Banyuwangi

Muhammad Dzikri Maulana (16 tahun), warga Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi, dilaporkan hilang saat mendaki Taman Wisata Alam Kawah Ijen pada 18 Februari 2026. Berita baiknya, ia telah ditemukan selamat oleh Tim SAR gabungan pada 19 Februari 2026 dalam kondisi lemas.
Ia berangkat mendaki pukul 02.00 WIB bersama empat teman, tapi terpisah di puncak Kawah Ijen. Laporan masuk ke Kantor SAR Banyuwangi pukul 20.05 WIB hari yang sama, memicu operasi SAR malam itu dengan 7 personel plus unsur BPBD, Polsek Licin, Koramil, dan Basarnas Independent.
Hari kedua (19/2), SAR dibagi dua unit: satu sisir jalur Paltuding-puncak (3,6 km), satunya cari area belantara dengan drone thermal di tengah cuaca mendung-hujan ringan. Ditemukan pukul 16.15 WIB di tebing, 890 meter dari titik hilang, lalu dievakuasi.
Korban selamat meski lemas, dan jalur pendakian sempat ditutup sementara untuk fokus SAR. Kepala Kantor SAR Banyuwangi, I Made Oka Astawa, mengonfirmasi evakuasi sukses.

Sebuah video viral di media sosial menampilkan seorang biduan dangdut berpakaian minim yang berjoget erotis di panggung acara peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW di Dusun Bangunrejo, Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur. Penampilan ini menuai kecaman netizen karena bertentangan dengan nuansa religius acara, meski panitia mengklaim itu terjadi setelah acara utama usai.
Video direkam pada 15 Januari 2026, menunjukkan biduan mengenakan baju hitam ketat sambil bernyanyi dan bergoyang di depan backdrop bertuliskan "Isra Miraj", sementara penonton mayoritas mengenakan busana Islami. Rekaman menyebar via WhatsApp dan platform seperti Instagram serta TikTok, memicu ribuan komentar negatif dalam hitungan jam.
Ketua panitia Muhammad Hadiyanto meminta maaf secara publik melalui video pada 16 Januari 2026, menyatakan hiburan itu hanya untuk panitia yang membersihkan lokasi setelah kiai dan tamu undangan pulang. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyuwangi dan ormas lokal mengecam keras, menuntut evaluasi penyelenggaraan acara keagamaan ke depan.

Farel Prayoga, penyanyi muda asal Banyuwangi, menolak ajakan ayah kandungnya Joko untuk pulang ke Banyuwangi dan memilih tetap tinggal di Jakarta. Keputusan ini diungkapkan dalam wawancara di acara Pagi Pagi Ambyar, di mana ayahnya bertemu Farel di bandara usai keluar penjara.
Alasan Penolakan
Farel ingin memaksimalkan pendidikan dan karier di Jakarta, merasa lebih aman dan berkembang di sana meski merindukan keluarga. Ia menegaskan hasil kariernya nanti akan bermanfaat untuk keluarga, dengan prioritas pendidikan yang tidak terlalu dihargai di kampung halaman.
Konflik Keluarga
Manajer Muhammad Rais mengungkap ayah Farel meminta anaknya pulang, tapi ditolak tegas; Farel juga heran dengan tudingan ayah soal manajer memanfaatkan Rp10 miliar hasilnya. Farel berharap ayahnya sadar dan tidak terpengaruh pihak luar, meski hubungan tetap tegang.

Aktivitas Tambang Emas di Banyuwangi berpusat di Tambang Tujuh Bukit atau Tumpang Pitu, salah satu tambang terbesar di Indonesia yang dikelola PT Bumi Suksesindo (BSI).
Lokasi dan Operasi
Tambang ini terletak di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, seluas 4.998 hektare di kawasan hutan produksi, mulai beroperasi sejak 2012 dengan produksi emas pertama pada 2017. Metode tambang terbuka menggunakan pelindian untuk ekstrak emas dan perak, ditargetkan 100.000-120.000 ounce pada 2024, serta potensi tembaga besar ketiga nasional.
Dampak Ekonomi dan Lingkungan
Sebagai Objek Vital Nasional, tambang ini sumbang pajak besar bagi Banyuwangi dan jadi satu-satunya mineral di Jawa Timur dengan komitmen good mining practice. Namun, warga lokal laporkan banjir meningkat dan dampak sosial, meski area juga jadi habitat elang Jawa langka.
Proyeksi Masa Depan
Rencana tambang bawah tanah di Gunung Tumpang Pitu proyeksikan produksi 110.000 ton tembaga dan 350.000 ounce emas per tahun selama 30 tahun, tingkatkan produksi nasional 10-15%