Ekosistem
Video viral orangutan dewasa di Kutai Timur Nyari Makan di Jala Raya
Video viral Orangutan dewasa di Kutai Timur, Kalimantan Timur, pada 11 Desember 2025, tunjukkan satwa liar ini turun ke Jalan Poros Bengalon-Kaliorang, duduk santai di tepi jalan. Pengendara berhenti aman jarak dan beri pisang, ciptakan momen humanis tapi picu kekhawatiran konflik manusia-satwa. BKSDA Kaltim langsung respons cari lokasi dan pantau untuk evakuasi aman.
Konteks Kemunculan
Orangutan jantan dewasa ini kemungkinan kehilangan habitat akibat ekspansi tambang di Site Kaliorang, dorongnya cari makanan ke permukiman. Video ini ramai di TikTok, Instagram, dan YouTube, soroti urgensi konservasi di Kaltim yang habitat utama orangutan Borneo. Analisis ahli sebut perilaku kebingungan tipikal satwa stres migrasi.
Respons Otoritas
BKSDA Kaltim kerahkan tim pantau hindari interaksi berbahaya, ingatkan warga jangan beri makan atau dekati. Insiden ini tambah deretan kasus orangutan konflik di Kalimantan, dorong tuntutan rehabilitasi habitat. Momen viral jadi pengingat ekologis di tengah isu lingkungan nasional.
Video: folkyogya

Harley Fatahillah Yodhaloka Sunoto, siswa kelas 8 SMPN 1 Surabaya berusia 13 tahun, aktif menanam dan merawat lebih dari 18.200 bibit pohon Mangrove di pesisir Surabaya sebagai inisiator gerakan konservasi Mangrove Warrior.
Inisiatif Mangrove Warrior
Gerakan ini kolaborasi dengan petani tambak Wonorejo, Wahana Visi Indonesia, dan komunitas sekolah, menargetkan 25.000 bibit akhir 2025 serta 40.000 pada 2026 di lokasi Gunung Anyar, Wonorejo, dan Keputih. Harley pilih enam jenis mangrove seperti Rhizophora mucronata yang cocok untuk tanah pesisir Surabaya, cegah abrasi, banjir, dan tsunami.
Dampak dan Pengakuan
SMPN 1 Surabaya jadi sekolah pertama di Indonesia dengan program pembudidayaan mangrove, tarik siswa Korea Selatan untuk belajar ekosistemnya. Harley juga kembangkan produk olahan mangrove untuk ekonomi kreatif bersama pegiat Kalpataru Lulut Sri Yuliani.