Pewarta Nusantara
Add Post Menu

Indonesia Emas 2045

Seka one
1 bulan yang lalu
Dari Kanvas ke Kemanusiaan: Kuda Api Laku Fantastis

Dari Kanvas ke Kemanusiaan: Kuda Api Laku Fantastis

Dari Kanvas ke Kemanusiaan: Kuda Api Laku Fantastis
News

Lukisan yang dimaksud adalah karya SBY bertema “Kuda Api” yang laku hingga Rp6,5 miliar dalam Lelang Amal dan seluruh hasilnya disalurkan untuk kegiatan kemanusiaan dan sosial.

Judul lukisan: “Kuat dan Energik Laksana Kuda Api” (sering disebut singkat “Kuda Api”). Harga terjual: Rp6,5 miliar, salah satu angka tertinggi dari lelang lukisan SBY. Pembeli: pengusaha/taipan energi Low Tuck Kwong. Acara: lelang amal dalam perayaan Imlek 2026 Partai Demokrat di Djakarta Theater, Jakarta, pada Rabu 18 Februari 2026.​ Ukuran dan visual: sekitar 130 x 80 cm, bernuansa dominan biru, menggambarkan kuda berwarna gelap yang berlari dengan sisa-sisa api di tubuhnya.​

Seluruh hasil lelang disebut AHY akan disumbangkan untuk bantuan kemanusiaan: masyarakat prasejahtera dan korban bencana di berbagai daerah, termasuk komunitas Tionghoa yang terdampak. Ini melanjutkan pola sebelumnya, di mana SBY beberapa kali melelang lukisannya untuk membantu korban bencana, misalnya lelang lain yang menghasilkan sekitar Rp311 juta untuk korban bencana di Sumatera.

 

Lelang dibuka dari Rp200 juta dan langsung naik cepat lewat tawaran berulang para tokoh. Sejumlah nama yang ikut menawar antara lain Syarief Hasan, pengusaha Hermanto Tanoko, Deddy Corbuzier, serta Dewi Kam sebelum akhirnya dimenangkan Low Tuck Kwong di angka Rp6,5 miliar.​ Kurator seni Amir Sidharta memperkirakan nilai artistik murni lukisan ini sekitar Rp300–500 juta, dan menggarisbawahi bahwa angka Rp6,5 miliar lebih mencerminkan konteks lelang amal dan figur SBY sebagai mantan presiden.

 

SBY menjelaskan kuda api itu ditempatkan dalam suasana teduh dan damai sebagai doa agar Indonesia melangkah menuju “Indonesia Emas 2045” dalam keadaan damai dan kuat. Tema kuda api juga dikaitkan dengan momentum Tahun Baru Imlek 2026 yang identik dengan simbol kekuatan, energi, dan optimisme.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Seka one
2 bulan yang lalu
Bukan Cuma Slogan! 60 Juta Rakyat Sudah Rasakan Makan Bergizi Gratis

Bukan Cuma Slogan! 60 Juta Rakyat Sudah Rasakan Makan Bergizi Gratis

Bukan Cuma Slogan! 60 Juta Rakyat Sudah Rasakan Makan Bergizi Gratis
News

Presiden Prabowo Subianto menegaskan swasembada pangan dan energi sebagai fondasi utama kesejahteraan rakyat, bukan sekadar slogan, dalam pidatonya baru-baru ini. Pernyataan ini disampaikan saat membuka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Bogor, pada 1 Februari 2026.

Prabowo menempatkan swasembada ini sebagai pilar utama Strategi Transformasi Bangsa menuju Indonesia Emas 2045, melalui Asta Cita, 17 program prioritas, dan inisiatif cepat. Ia menekankan produksi pangan harus menjamin akses seluruh rakyat untuk kemerdekaan sejati, tanpa alternatif lain.

Swasembada pangan disebut syarat mutlak kesejahteraan, didukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini menjangkau 60 juta penerima. Prabowo menyoroti perlunya membalik alur ekonomi dari desa ke kota agar manfaat merata.

