Pewarta Nusantara
Add Post Menu

Mark Zuckerberg

Seka one Seka one
3 minggu yang lalu

Mark Zuckerberg membagikan "berkat" berupa headphone noise-canceling, minuman bersoda, dan donat Krispy Kreme kepada tetangga di Crescent Park, Palo Alto, selama renovasi kompleks rumahnya yang masif. Inisiatif ini jadi kompensasi atas kebisingan konstruksi non-stop selama bertahun-tahun, meski tak sepenuhnya redakan keluhan warga.


Latar Renovasi Megah
Zuckerberg habiskan lebih dari US$110 juta (Rp1,76 triliun) beli 11 rumah sejak 14 tahun lalu, digabung jadi kompleks dengan taman, lapangan pickleball, kolam hydrofloor, dan rumah tamu. Beberapa properti kosong picu isu krisis perumahan lokal, plus pengawasan ketat ubah suasana lingkungan.


Respons Tetangga
Hadiah seperti headphone dan donat beri efek sementara, tapi warga tetap protes soal privasi hilang, pagar tinggi, serta patroli keamanan; pemerintah kota pernah tolak rencana ekspansi 2016. Juru bicara Meta klaim patuhi regulasi lebih dari cukup untuk minimalkan gangguan.

Ardi Sentosa Ardi Sentosa
2 tahun yang lalu

Pewarta Nusantara, Internasional - Meta, pemilik Facebook, telah mengumumkan peluncuran aplikasi terbarunya, Threads, yang bertujuan untuk menjadi pesaing Twitter.

Aplikasi ini, yang telah tersedia untuk pre-order di Apple App Store, akan terhubung dengan platform Instagram.

Threads dijelaskan oleh Meta sebagai "aplikasi percakapan berbasis teks" dan menampilkan tampilan antarmuka yang mirip dengan Twitter.

Langkah ini menandai perkembangan terbaru dalam persaingan antara Mark Zuckerberg dari Meta dan Elon Musk, pemilik Twitter.

Elon Musk, yang sebelumnya telah mencetuskan ide adu fisik dengan Mark Zuckerberg, memberikan tanggapan santai terhadap peluncuran Threads.

Sementara itu, Twitter mengumumkan bahwa layanan populer mereka, TweetDeck, akan mulai memasang paywall dalam waktu 30 hari.

Tindakan ini merupakan upaya terbaru dari Elon Musk untuk mendorong pengguna untuk berlangganan layanan berbayar Twitter, yaitu Twitter Blue.

Musk juga baru-baru ini membatasi jumlah tweet yang dapat dilihat pengguna sebagai bagian dari upayanya untuk mengatasi masalah "pengikisan data" yang berlebihan.

Baca Juga: Tarif Listrik Tinggi dan Tidak Stabil di Musim Dingin Menanti Swedia

Threads diharapkan menjadi pesaing serius bagi Twitter. Aplikasi ini akan tersedia secara gratis dan tidak akan membatasi jumlah postingan yang dapat dilihat pengguna.

Threads dideskripsikan sebagai tempat bagi komunitas untuk berdiskusi tentang berbagai topik, mulai dari hal-hal yang menarik perhatian hari ini hingga tren masa depan.

Aplikasi ini juga akan mengumpulkan data dari ponsel pengguna, termasuk data lokasi, pembelian, dan riwayat penelusuran.

Dengan menjadi bagian dari platform Instagram yang memiliki ratusan juta akun aktif, Threads memiliki potensi untuk menjadi ancaman serius bagi Twitter.

Mark Zuckerberg, yang telah terbukti sukses dalam mengadopsi ide dari perusahaan lain, berharap dapat menarik pengguna yang kecewa dengan Twitter untuk beralih ke Threads sebagai alternatif yang asli.

Meta memiliki sumber daya yang cukup untuk bersaing dengan Twitter dan Threads akan terhubung secara langsung dengan jaringan pengguna Instagram yang sudah ada.

Dengan demikian, Threads tidak perlu memulai dari nol seperti pesaing potensial lainnya. Meskipun Elon Musk diakui karena komitmennya terhadap kebebasan berbicara, ia juga telah memicu kontroversi dan mengasingkan beberapa pengguna. (*Ibs)