MSCI

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan memang angkat suara terkait gejolak IHSG akibat evaluasi MSCI yang memperingatkan transparansi data saham Indonesia. Ia menilai koreksi pasar sebagai momentum reformasi struktural, bukan alasan panik.
Luhut menekankan peringatan MSCI sebagai "cerminan jujur" area perbaikan BEI, seperti pengawasan perdagangan, demutualisasi bursa, dan naikkan free float saham hingga 15%. Ia dorong perbesar peran investor domestik untuk tebal likuiditas.
Pemerintah akan dukung seleksi transparan pengganti direksi BEI dan pejabat OJK yang mundur, plus adopsi AI untuk deteksi manipulasi. Fokus utama: pasar kredibel berbasis sistem kuat demi daya saing nasional.

IHSG anjlok lebih dari 8% pada 28 Januari 2026, memicu Trading Halt oleh BEI, akibat kebijakan interim MSCI yang membekukan kenaikan bobot saham Indonesia terkait isu free float dan aksesibilitas pasar. Kemenkeu melihat ini sebagai peluang investor ritel beralih ke Surat Berharga Negara (SBN) yang lebih aman, terutama saat lelang SBN Ritel ORI029 baru dibuka dengan target Rp25 triliun dan kupon 5,45%-5,8%.
MSCI terapkan interim freeze sejak pengumuman 27 Januari: hentikan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF), Number of Shares (NOS), dan penambahan saham baru ke indeksnya. Investor asing net sell Rp6,17 triliun, dominasi saham turun (763 saham), IHSG sempat ke 8.309. BEI dan OJK komitmen perbaiki syarat MSCI sebelum review Mei 2026.
Plt Dir SUN Kemenkeu Novi Puspita Wardani anggap penurunan wajar sebagai pelajaran risiko bagi investor FOMO di saham atau kripto, dorong diversifikasi ke SBN ritel. Target penerbitan SBN ritel 2026 Rp150-170 T, dengan 57-58% investor dari Gen Z dan milenial; ORI029 minimum beli Rp1 juta, tutup 19 Februari. Menkeu Purbaya Yudhi sebut ini "shock sesaat", fokus fundamental ekonomi.