Di bidang energi, kelapa sawit dipuji sebagai "miracle crop" untuk biodiesel, biosolar, hingga bio-avtur, dengan larangan ekspor limbah sawit demi kebutuhan dalam negeri. Rencana juga mencakup lahan sawit, tebu, dan singkong di Papua untuk produksi BBM mandiri.

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Seka one
2 bulan yang lalu
Gibran Tegaskan: Wapres Tanpa Visi-Misi Khusus

Gibran Tegaskan: Wapres Tanpa Visi-Misi Khusus

Gibran Tegaskan: Wapres Tanpa Visi-Misi Khusus
News

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memang menegaskan bahwa tidak ada program atau visi misi khusus untuk Wakil Presiden. Pernyataan ini disampaikan saat evaluasi kinerja tahun 2025 di Sekretariat Wakil Presiden pada 9 Januari 2026, menekankan bahwa hanya ada visi misi dan program Presiden Prabowo Subianto. Pendekatan ini mencerminkan komitmen sinergi penuh dalam kabinet untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.​

Gibran menyatakan posisinya sebagai pendukung utama program presiden, seperti makan siang gratis dan infrastruktur prioritas. Hal ini sejalan dengan dokumen visi-misi Prabowo-Gibran saat kampanye 2024, yang bersifat bersama tanpa pembedaan peran.​

Penegasan ini memperkuat hierarki kepemimpinan nasional, menghilangkan ego sektoral antar-pusat dan daerah. Publik menyambutnya positif sebagai langkah koordinasi efektif pasca-pelantikan 2025.​

Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap
Ardi Sentosa
2 tahun yang lalu
Pemimpin Tegas: Presiden Jokowi Dorong Pemanfaatan Peluang Menuju Kejayaan Indonesia Emas 2045

Tegas! Presiden Jokowi Dorong Pemanfaatan Peluang Menuju Kejayaan Indonesia Emas 2045

Nasional
Pewarta Nusantara, Jakarta - Presiden Joko Widodo dengan tegas menekankan pentingnya memanfaatkan peluang yang ada untuk mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045. Dalam peluncuran Rancangan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045, Presiden Jokowi menyoroti bonus demografi yang akan dialami oleh Indonesia pada tahun 2030-an, di mana jumlah penduduk usia produktif akan mencapai 68,3 persen dari total populasi. Presiden mengingatkan bahwa bonus demografi seperti ini hanya terjadi sekali dalam sejarah sebuah negara, dan oleh karena itu, pengelolaannya harus dilakukan dengan baik agar tidak menjadi bencana. Presiden Jokowi juga menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki potensi untuk menjadi salah satu ekonomi terbesar di dunia. Namun, dia mengakui bahwa tantangan untuk mencapai tujuan tersebut tidaklah mudah. Menurut perhitungan dari berbagai lembaga seperti Bappenas, McKinsey, IMF, dan Bank Dunia, angka-angka yang dibutuhkan sudah ada, namun implementasinya memerlukan upaya yang besar. Dalam upaya mencapai Indonesia Emas 2045, Presiden menekankan pentingnya peningkatan Pendapatan Nasional Bruto (PNB) atau Gross National Income (GNI) serta penurunan tingkat kemiskinan. Visi tersebut mengarah pada PNB per kapita yang diperkirakan mencapai US$23.000 hingga US$30.300, sementara tingkat kemiskinan diharapkan turun hingga 0,5 hingga 0,8 persen pada tahun 2045. Presiden Jokowi menggarisbawahi bahwa meskipun tingkat kemiskinan saat ini sudah berada di angka satu digit, masih diperlukan upaya lebih lanjut untuk mencapai tingkat yang lebih rendah. Baca juga: Keputusan Sensasional Mahkamah Konstitusi Terhadap Sistem Pemilu: Bawaslu Siap Mengawal! Dengan kepemimpinan yang tegas dan visi jangka panjang yang terencana, Presiden Jokowi mendorong seluruh rakyat Indonesia untuk bekerja keras dalam memanfaatkan peluang yang ada dan menjadikan Indonesia sebagai negara yang gemilang pada tahun 2045. (*IBs) Baca Selengkapnya Icon buka halaman lengkap