BPBD

Hujan deras disertai Puting Beliung menerjang kawasan Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Kamis siang 12 Februari 2026 sekitar pukul 13.30 WIB, merusak fasilitas utama seperti atap GOR Laga Tangkas yang lepas dan pohon tumbang di berbagai titik. Warga panik mencari perlindungan, dengan beberapa kendaraan seperti motor dan mobil tertimpa puing serta pohon roboh.
Atap stadion Pakansari rusak parah, plafon tumbang, videotron abruk, dan puluhan pohon tersapu angin dari utara ke selatan lalu belok timur; satu warga luka-luka hingga dirawat RS. Jarak pandang turun drastis akibat hujan lebat, memaksa pengemudi berhenti.
BPBD dan DPKPP Kabupaten Bogor meminta waktu darurat untuk evakuasi pohon tumbang, membersihkan puing, serta data kerusakan atas proses Bupati; situasi terkendali namun penanganan masih berlangsung.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, menyatakan bahwa dari 10 kantong jenazah Korban Longsor di Cisarua, Bandung Barat, sebanyak 5 korban telah teridentifikasi dan diserahkan ke keluarga. Kelima jenazah tersebut sudah dikonfirmasi identitasnya oleh Tim DVI Polda Jabar.
Longsor terjadi pada Sabtu (24/1/2026) pukul 02.30 WIB di Desa Pasir Langu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, dipicu hujan deras di lereng Gunung Burangrang. Sebanyak 10 kantong jenazah diterima di Posko DVI, dengan 8 jenazah utuh dan 2 berupa bagian tubuh.
Lima jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi DNA atau sidik jari. Beberapa sumber melaporkan variasi angka, seperti 6 jenazah teridentifikasi pada sore hari, tapi pernyataan Kapolda tetap pada 5.
Sekitar 71-89 orang dilaporkan hilang, dengan 21 selamat; pencarian dihentikan sementara malam itu dan dilanjutkan Minggu pagi secara manual demi keselamatan. Pihak TNI, Polri, dan BPBD koordinasi Evakuasi.

Tiga perumahan di Kota Bekasi terendam banjir akibat Hujan Deras disertai Angin Kencang pada Senin, 12 Januari 2026, dengan ketinggian udara mencapai 70 cm di titik tertentu. BPBD Kota Bekasi langsung menurunkan pompa air dan tim evakuasi, sehingga bendungan mulai surut dan situasi kini nyaman.
Lokasi Terdampak
- Perumahan Dosen IKIP: setinggi hingga 70 cm, paling parah.
- Perumahan Harapan Indah: ketinggian 30-50 cm.
- Kelurahan Kalibaru : timbun 20 cm.
Penanganan dan Dampak Lain
- Dua unit pompa dari BPBD dan DBMSDA dikerahkan, ditambah rumah pompa lokal; bantuan terpal juga disalurkan ke warga.
- Selain banjir, angin kencang merobohkan pepohonan di Bekasi Timur dan atap rumah di beberapa titik, namun tidak ada korban jiwa.

Bencana tanah longsor terjadi di Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (2/1/2026) siang. Peristiwa tersebut menewaskan empat orang pekerja yang tertimbun material longsor saat mengerjakan pembangunan tembok penahan tanah (TPT). Dua pekerja lainnya berhasil selamat dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Universitas Padjadjaran (RS Unpad) untuk mendapatkan perawatan medis.
Longsor terjadi sekitar pukul 13.36 hingga 14.30 WIB di Dusun Wates, RT 01/RW 01, Kampung Salam Kuning. Saat itu, tujuh pekerja tengah menggali pondasi TPT di bawah tebing setinggi sekitar enam meter. Secara tiba-tiba, tebing tersebut ambrol dan menimbun enam pekerja yang berada di lokasi penggalian.
Tim gabungan dari Basarnas Jawa Barat, BPBD, TNI, Polri, serta relawan SAR setempat segera melakukan proses evakuasi. Pencarian korban berlangsung hingga malam hari dan seluruh korban berhasil ditemukan sekitar pukul 19.00 WIB. Empat korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara dua lainnya selamat meski mengalami luka dan trauma.
BPBD Jawa Barat menyebutkan bahwa longsor diduga berkaitan dengan aktivitas penggalian pondasi di area rawan longsor. Hingga kini, penyebab pasti kejadian masih dalam proses pendalaman. Longsor tersebut dilaporkan hanya berdampak pada satu unit bangunan TPT dan tidak menimbulkan kerusakan tambahan pada permukiman warga sekitar, meski lokasinya berdekatan dengan kawasan RS Unpad.
Pemerintah daerah mengimbau agar pekerjaan konstruksi di wilayah rawan longsor memperhatikan aspek keselamatan kerja dan kondisi geologis, terutama di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.
30 Titik Panas Terdeteksi di Kalimantan Timur, BMKG Ingatkan Waspada terhadap Kebakaran Hutan dan Lahan
Pewarta Nusantara - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan melaporkan adanya 30 titik panas atau hotspot yang tersebar di Provinsi Kalimantan Timur.
Hal ini menjadi indikator awal terjadinya potensi kebakaran hutan dan lahan. BMKG mengimbau semua pihak untuk tetap waspada dan berhati-hati guna mencegah peningkatan jumlah titik panas.

30 Titik Panas Terdeteksi di Kalimantan Timur, BMKG Ingatkan Waspada terhadap Kebakaran Hutan dan Lahan (Foto: BMKG)
Pemantauan dilakukan sepanjang Sabtu (13/5), dan hasilnya menunjukkan adanya 30 titik panas baru yang berbeda dengan koordinat lokasi pada hari sebelumnya.
Sebanyak tujuh lokasi titik panas terdapat di Kabupaten Kutai Barat, satu lokasi di Kabupaten Kutai Kartanegara, dan 17 lokasi di Kabupaten Kutai Timur.
BMKG telah menyampaikan informasi mengenai sebaran titik panas kepada pihak terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, untuk mengambil tindakan lebih lanjut.
Baca juga: Ribuan Orang di Myanmar dan Bangladesh Dievakuasi Menghadapi Topan Mocha yang Mendekat
Meskipun saat ini masih dalam musim hujan di Kalimantan Timur, BMKG mengingatkan agar semua pihak tetap waspada dan saling menjaga agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan yang dapat membahayakan lingkungan.
Baca Selengkapnya