Pewarta Nusantara
Add Post Menu

LRT

Pole Vox
3 bulan yang lalu 09/01/26
Ada 6.995 Barang Tertinggal di LRT Jabodetabek Nilainya Capai Rp 797,7 Juta

Ada 6.995 Barang Tertinggal di LRT Jabodetabek Nilainya Capai Rp 797,7 Juta

Ada 6.995 Barang Tertinggal di LRT Jabodetabek Nilainya Capai Rp 797,7 Juta
News

LRT Jabodebek mencatat 6.995 barang tertinggal di stasiun dan kereta sepanjang 2025 dengan nilai Rp797,7 juta. Sebanyak 3.399 barang berhasil dikembalikan kepada pemiliknya, sementara sisanya dikelola petugas.[conversation_history]

Proses Pengembalian

Barang temuan diserahkan ke lost and found setiap stasiun dalam 24 jam, dengan pemilik bisa mengklaim hingga 3 bulan menggunakan KTP dan deskripsi barang. Prioritas diberikan pada dokumen penting, dompet, dan perangkat elektronik yang paling sering tertinggal.

Statistik Kategori

  • Elektronik (HP, laptop): 2.150 unit (Rp450 juta)
  • Dompet/uang: 1.800 pcs (Rp120 juta)
  • Dokumen: 1.200 lembar
  • Lainnya (pakaian, tas): 1.845 pcs (Rp227,7 juta)

Manajer PR Radhitya Mardika menekankan penumpang segera laporkan ke petugas jika lupa barang demi efisiensi pengelolaan dan mencegah penumpukan.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Erniyati Khalida
2 tahun yang lalu 13/05/23
LRT Jakarta

Pemprov DKI Anggarkan Rp 1,5 Triliun untuk Pembangunan LRT Rawamangun-Manggarai

News

Pewarta Nusantara, DKI Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan penambahan anggaran sebesar Rp 1,5 triliun melalui Penyertaan Modal Daerah (PMD) untuk pembangunan fase kedua Light Rail Transit (LRT) Jakarta. Fase 1B proyek ini akan menghubungkan rute dari Velodrome-Manggarai.

Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta, Michael Rolandi Cesnanta, menjelaskan bahwa pemerintah diminta untuk menambahkan PMD sebesar Rp 1,5 triliun untuk PT Lintas Raya Terpadu (LRT).

Anggaran ini merupakan penambahan kedua setelah sebelumnya Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan Rp 916 miliar untuk pembangunan LRT rute Velodrome-Manggarai.

Dana tambahan ini akan dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah perubahan (APBD-P) DKI Jakarta tahun 2023.

Selain itu, dalam APBD 2024, pemerintah juga berencana memberikan PMD sebesar Rp 2 triliun kepada PT LRT.

Harapannya, dengan penambahan anggaran ini, pembangunan LRT di DKI Jakarta dapat berjalan lebih lancar dan selesai tepat waktu pada tahun 2024.

LRT DKI Jakarta saat ini telah memiliki jalur yang beroperasi dari Rawamangun (Velodrome) di Jakarta Timur hingga Kelapa Gading di Jakarta Utara.

Namun, proyek ini mengalami keterlambatan sehingga tidak dapat digunakan pada waktu Asian Games 2018.

Proyek LRT ini juga mendapat kritik terkait rute yang hanya menghubungkan Rawamangun-Kelapa Gading dengan jarak yang relatif pendek, sehingga kurang diminati oleh penumpang.

Baca juga: City of Toronto Launches Pothole Repair Blitz to Enhance Road Quality

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang merencanakan perpanjangan proyek LRT dari Rawamangun hingga Manggarai, dan belum jelas apakah akan diteruskan hingga Dukuh Atas.

Dengan melanjutkan proyek ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan efisiensi dan manfaat dari LRT Jakarta serta memperbaiki sistem transportasi perkotaan untuk masyarakat Jakarta.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap