Kemlu RI

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dan KJRI Jeddah memfasilitasi pemulangan mendadak 96 WNI dari Arab Saudi pada 16 Januari 2026, mayoritas pekerja migran Indonesia (PMI) yang ditahan di Rumah Detensi Imigrasi Syumaisi (Tarhil) Makkah akibat pelanggaran aturan imigrasi. Mereka tiba di Bandara Soekarno-Hatta menggunakan penerbangan Saudi Arabian Airlines SV 816 pukul 09.08 WIB.
95 orang dari Tarhil Makkah: 11 laki-laki dan 84 perempuan.
1 WNI lumpuh akibat sakit dari luar detensi.
Beberapa terkait kasus pidana di Dammam.
Pemulangan dilakukan melalui koordinasi intensif dengan otoritas Saudi, termasuk penerbitan Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP), sebagai upaya perlindungan humanis bagi PMI Bermasalah. Ini mencerminkan komitmen Kemlu dalam menangani kasus detensi dan kesehatan WNI di luar negeri.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan 37 Warga Negara Indonesia (WNI) di Venezuela berada dalam kondisi aman dan sehat pasca-operasi AS yang menangkap Presiden Nicolás Maduro, memicu eskalasi ketegangan. KBRI Caracas telah menyiapkan rencana kontinjensi, protokol perlindungan, dan koordinasi dengan otoritas setempat untuk antisipasi konflik lanjutan.
Jumlah dan Kondisi WNI
Dari 37 WNI, 33 orang merupakan staf serta keluarga KBRI Caracas, sementara 4 lainnya menetap, menikah, atau bekerja di sana; semuanya dilaporkan stabil meski situasi Caracas mulai kondusif. WNI diimbau tetap waspada, pantau info KBRI, dan hubungi hotline darurat jika diperlukan.
Langkah Mitigasi
Situasi keamanan berangsur normal dengan aktivitas masyarakat pulih, tapi Kemlu aktif berkomunikasi langsung untuk pemantauan real-time tanpa evakuasi saat ini.
Kondisi Aman Terjamin! Warga Negara Indonesia di Rusia Tetap Tenang di Tengah Pemberontakan Wagner
Pewarta Nusantara, Jakarta - Kemlu RI Memastikan Kondisi WNI di Rusia Tetap Aman di Tengah Ketegangan Pemberontakan Wagner.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) telah mengonfirmasi bahwa warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Rusia tetap berada dalam kondisi aman meskipun terjadi pemberontakan oleh kelompok tentara bayaran Wagner.
Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu, Judha Nugraha, menyampaikan bahwa para WNI tetap tenang dalam menghadapi situasi tersebut.
Menurut Judha Nugraha, saat ini terdapat 14 WNI yang berada di Voronezh dan 11 orang di Rostov. Untuk menjaga keamanan dan keselamatan para WNI, KBRI Moskow telah mengeluarkan himbauan agar mereka tetap tenang, berhati-hati, dan meningkatkan kewaspadaan terhadap situasi keamanan yang tengah terjadi.
Judha juga menyampaikan bahwa KBRI akan terus memberikan pembaruan informasi kepada para WNI mengenai perkembangan situasi.
Selain itu, KBRI juga mengimbau para WNI untuk selalu membawa dokumen identitas seperti paspor saat beraktivitas sehari-hari dan dalam perjalanan, terutama mengingat peningkatan pengamanan di tempat-tempat umum, transportasi umum, stasiun kereta api, dan bandara.
KBRI Moskow juga memberikan imbauan kepada para WNI di Moskow dan Moskow Oblast untuk membatasi perjalanan ke luar kota, kecuali jika ada keperluan yang mendesak. Hal ini terkait dengan peningkatan pemeriksaan oleh aparat keamanan di jalan-jalan keluar dan menuju Moskow.
Selain itu, KBRI juga meminta para WNI untuk sementara waktu tidak melakukan perjalanan ke Rostov dan Voronezh, dan bagi WNI yang berada di wilayah tersebut, diharapkan untuk mematuhi aturan pemerintah setempat dan tidak keluar rumah atau asrama kecuali dalam keadaan mendesak.
Sementara itu, situasi di Rusia semakin tegang setelah Presiden Vladimir Putin menuduh Yevgeny Prigozhin, pemimpin kelompok Wagner, melakukan pengkhianatan.
Pasukan paramiliter Wagner telah melintasi perbatasan Ukraina-Rusia dan memasuki Kota Rostov-on-Don. Namun, Prigozhin sendiri menuduh pasukan Rusia sebagai penyerang terhadap kelompok tentara bayaran tersebut. Ketegangan ini memperkuat kebutuhan untuk memastikan keamanan dan kesejahteraan WNI yang berada di Rusia. (*Ibs)
Baca Selengkapnya