Pewarta Nusantara
Add Post Menu

Jokowi

Seka one Seka one
1 minggu yang lalu

Isu Prabowo Subianto akan tunjuk Joko Widodo (Jokowi) sebagai Wakil Ketua Tim Pertimbangan Presiden (Watimpres) atau anggota Wantimpres beredar viral di media sosial.

Jokowi membantah keras isu tersebut saat ditemui di Stadion Manahan, Solo, pada 13 Februari 2026. Ia menegaskan, "Saya bukan pejabat lagi, saya di Solo saja," dan memilih fokus hidup pasca-purnatugas di Solo tanpa jabatan pemerintahan.

Kabar ini muncul dari unggahan Facebook dan spekulasi politik, tapi Jokowi ulangi penolakannya berkali-kali. Prabowo belum bentuk Wantimpres secara resmi, lebih pilih penasihat khusus di berbagai bidang.

Seka one Seka one
1 minggu yang lalu

Joko Widodo (Jokowi) menjalani pemeriksaan selama sekitar 2,5 jam di Polresta Solo pada 11 Februari 2026 terkait laporan polisinya atas dugaan pencemaran nama baik akibat tudingan ijazah palsu yang dilayangkan Roy Suryo cs. ke Polda Metro Jaya. Ia didampingi kuasa hukum Yakub Hasibuan, tiba pukul 15.55 WIB dengan kemeja batik dan peci, serta keluar pukul 18.50 WIB setelah memenuhi panggilan penyidik ​​untuk melengkapi berkas.​

Jokowi datang secara sukarela untuk pemeriksaan tambahan, disambut Kapolresta Solo Kombes Catur Cahyono Wibowo, dan sempat menyapa wartawan sebelum masuk ke lantai dua Mapolresta. Penyidik ​​mengajukan sekitar 10 pertanyaan, termasuk soal keaslian ijazah serta masa lalu kuliahnya di UGM, yang dijawab Jokowi secara blak-blakan.

Kuasa hukum Yakub Hasibuan menyatakan Jokowi kooperatif sebagai warga negara baik, fokus melengkapi keterangan untuk proses hukum yang sedang berjalan di Polda Metro Jaya. Jokowi sendiri enggan rinci saat keluar, hanya menyebut "ada pemeriksaan tambahan" dan meminta penjelasan dari tim hukumnya.

Dalam pemeriksaan AS, Jokowi menegaskan urusan maaf-memaafkan bersifat pribadi, namun kasus ini sudah masuk ranah hukum dan harus diproses sesuai aturan. Belum ada keterangan resmi Polri soal hasil pemeriksaan, tapi ini bagian dari upaya klarifikasi tudingan ijazah palsu yang berulang sejak masa kepemimpinannya.

Seka one Seka one
2 minggu yang lalu

Joko Widodo (Jokowi) menyatakan komitmen kuat untuk bekerja "mati-matian" demi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) saat menghadiri Rakernas PSI di Makassar pada 31 Januari 2026.

Ia berteriak lantang, "Saudara-saudara bekerja keras untuk PSI, saya akan berjuang keras untuk PSI! Sara be mati-matian untuk PSI, saya akan be mati-matian untuk PSI! Sara be habis-habisan, saya akan be habis-habisan untuk PSI!" disambut sorak meriah kader.​

PSI resmi angkat Jokowi sebagai tokoh sentral dan panutan politik, bukan hanya karena latar presiden tapi teladan pengabdiannya. Jokowi juga minta PSI rampungkan struktur hingga RT/RW akhir 2026 agar dekat rakyat.

Ucapan ini usai Kaesang Pangarep menangis emosional tutup acara, dengan Jokowi siap turun lapangan jika diperlukan demi kemenangan PSI di Pemilu 2029.

Seka one Seka one
3 minggu yang lalu

Ketua KPK Setyo Budiyanto membuka peluang pemanggilan Jokowi sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan 2023-2024, namun sepenuhnya tergantung kebutuhan penyidikan. Reaksinya disampaikan setelah rapat kerja dengan Komisi III DPR pada 28 Januari 2026.​

 

Setyo Budiyanto menjelaskan bahwa pemanggilan saksi seperti Jokowi tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan berdasarkan kajian mendalam mengenai relevansi dan kebutuhan pembuktian perkara. Ia menekankan prinsip penegakan hukum yang murah, cepat, dan sederhana, sehingga jika keterangan saksi lain sudah cukup, pemanggilan tidak diperlukan. Saat ulang ditanya, ia menyerahkan keputusan sepenuhnya ke tim penyidik ​​dengan jawaban singkat, "Ya itu penyidiklah."

