News Headline

Pendaftaran Kartu Prakerja Tidak Jadi Dibuka Hari Ini, Kamis (24/9)

Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 10
Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 10

Jakarta, Pewartanusantara.com – Pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang 10 belum dibuka hari ini, Kamis (24/9/2020). Manajemen Pelaksana (PMO) Kartu Prakerja menyatakan pembukaan pendaftaran Kartu Prakerja gelombang 10 bakal diinformasikan lebih lanjut.

Baca juga: Panduan Lengkap Membuat Kartu Prakerja

Dilansir dari kompas.com, gelombang 10 kartu prakerja belum bisa diselenggarakan. Pasalnya, PMO masih melakukan proses seleksi untuk gelombang 9 lantaran jumlah peminatnya yang mencapai 5,9 juta orang.

“Pendaftaran gelombang 10 beserta kuotanya akan kami umumkan segera. Saat ini, kami masih fokus menyelesaikan proses seleksi gelombang 9 dulu,” ujar Head of Communication PMO Kartu Prakerja Louisa Tuhatu.

Sebelumnya, Louisa mengisyaratkan pembukaan dilakukan pada hari ini, Kamis (24/9). Namun, ia menegaskan hal itu belum bisa diputuskan.

Gelombang 10 program kartu prakerja pastinya tetap akan dibuka dengan kuota 200.000 orang. Jumlah tersebut berasal dari peserta yang sudah dijaring sebanyak 4,6 juta pada gelombang 1 hingga gelombang 8. Lalu, ditambah sekitar 800.000 orang dari pendaftaran gelombang 9. Maka, kuota yang terisi akan mencapai 5,4 juta orang.

Secara keseluruhan, pemerintah mengalokasikan anggaran dana sebesar Rp 20 triliun untuk program tersebut.

Dari total anggaran pelaksanaan Rp 20 triliun, rinciannya sebesar Rp 5,6 triliun untuk biaya pelatihan, insentif sebesar Rp 13,45 triliun, dana survei Rp 840 miliar, dan PMO Rp 100 juta.

Sementara, target peserta untuk program ini hanya mencapai 5,6 juta orang. Namun, tidak menutup kemungkinan penjaringan peserta akan melebihi 200.000 orang.

Sebab, PMO Kartu Prakerja sempat menggugurkan 180.000 peserta pada gelombang sebelumnya. (Nur/Red)

Tentang Penulis

Nurul Hidayat

Nurul Hidayat

Pegiat media sosial dan aktif dalam Persatuan Pemuda Kreatif.
Editor di Pewarta Nusantara dan aktif sejak 2018.