sesaat sebelum acara dimulai. Pembubaran tersebut terjadi meski panitia menyatakan telah menyampaikan pemberitahuan kegiatan kepada pihak kepolisian setempat.
Buku Reset Indonesia merupakan karya kolektif tim kreator yang sebelumnya dikenal lewat film dokumenter kritis seperti Sexy Killers dan Dirty Vote. Sejumlah nama terlibat sebagai penulis, di antaranya Dandhy Laksono, Farid Gaban, Yusuf Priambodo, dan Benaya Harobu. Buku ini mengulas berbagai persoalan struktural bangsa, mulai dari praktik korupsi, kerusakan lingkungan, hingga ketimpangan sosial, sembari menawarkan gagasan “reset” menuju Indonesia yang lebih adil, transparan, dan berkelanjutan.
Acara diskusi yang direncanakan berlangsung santai bersama komunitas lokal tersebut sedianya menghadirkan tim penulis sebagai narasumber. Namun, menjelang dimulainya kegiatan, sejumlah aparat dan pejabat setempat mendatangi lokasi. Mereka terdiri dari unsur kecamatan, kelurahan, sekretaris desa, Babinsa, serta anggota kepolisian. Aparat meminta panitia menghentikan kegiatan dengan alasan acara belum mengantongi izin resmi.
Panitia penyelenggara membantah tudingan tersebut. Mereka menyatakan telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada Polsek setempat sebelum acara digelar. Meski demikian, aparat tetap meminta pembubaran dengan pertimbangan bahwa kegiatan diskusi buku tidak dapat dikategorikan sebagai acara seni atau budaya, sehingga dinilai memerlukan izin khusus.
Peristiwa ini menjadi sorotan karena disebut sebagai pengalaman pertama tim penulis mengalami pembubaran acara sepanjang rangkaian tur diskusi buku Reset Indonesia di berbagai daerah. Sebelumnya, diskusi serupa disebut berjalan lancar, termasuk kegiatan yang digelar di Pendopo Wakil Bupati Banyumas.
Pembubaran diskusi buku tersebut dengan cepat menyebar di media sosial. Sejumlah video yang memperlihatkan seorang pria meminta peserta untuk membubarkan diri beredar luas dan memicu perdebatan publik terkait kebebasan berekspresi serta ruang diskusi kritis di ruang publik.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi lanjutan dari pihak berwenang terkait dasar hukum pembubaran kegiatan tersebut. Kejadian di Madiun ini menambah daftar peristiwa yang memantik diskusi nasional mengenai batasan perizinan acara diskusi, kebebasan berekspresi, dan ruang demokrasi di tingkat lokal.