Kasus ini melibatkan pembagian kuota haji tambahan 20.000 jamaah yang diperoleh Jokowi dari pertemuan dengan Raja Salman dan Mohammed bin Salman pada tahun 2023. KPK telah menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan stafnya Ishfah Abidal Aziz sebagai tersangka karena diperkirakan pembagian kuota tidak sesuai aturan (92% reguler, 8% khusus). Penyudiksi masih mendalami peran kebijakan awal hingga operasional di Kementerian Agama.

Seka one Seka one
3 minggu yang lalu

Klaim bahwa Dito Ariotedjo menyebut Jokowi menerima Rp 2 triliun dari Yaqut Cholil Qoumas adalah Hoaks yang beredar di media sosial.

Artikel palsu ini memanipulasi pemeriksaan KPK terhadap Dito sebagai saksi kasus korupsi kuota haji 2023-2024, di mana Yaqut dan stafnya menjadi tersangka dengan kerugian negara sekitar Rp1 triliun. Tidak ada pernyataan Dito terkait Jokowi atau transfer uang Rp2 triliun.

Dito diperiksa KPK pada 23 Januari 2026 terkait kunjungan Jokowi ke Arab Saudi Oktober 2023 untuk tambahan kuota haji 20.000 jemaah. Ia hanya diminta keterangan soal pertemuan dengan MBS, tanpa tuduhan korupsi atau suap.

Cek fakta dari Kompas, Liputan6, dan situs serupa mengonfirmasi hoaks ini, mirip manipulasi video Dito sebelumnya. Hindari berbagi konten tanpa verifikasi dari sumber resmi KPK.

Seka one Seka one
4 minggu yang lalu

Dito Ariotedjo menjelaskan bahwa Yaqut Cholil Qoumas tidak diajak mendampingi Joko Widodo dalam Kunjungan Kerja ke Arab Saudi karena komposisi rombongan ditentukan oleh Pemerintah Arab Saudi sebagai tuan rumah dan dianggap tidak berkaitan langsung dengan urusan Kementerian Agama.

Dito mengatakan pejabat yang ikut dalam kunker 2022 ke Arab Saudi dipilih oleh pihak Arab Saudi, sehingga bukan murni keputusan dari pihak Indonesia.

Menurut Dito, “kebetulan mungkin tidak ada keterkaitan dengan pembahasan haji dan juga Kementerian Agama,” sehingga Yaqut sebagai Menag saat itu tidak dilibatkan.

Dalam pertemuan Jokowi dengan Pangeran Mohammed bin Salman, dibahas isu investasi, Ibu Kota Negara (IKN), dan pelayanan haji, namun bukan secara spesifik soal kuota haji.

Dito menyebut pembicaraan soal haji lebih menyinggung aspek pelayanan, sementara Arab Saudi saat itu juga menjajaki kerja sama di bidang olahraga serta penandatanganan sejumlah MoU.

Seka one Seka one
1 bulan yang lalu

Pernikahan Agung Surahman, sekretaris pribadi Presiden Prabowo Subianto, dengan Aulia Mahardiana Warsitoarti berlangsung di Gedung Sasono Utomo, TMII, Jakarta pada Minggu, 18 Januari 2026, dan menyandang status istimewa karena dihadiri serta disaksikan langsung oleh Prabowo dan Jokowi. Prosesi akad pukul 10.48 WIB berjalan khidmat dengan nuansa adat Jawa, di mana Prabowo meneteskan air mata haru saat mengucap "sah" usai ijab kabul.​

Prabowo bertindak sebagai saksi pihak mempelai pria, sementara Jokowi menyaksikan dari pihak mempelai wanita; keduanya mengenakan jas dan kopiah di sisi meja akad.​

Hadir pula menteri Kabinet Merah Putih seperti Teddy Indra Wijaya, Prasetyo Hadi, Erick Thohir, Nusron Wahid, serta pejabat tinggi TNI-Polri termasuk Listyo Sigit Prabowo dan Agus Subiyanto.​

Prosesi diawali ayat suci Al-Qur'an, nasihat penghulu KUA Cipayung, dan ijab kabul lancar dalam satu tarikan napas, diikuti doa bersama serta ramah tamah. Kehadiran elite nasional ini menjadikan acara simbol kedekatan loyalis Prabowo, dengan Prabowo sempat terlihat emosional mengusap air mata pasca-pengucapan sah.

