Gibran Rakabuming

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memang menegaskan bahwa tidak ada program atau visi misi khusus untuk Wakil Presiden. Pernyataan ini disampaikan saat evaluasi kinerja tahun 2025 di Sekretariat Wakil Presiden pada 9 Januari 2026, menekankan bahwa hanya ada visi misi dan program Presiden Prabowo Subianto. Pendekatan ini mencerminkan komitmen sinergi penuh dalam kabinet untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Gibran menyatakan posisinya sebagai pendukung utama program presiden, seperti makan siang gratis dan infrastruktur prioritas. Hal ini sejalan dengan dokumen visi-misi Prabowo-Gibran saat kampanye 2024, yang bersifat bersama tanpa pembedaan peran.
Penegasan ini memperkuat hierarki kepemimpinan nasional, menghilangkan ego sektoral antar-pusat dan daerah. Publik menyambutnya positif sebagai langkah koordinasi efektif pasca-pelantikan 2025.

Dokter Teuku Adifitrian, yang dikenal sebagai Tompi, mengkritik materi roasting Pandji Pragiwaksono terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam stand-up comedy "Mens Rea" yang tayang di Netflix sejak akhir Desember 2025. Tompi menilai menjadikan kondisi fisik seperti "mata ngantuk" sebagai bahan candaan kurang pantas dan bukan bentuk kritik cerdas.
Konteks Roasting
Pandji menyindir Gibran dalam konteks pemilihan pemimpin berdasarkan tampang, menyebut "Gibran ngantuk ya" yang memicu kontroversi setelah show menduduki peringkat teratas Netflix Indonesia. Gibran merespons secara halus dengan memakai lagu "Lagu Melayu" milik Pandji di postingan Instagramnya.
Tanggung Jawab Publik
Mahfud MD membela Pandji, menyatakan pemanggangan tersebut bukan pelanggaran pidana karena dihukum sebelum KUHP baru berlaku dan siap membantu secara hukum. Kritik Tompi menekankan bahwa sifat fisik seseorang, apapun konteksnya, tidak layak dalam komedi.