Seka one Seka one
1 bulan yang lalu

Roy Suryo mendesak Eggy Sudjana untuk segera mengklarifikasi pertemuan tertutupnya dengan Jokowi di Solo pada 8 Januari 2026. Klarifikasi diminta mencakup isu mencurigakan seperti dugaan koper berisi uang miliaran, kehadiran dua penyidik polisi aktif, serta apakah ada permintaan maaf terkait tuduhan ijazah palsu.​​

 
Latar Belakang Pertemuan
Eggy Sudjana dan Damai Hari Lubis bertemu Jokowi di kediaman pribadinya tanpa saksi media, memicu spekulasi "pecah kongsi" di kubu penuduh ijazah palsu. Roy Suryo mengklaim Eggy bilang tidak minta maaf berdasarkan obrolan dengan Michael Sinaga, dan foto pelukan yang beredar diduga hasil AI.​​

 
Respons Pihak Terkait
Roy menekankan prinsip tabayyun (klarifikasi Islam) agar isu tidak memunculkan "bau amis" seperti suap atau intimidasi. Belum ada tanggapan resmi dari Eggy per 13 Januari 2026, sementara Rismon Sianipar dan Tifauzia juga ikut mendesak transparansi.

Seka one Seka one
1 bulan yang lalu

Pada 8 Januari 2026, mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis di kediaman pribadinya di Sumber, Solo, Jawa Tengah. Pertemuan ini dikonfirmasi ajudan Jokowi, Kompol Syarif Fitriansyah, dan digambarkan sebagai silaturahmi yang hangat, dihadiri kuasa hukum Eggi (Elida Netty) serta pimpinan Relawan Jokowi (ReJO).


Latar Belakang
Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis merupakan tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan Ijazah Palsu Jokowi, yang sebelumnya sempat viral. Sekjen ReJO Muhammad Rahmad menyebut suasana mengharukan dengan pelukan erat antarpihak, meski tidak ada dokumentasi foto atau video karena sifat pertemuan tertutup.

​​
Isi Pertemuan
Eggi menyerahkan buku karyanya berjudul "OST JUBEDIL" (Objektif, Sistematis, Toleran, Jujur, Benar, Adil) kepada Jokowi sebagai simbolisasi rekonsiliasi. Tidak ada pernyataan resmi soal penyelesaian hukum, tapi pertemuan ini memicu spekulasi damai di kalangan publik

Pole Vox Pole Vox
1 bulan yang lalu

Tepat 13 tahun lalu pada 26 Desember 2012, Joko Widodo (Jokowi) yang saat itu menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta melakukan aksi ikonik dengan masuk ke gorong-gorong di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat.[1][3]

 

## Latar Belakang

Aksi ini dilakukan Jokowi untuk mengecek langsung kondisi drainase yang menjadi penyebab banjir di Jakarta, khususnya gorong-gorong berdiameter kecil sekitar 60 cm di trotoar Bundaran HI arah Jalan Sudirman. Ia mengenakan batik Korpri dan sepatu kanvas, tanpa ragu masuk meski ada air dan lumpur, sambil didampingi pejabat seperti Kepala Dinas PU dan Dishub.[2][5][7][1]

 

## Dampak dan Viral

Momen tersebut langsung viral di media sosial dan berita, menjadi simbol gaya kepemimpinan blusukan Jokowi yang sederhana serta dekat dengan rakyat, yang kemudian membangun citranya menjelang Pilpres. Kini, tepat 13 tahun kemudian pada 2025, video dan foto lama kembali ramai dibagikan, memicu nostalgia serta diskusi politik di platform seperti X dan Instagram.[3][6][1]

 

## Respons Jokowi

Jokowi menyatakan gorong-gorong itu terlalu kecil dibanding era Belanda, dan berencana membukanya serta memperbesar diameter untuk cegah banjir protokol seperti Jalan MH Thamrin. Aksi ini memperkuat imejnya sebagai pemimpin lapangan yang totalitas.[4][7][3]

 

[1](https://www.suara.com/news/2025/12/26/165627/peringatan-13-tahun-jokowi-masuk-gorong-gorong-momen-ikonik-yang-mengubah-wajah-politik-indonesia)

[2](https://www.instagram.com/p/DSuTxYHEkDG/)

[3](https://voi.id/memori/446041/heboh-aksi-jokowi-masuk-gorong-gorong-bundaran-hi-dalam-memori-hari-ini-26-desember-2012)

[4](https://nasional.kompas.com/read/2012/12/26/14453091/~Megapolitan~News)

[5](https://www.youtube.com/watch?v=Oq2WmrB-RAY)

[6](https://www.facebook.com/100076773680611/posts/tepat-hari-ini-13-tahun-lalu-pada-26-desember-2012-gubernur-dki-jakarta-saat-itu/894174283151686/)

[7](https://news.detik.com/berita/d-2127008/eaaa-jokowi-nyemplung-di-gorong-gorong-hi)

[8](https://www.instagram.com/p/DSu9sH7kh7U/)

[9](https://www.youtube.com/watch?v=4jsyOMXyB64)

[10](https://www.instagram.com/reel/DSun3zeEwaM/)